oneshoot

22 3 0
                                        

Kim Taehyung

Oneshoot
Brothership

.

.

Malam itu begitu tenang, hanya ada bintang yang setia menemani bulan dilangit, bahkan tak ada satupun suara jangkrik yang mengerik,
Kaki yang beralas sepatu itu dia gesekkan di rerumputan lapangan tempat ia singgah untuk duduk,
Tidak ada sesuatu yang spesial untuk melakukan apapun malam itu,
Udara semakin dingin, menusuk kulit sampai ketulang,
Dan sipemuda berambut blue sapphire itu hanya menggunakan kaos berlengan pendek bercelana training biru, dan sepatu adidas hitam-putih yang masih dia gesek-gesek diatas rumput yang sudah tak terbentuk lagi.

"Aku ingin mengejar kodok,"
Ucapnya menatap hamparan padang luas didepannya.

"Tapi mereka aneh sekali, seharusnya kodok-kodok itu melompat menjauh saat kukejar, tapi mereka malah diam sambil menatapku dengan mata melotot begitu,"
Bahunya bergidik ngeri membayangkan kodok-kodok yang menatapnya intens beberapa jam lalu.

Sipemuda menghempaskan badannya telentang, membiarkan rumput menggelitik kulitnya yang lengket akibat lupa mandi.
Tatapannya masih menerawang keatas, mencoba mengajak bulan mengerti akan curahan hatinya.

"Andai saja aku punya adik, kalaupun bisa punya kembaran, pasti menyenangkan,"
Monolognya pada bulan, dia tidak mengerti apakah sang rembulan mangacuhkannya atau tidak, pun dengan bintang-bintang yang sedari tadi berkelip indah,
Sekilas si pemuda membayangkan bulan yang tengah tersenyum padanya,
Sedikit penjelasan bahwa bahagia itu sederhana.
Mata sehitam jelaga itu menatap name tag yang ia pegang.

"Kim Taehyung,"
Gumamnya lirih, pemuda bername tag kim taehyung bangkit berdiri merenggangkan otot-otot nya yang kaku,
Tangannya mengambil selembar foto palaroid yang jatuh dari saku celananya,
Ditatapnya lekat tinta yang tertoreh membentuk sebuah foto yang masih tercetak baru,
Dua orang pemuda dengan seragam sma tersenyum menatap angel kamera saling bergandeng tangan,
Itu dirinya dan sang hyung.

"Yoongi hyung, jika saja aku lahir lebih dulu, kau akan jadi adikku kan?, kenapa kau yang keluar duluan, seharusnya aku saja, Menyebalkan,"
Gerutunya menatap pemuda putih yang bersamanya difoto, sejenak Taehyung melupakan bulan yang sedari tadi menjadi atensi nya.

Malam semakin larut, Taehyung beranjak untuk pulang,
Hyung putih pucat itu bisa mengomel seharian jika dia tak lekas kembali ke rumah,
Entah kenapa tubuhnya sedikit meremang,
Mungkin efek dingin,
Taehyung berjalan sedikit terburu, ingin bisa segera cepat sampai rumah,
Tapi atensinya teralih pada kerumunan orang-orang di seberang jalan.

'ada kecelakaan kah~' batinnya.

Penasaran Taehyung mendekat,
Bau anyir darah menyeruak seiring tubuhnya mendekat,
Dapat ia lihat seorang pemuda berambut blue sapphire tergeletak penuh darah, taehyung terdiam, sebelum otaknya memutar menyadarkan apa yang ia lihat.

"I-itu, a..ku..."
Ucapnya melirih, Itu dirinya, entah apa yang terjadi malam itu benar-benar diluar nalar, Jika benar itu dirinya, lalu,
Dia siapa,

Lamunan Taehyung buyar mendengar suara isak tangis di sebelah kanannya,
Bisa ia lihat hyungnya yang menangis tersedu di pelukan seseorang,
Hidung hyungnya memerah, dengan pipi berderai air mata dan bibir yang memucat,
Hyungnya terus berteriak dan memanggil namanya.

Moon, Dream and Real{Kim Taehyung}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang