Di dalam sebuah lagu yang pernah Aleta dengar. Ia merasa bahwa apa yang di kisah kan pada lagu tersebut, sangat mirip dengan kehidupannya, pertama kali ia mendengar lagu itu, ia langsung tertarik. Lalu ia mencari versi bahasa Indonesianya karena lagu itu berasal dari Jepang. Negeri yang sangat ingin Aleta kunjungi.
Dan Aleta pun mencoba mengeluarkan keluh kesahnya pada sebuah kertas, impiannya, cita-citanya, semua yang ia inginkan dan tidak ia inginkan. Semuanya ia tumpahkan dalam kertas itu.
Aku, Aleta pramustya Widuri 15 tahun yang akan datang aku akan membahagiakan semua orang dengan menjadi seorang penulis lagu terkenal. Karena lagu yang bisa mengungkapkan kata-kata yang tidak bisa diucapkan dan tidak mungkin untuk diam. Aku harap semua itu akan menjadi kenyataan. pahitnya kehidupan kurasa bukan masalah, meski aku hanya seorang anak SMP, aku merasa jika aku telah menjadi dewasa. Terimakasih.
Sidoarjo, 07 Desember 2018
Sekarang Aleta sedang berada di titik paling bawah, ia sedang di terpa masalah yang bertubi-tubi, ibunya meninggal dan ayahnya pergi meninggalkannya. Ia hanya tinggal bersama kakek dan neneknya. Awalnya ia pernah menyerah akan lagu dan semua yang berhubungan dengan musik.
Karena itu mengingatkan nya kepada ibunya yang telah meninggal satu tahun yang lalu. Tepat setelah ia menuliskan sebuah impiannya, untuk membahagiakan orang lain dengan sebait lagu yang ia bawakan. Saat itu sehari sebelum kontes menyanyi di mulai. Aleta mengira bahwa ibunnya tidak akan datang karena Aleta tau, ibunya sangat sibuk seperti biasanya. Namun tidak ada yang menyangka bahwa ibunya kecelakaan saat akan menghadiri kontes menyanyi Aleta.
Saat itu ia sangat terpukul
Untuk dirimu yang disana, dengarkanlah suara ku ini, siapapun dan dimanapun engkau berada
Saat aku masih belia, menanggung beban di dada, tak tahu harus aku ungkapkan pada siapa.
Aku menyimpan cerita ini hingga sekarang aku sudah beranjak dewasa, dengarkanlah kisah ini, akan ku ungkapkan semuanya.
Saat aku bersedih dan menangis rasanya aku ingin pergi dan menghilang ingin sekali aku mengadu, namun tiada satupun yang menuntun aku.
Hati kecilku ini yang hanya satu ini, telah hancur terhantam berulang - ulang. Meski penuh penderitaan aku tetap menjalani hidup ku.
Semua telah aku lalui, aku bersyukur kepada Tuhan, karena takdir yang menuntun ku jadi lebih dewasa, terus lah engkau berjalan nanti kau akan tahu kemana kau harus melangkahkan hidupmu.
Badai di masa mudamu memang tidak mudah kau lalui, tapi bahtera mimpimu dan segala keinginan mu pasti akan sampai di dermaga kebahagiaan.
Jangan pernah menyerah tidak perlu menangis walaupun engkau telah kehilangan arah. Dengarkanlah suara hatimu dan yakinlah pada dirimu sendiri.
Meski aku telah dewasa aku juga mengalami mimpi buruk dalam tengah malam yang suram. Namun semua pasti berganti dengan manisnya kehidupan.
Setiap jiwa yang hidup di semesta ini mempunyai tujuan yang berbeda, berjuanglah ! Raihlah segala yang kau harapkan, yang kau impikan, dan yang kau cita-cita kan. Teruslah percaya.
Entah bagaimana kita menjalani kehidupan yang penuh dengan tikungan tajam ini, tapi kita tak mampu untuk menghindar maka tersenyumlah dengan sepenuh hati.
Untuk mu kau yang disana yang sudah mendengar kisah ini semoga kau mendapatkan kebahagiaan dalam setiap langkah hidupmu.
Percakapan antara diri kita sendiri 15 tahun yang akan datang, dalam setiap kehidupan, kita pasti akan mengalami manis atau pahit, susah ataupun senang.
Ya, itu semua sudah pasti. kehidupan ini ibarat teh yang sudah diberi gula tapi belum diaduk, awalnya memang pahit, tapi akhirnya pasti akan menjadi manis, bahkan sangat manis.
Di dalam perjalanan yang bernama kehidupan ini, sangat tidak mungkin jika kita tidak bertemu dengan rasa cinta, senang, dan apapun itu yang membuatmu bahagia. Tidak setiap kehidupan yang kita jalani akan selalu pahit bukan?.
Dan dalam kehidupan ini kita bisa saja membenci dan mencintai seseorang dalam waktu yang sama.
Pahit manisnya kehidupan kita, akan menjadi sebuah pelajaran untuk orang-orang yang pernah kita titipi cerita tersebut.
.
.
.
.
Sekian
Sidoarjo, 27 Maret 2019
Aleta pramustya Widuri.
YOU ARE READING
Me And My Life
RandomDalam setiap kehidupan, kita pasti dihadapkan dengan sebuah pilihan yang rumit. Begitu juga dengan Aleta, gadis berusia 14 tahun ini. Menuliskan mimpinya di sebuah kertas. Namun siapa sangka sehari setelah ia menuliskan mimpi itu. Ibunya meninggal k...
