Hay. . Aku tidak pernah membayangkan akan menceritakan semua hal ini disini, kisah tentang aku dan berjuta kenangan yang tidak pernah bisa aku lupakan.
Ya... Kenangan tentang dia yang kini ada namun tidak ada.
Haha sangat absurd, ada dan tiada.
Beginilah awal pertemuan kami hingga berjalan sampai detik ini.
Aku dilahirkan dari keluarga sederhana, kedua orang tuaku adalah Minang asli yang notabene adalah orang orang yang berfikir sedikit kuno, dengan berjuta larangan untuk anak anak gadisnya. Ah aku lupa memperkenalkan keluargaku, aku anak ke tiga dari 4 bersaudara. Kami semua perempuan yuppp perempuan semua kecuali papah (xixi).
Kakakku yang pertama lulusan S1 fikom di salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta, dan kakakku yang kedua adalah lulusan diploma III di kampus yang sama dengan jurusan management, ya mereka beruntung karena masih bisa merasakan aliran dana dari papah. Hahaha. Yaaa karena masa masa itu papah kami yang seorang decoration cake di salah satu hotel berlian di Jakarta masih berjaya, beda dengan periode pendidikan ku dan adik bontot kami, masa dimana papah mengalami PHK dari tempat kerjanya, dan berakhir pada kehidupan kami yang pas Pasan, dimana saat kakak kakak kami lulus SMA langsung di tanya ingin kuliah dimana dengan jurusan apa, aku harus ikhlas dengan keputusan setelah lulus harus kerja dimana. Huhuhu
Yaa.. setelah lulus sekolah aku berusaha mencari pekerjaan apapun untuk membantu perekonomian keluarga, membantu kakak kakakku dan kedua orang tua ku, mulai dari SPG celana dalam pria di salah satu store terbesar di Indonesia, hingga akhirnya aku memutuskan untuk melamar menjadi SPG di salah satu perusahaan retail terbesar, yaa aku diterima disalah satu mall besar di Jakarta, di bilangan Senayan.
Aku memang orang yang sulit untuk menyukai orang yang baru aku kenal, ya sebenarnya itu pembelaan dari kata sulit bergaul.. wkwkwk. Hari hariku di toko itu terasa membosankan, aku merasa tidak cocok dengan beberapa orang di store besar itu, memang karena aku tidak mudah bergaul, aku diberitahu oleh senior disana kalau ada satu laki laki yang masuk kerja bareng dengan ku, tapi karena kita sama sama baru maka kami tidak diizinkan satu shift. Oke aku hanya tau ada anak baru lain bahkan namanya pun tidak pernah ku ingat.
Hingga akhirnya entah kesalahan atau apa, akhirnya kami di pertemukan dalam satu shift, aku senang karena punya teman seangkatan haha, siang itu aku makan siang bersama satu wanita baik dari departemen berbeda, namanya kak Novi. Sesampainya di kantin aku bertemu dengan dia, teman seangkatanku. Namanya angga, aku merasa nyambung ngobrol dengan dia, seperti lama sudah kenal rasanya langsung cocok, mungkin karena seangkatan. Makan siang sudah habis, kak Novi mengajak ku kembali ke tempat kerja, tapi dengan sangat percaya diri aku bilang "gue bareng Angga, kak" saat itu Angga sedang bayar makan siangnya. "Oh oke" saut kak Novi seraya dia meninggalkan kantin, tapi sangat menyebalkan, aku yang menunggu Angga selesai membayar makanannya tapi selesai itu dia malah berjalan pergi begitu saja.. halllllloooo aku ditinggal begitu saja. ((So sad)) hffff...
