aku Novia, biasa aku dipanggil novi. Kisah ku dimulai dari "Mereka" yang selalu hadir dan terus menerus datang mengganggu tidurku sejak saat itu.
Gelap... Sunyi... sepi... tak bersuara. Hanya lilin yang menjadi satu-satunya penerang yang menemani ku. Perlahan rasa takut mulai menghantui ku. Ruang demi ruang ku lewati. Hingga akhirnya ku temukan sebuah pintu, dan kemudian...............
***** Flashback : Mei : 2006 : Sekolah : 3 SD : JumatKliwon
Selepas pulang sekolah aku dan temanku berencana memainkan permainan yang sangat sakral untuk dimainkan "Jailangkung dan Papan Oija". Puskesmas angker yang sudah dibangun dari tahun 1978 yang sebelumnya adalah tempat pemakaman. kami pilih sebagai tempat yang akan kami lakukan permainan nantinya.
Bel sekolah berbunyi, sekolah telah usai untuk hari ini. Aku dan teman teman ku langsung menuju lokasi yang telah kami rencanakan.
Sempat terlintas dari pikiranku, dari mana Neko mendapat itu semua (satu set peralatan jailangkung). Namun bukan hal yang lumrah, bahwa semua itu dia ambil dari lemari penyimpanan milik kakaknya.
Di pohon Asam depan puskesmas yang sudah sangat tua, berakar menjulang ke tanah. Aku dan temanku langsung memulai ritual dengan cara mengelilingi pohon itu, sambil berpegangan tangan "Jailangkung datang tak di jemput, pulang tak di antar". Kalimat itu terus kami lantur kan hingga 7 kali. Namun tak terjadi apa-apa, dan tiba-tiba........
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Angin berhembus kencang, sontak membuat bulu kuduk ku berdiri, boneka yang semula diam kini berdiri dan menunjuk huruf huruf yang membentuk sebuah kata.
N O V I A
Aku terkejut ketika membaca kata itu. Itu nama ku, dan sontak aku terjatuh seketika melihat sesosok laki-laki berjubah hitam tinggi memakai banyak kalung. Aku terdiam tidak bisa mengalihkan pandangan ku kepada sosok itu.
Aku Takut... Takut... Takut...
Pergi.. Pergi.. Pergi.. Begitulah Neko mengusir sosok yang melihat ke arahku dan tak lama suasana menjadi normal kembali. Baru aku sadari ternyata Neko merupakan seorang anak indigo.
*****
Malam begitu tenang, udara dingin menyentuh kulit, langit gelap dihiasi bintang-bintang yang bertebaran menemani sang malam dan jiwa jiwa yang kelelahan terlelap dalam sunyinya malam. Sementara, beberapa jiwa tampak masih terbangun.
Aku membaringkan badan sejenak sembari mengingat kejadian yang baru saja aku alami. Bayangan laki-laki itu terus menghantui pikiranku sampai aku terlelap dalam tidur ku.
Tepat pukul 02.00 malam udara berubah menjadi sangat dingin dan aku terbangun, aku merasa terusik oleh sesuatu, hingga aku merasa gelisa. Tiba-tiba terdengar suara tangisan, suara tawa, dan suara berisik di telinga ku. Aku sangat ketakutan, bingung harus melakukan apa. Aku terus melihat sekeliling kamar ku, hingga akhirnya azan subuh berkumandang. Aku pun bergegas mengambil wudu dan shalat. Setelah itu aku terlelap kembali dengan tenang.
Kejadian ini terus terulang setiap malam. Di tambah lagi aku sering mengalami ketindihan di tidurku. Semenjak kejadian itu penglihatan ku berubah menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal yang tak kasat mata.
Oke gaes part pertamaseginidulu. bacaterus part selanjutnyakalau mau tau kejadiankejadianapasaja yang di alaminovia setelah permainansakraltersebut.