"Kringgggg"bunyi lonceng SMA NEGERI 1 Jakarta. "Pagi anak anak" sambut Bu.Dewi , wali kelas sekaligus guru matematika dikelas 11 ipa 1. "Pagiii Bu" 29 siswa menjawab. "Kenapa ada satu bangku yang kosong?" Tanya Bu.Dewi. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari kelas mereka , sama sepeti biasanya siapa lagi yang tidak terlambat kecuali satu anak badboy ini Reyvando Joshuel , dipanggil Rey. Iya,dia terkenal dengan kenakalannya , sering masuk ruang bk , sering diberi hukuman sama guru-guru , anak genk motor yang brandalan , tapi anehnya dia itu bisa pinter banget kayak anak-anak jenius gitu."Kenapa lagi kamu terlambat? Motor kamu mogok? Atau kamu ngasih makan anjing pliharaan kamu dulu, iya?" Bu.Dewi udah tau banget setiap alasan yang mungkin bakal keluar dari mulutnya Rey. "Gak bu, tadi adik saya sakit , jadi saya harus ngantar dia dulu berobat" Jawab Rey. "Yaudah, lain kali jangan sampai terlambat lagi. Nanti bosen tuh, Pak.Boy lihatin muka kamu terus " candaan Bu Dewi yang membuat satu kelas tertawa. Pak Boy salah satu satpam di sekolah ini, setiap pagi selalu dia yang bertugas.
Saat Rey ingin menarik kursinya untuk ia duduki, druakkk , banyak suara coklat yang berjatuhan kebawah mejanya yang kedengaran sampai ke telinga Bu Dewi "suara apa itu Rey?" "Ini Bu, ada cicak lagi party dilaci meja Rey" sahut Chiko , temen sebangkunya Rey. "Apa-apaan sih kamu chik"
"Iyah habisnya Ibu kayak gak tau aja nih, kan banyak adik kelas ,kakak kelas sama anak kelas lain yang suka sama Rey, jadi mereka pada suka ngirimin Rey coklat sama surat gitu Bu, terus ditaruk gitu aja ke meja nya Rey".Rey ngerasa aneh sama ni sahabatnya sendiri "Ih, apaapan sih lo Chik, kalau mau sirik bilang aja kali" balas Rey. "Bodo dah, gue cuman mau makan coklat lu aja nih" Chiko langsung ngambil coklat yang berjatuhan ke bawah meja Rey. "Ehh, nanti dulu makannya pas istirahat, inikan masih jam pertama juga ,udah mau makan aja nih" sahut Bu Dewi sambil memulai menulis materi ke papantulis.
"Ih, guru matematika kita males banget ya, nulis aja pakai disingkat singkati" bisik Chiko ke Rey "Apaansi, itu tulisannya emang begitu , dasar lu kutu monyet ,makanya jangan suka makan coklat mulu , jadi hilang kan otak lo" ejek Rey ," babang ganteng kesel nich" sahut Chiko, sambil mengerutkan keningnya. "ih, apaansi alay banget lo" Rey pun, langsung memukul pundak Chiko. Mereka langsung melanjutkan pelajaran mereka dengan tenang , walau agak sedikit risih karena jabirnya mulut Chiko.
"Kringggg" Bunyi bel istirahat disekolah. "Baik anak-anak pelajaran kali ini sampai sini duluya, beso kita lanjutin ,semua istirahat yang baik. Rey ,jangan Ngulangin kesalahan kamu yang kemaren" kata Bu Dewi. Rey kemaren sempat ngelakuin kesalahan , dia tidak sengaja menabrak salah seorang guru sampai terjatuh dan akhirnya Rey dinasehati dengan Wakil kepala sekolah ,walaupun keadaan guru tersebut baik baik saja.
Istirahat kali ini, anak perempuan dan laki-laki sibuk mengganti pakaian olahraga mereka. Rey sudah duluan mengganti pakiannya, jadi dia mengambil tempat dilapangan untuk latihan basket sebentar. "Kak Rey, kak Rey!!!" Teriakan anak-anak perempuan dari kelas lain. Rey tudak terlalu meresponnya karena dia sudahh terlalu biasanya dengan hal itu. Rey termasuk salah satu lelaki yang banyak dikagumi oleh anak kelas 10,11 hingga 12. Rey memiliki wajah yang lonjong, blasteran Jawa dan Jerman, rambut yang sedikit pirang dan tinggi badan yang ideal. Wajar banyak yang mengagumi dia, selain memiliki wajah yang cakep, dia juga termasuk kapten basket disekolahnya. "Eh Rey, tu banyak anak kelas lain neriakin nama lo, bukannya lo respon atau lo senyumin dikit ,ini malah lo diemin aja" kata Bobi temen sekelasnya Rey. "Ntar kalau gue sapa, mereka bisa bisa pada makin teriak histeris ntar gue dikira kenapa napa lagi sama guru yang lewat" cengir Rey.
"Terserah lo deh, sini oper gue bolanya" kata Bobi sambil mengejar bola basket ditangan Rey. "Ambil nih kalau bisa" Rey dan Bobi sering mewakili sekolahnya untuk ikut pertandingan basket, mereka tuh kalau udah digabungin, hebat bangett.
Setelah pelajaran olahraga mereka selesai, Acha tiba-tiba nyamperin Boby "Kak Boby, itu kayaknya kak Rey keringatan banget , ini boleh titipin minum gak?" Tanya Acha, sambil menyulurkan tangannya yang menggenggam sebotol air mineral. "Boleh ya kak? Pliss?" Pinta Acha. "Yaudah sini, ntar gue kasih ke dia" jawab Boby. "Oke,kak makasih ya, aku deluan duluya ,mau ada tugas nih". Acha adalah anak kelas 10 yang telah lama mengangumi Rey, lebih tepatnya mengagumi dalam diam. Tapi Rey selalu acuh. "Rey ini ada minuman dari si Acha, nih lo minum" suruh Boby. "Gak usah, gue udah ada minum , mending lo aja yang minum, lo kayaknya lebih haus deh " tolak Rey. "Lo kenape sih, selalu aja nolak pemberian Acha? Lo ga suka ya sama dia? Kasian tu anak , lo diemin terus" ucap Boby ngasal. "Iya,gue gak suka aja diperhatiin terus terusan gitu, risih kayaknya, gue juga gak suka sama Acha" Jawab Rey. "Yaudah deh, gue aja yang minum nih".
YOU ARE READING
REYVALIA
Teen Fiction"Sebelumnya aku hanya mengenal warna hitam dan putih, karena yang bersamaku hanya secangkir kopi hitam:), tapi semenjak dia hadir aku telah mengenal banyak indahnya warna didunia" - Reyvando Joshuel. Aneh jika melihat remaja millenial sekarang seda...
