Prologue

67 1 0
                                        

"Lain kali jangan kirim ke alamat saya. Saya tidak menerima barang tanpa nama pengirimnya," ujar gadis bersurai panjang sebahu itu dengan wajah garangnya.

Orang tua paruh baya itu termanggut segan. Dia adalah tukang pos.

Ada rasa sesal di batin gadis itu karena sudah memberikan nada yang tidak menyenangkan, berharap si tukang pos itu paham dengan kondisinya.

"Si stalker lagi, ya? Kalau aku tahu siapa orangnya, aku pasti akan menghajarnya. Berani-beraninya dia mengganggu cintaku," ungkap wanita berkulit coklat eksotis yang berada di sebelah kamar kosnya.

Si gadis memutar matanya bosan, lalu merbalik memasang senyuman yang dipaksakan disudut bibirnya.

"Tadi malam aku tidak bisa tidur karena seseorang berdesah ria disebelah kamarku sampai pukul 3," kata si gadis.

"Oho... Kau cemburu ya, Rena? Akhirnya cintaku kepadamu tidak bertepuk sebelah tangan." Wanita itu baru saja menyebut namanya dengan sensualnya.

Menjijikan, batin Rena.

"Jangan bercanda. Berhentilah melakukan itu disini. Itu sangat menggangguku," sahut Rena dengan nada datar, justru merasa jengkel karena kata-kata wanita itu barusan yang dapat membuatnya merinding.

Ya, gadis itu namanya Rena. Dan wanita itu adalah tetangganya, Jessi, seorang yang entah sudah punya keluarga atau tidak karena sering membawa laki-laki mesum ke kamarnya.

"Rena sayang, apa kau memperdulikanku ya, cintaku?"

"Berhentilah berpikir aneh-aneh. Kau tahu, coba tanya tetanggamu yang lainya. Aku yakin tidak hanya aku yang terganggu disini," kata Rena sejelas-jelasnya.

"Maksudmu orang ini?" Jessi menarik orang dari dalam kamarnya.

"Kenapa? Kau bicara dengan siapa, Jesd?"

Dason yang muncul, tetangganya Jessi. Orang yang di kenal sudah beristri, dan menge-kos disini karena tuntutan kerjaan.

"F*ck," celetuk Rena sudah pusing, langsung masuk kamarnya.

"R-rena! Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Tadi malam aku cuma mijitin dia kok," pekik Jessi ketika Rena sudah berlalu dari pintu kamarnya.

Jelas saja wanita bertubuh seksi itu bisa menutup mulut siapapun asalkan itu laki-laki. Tapi, tidak yakin juga. Jessi itu perempuan yang juga sering mesum terhadap Rena yang sesama perempuan juga.

Tinggal dalam lingkungan buruk semacam ini memang sangat menyebalkan. Terlebih, akhir-akhir ini dia mendapatkan hadiah yang tidak jelas siapa pengirimnya.

Yang pasti, orang yang mengirim ini adalah orang yang sama yang sudah menyelamatkanya beberapa bulan yang lalu.

Dari kecelakaan yang hampir mengambil nyawanya.

Tiba-tiba sebuah pesan masuk.

Unknow : Kau tidak suka? Kenapa?

Rena merapatkan bibirnya, tidak segera membalas pesanya. Kemudian, pesan baru muncul lagi.

Unknow : Rena?
                   Kenapa diam?
                   Biasanya, kan, kau
                   bergumam...

Itulah bagian terburuknya. Orang itu mengawasinya entah dari sudut mana...selama ini.

My DevilWhere stories live. Discover now