Prolog

92 10 0
                                        

Dengan langkah semangat gadis manis bersurai panjang berjalan sembari bersenandung kecil menyanyikan lagu yang keluar dari earphone yang menyumpal di telinga nya tidak lupa juga kadang ia menyebutkan Fanchant di sela sela lagu yang ia dengar.

Ya dia Vania Putri Agatha, gadis manis pecandu oppa-oppa korea yang baru memulai memasuki ajaran baru di sekolah nya setelah melewati libur panjang kenaikan kelas yang hanya di temani oleh kasur, laptop, hp, cemilan bersamaan sungguh kenikmatan duniawi bagi Vania.

Vania membuka pintu yang bertera 11-3 di atas pintu ruangan tersebut. Senyum Vania mengembang saat ia memasuki ruangan tersebut dan menemukan sahabat orok nya, Arra. Vania mengangkat kedua tangannya dan ber-tos ria dengan Arra.

"Ga nyangka gue sekelas sama lo lagi curut" Kata Vania merangkul Arra yang lebih pendek dari nya.

"Iye sama. Gue juga ga nyangka yang gue lihat muka lo mulu bosan juga gue ketemu lo" respon Arra sembari berjalan dengan rangkulan Vania menuju 2 meja kosong baris ke 2 dari belakang.

"Ya elah lo cari tempat duduk harus banget ye di belakang mulu, heran gue. Badan pendek gini emang kelihatan tuh papan tulis?" Tunjuk Vania ke papan tulis dengan dagu nya.

"Anjg lo! Tempat keramat nih!" Ucap Arra ngejitak kepala Vania agak sedikit menginjit

"Heh! Gue lebih tua dari lo ye! Dosa ngejitak kepala orang tua!" Vania membalas jitakkan ke kepala Arra

"Idih najis! Cuma beda sebulan bangga amat lo! Cepet mati baru tau raso lo!" Arra menjulurkan lidah nya mengejek Vania

Vania dan Arra emang dari 4 SD mereka berteman baik. Vania sudah mengenal Arra sudah sangat lama begitu juga sebaliknya. Vania menganggap Arra sudah seperti adik nya sendiri. Sifat ke Ibu-an Vania sangat mendukung untuk diri nya yang sedikit dewasa dari sahabatnya itu. Walaupun Vania suka mengejek Arra dengan sebutan berbagai macam, namun yakin lah Vania adalah orang yang kadang bisa jadi bijak dan memberi solusi jika sahabatnya itu sedang galau atau punya masalah.

Pertengkaran singkat mereka terhenti ketika Guru memasuki kelas mereka.

"Baik lah Anak-anak. Perkenalkan nama saya Lusianawarti kalian panggil saya Bu Lusi saja. Biar kayak orang bule gitu nama nya. Jangan panggil saya warti, ga cucok nama nya" kata Bu Lusi dengan eksis nya. Bu Lusi emang guru yang di juluki guru ter-hits di sekolah nya itu walaupun beliau sudah berumur 37 tahun, ia tetap terlihat cantik. Bahkan, bu Lusi mempunyai Instagram pribadi sendiri biar kece kata nya.

"Oke. Jadi saya tidak akan memperpanjang perkenalan saya, kalian pasti juga sudah tau saya kan? Ya iyalah kan saya guru ter-hits dan terkece di sekolah ini ea" kata bu Lusi menaruh jari nya yang sudah berbentuk centang di bawah dagu nya. Murid-murid hanya menggeleng cekikikkan melihat kelakuan wali kelas mereka

"Di sebelah saya ada murid baru, dan dia akan menjadi murid di kelas ini" Bu lusi menoleh ke arah murid baru tersebut. Emang, sedari tadi bu Lusi tidak sendiri saat memasuki kelas tadi

"Daffa kamu boleh perkenalkan diri kamu dengan teman kamu sekarang" Senyum ramah bu Lusi terukir di bibir nya, lelaki itu mengangguk mengerti

"Hmm, Baiklah. Hai. Nama saya Daffa alvaros, saya pindahan dari sekolah Raya indah karena beberapa alasan saya pindah ke sini. Selebih nya jika ingin bertanya boleh secara pribadi saja terimakasih" ia tersenyum ramah kepada teman-teman baru nya di kelas nya. Vania menatap daffa dengan tatapan sinis, tidak seperti yang lain

Pencitraan -Vania

"Perkenalan yang bagus. Terimakasih daffa, semoga kamu bisa berbaur ya bersama murid murid disini. Sekarang kamu boleh duduk disana" Tunjuk bu Lusi ke arah bangku belakang Vania. Daffa berjalan ke arah bangku yang di tunjuk oleh bu Lusi tadi dan mendaratkan Bokong nya di bangku tersebut.

"Hai" sapa Daffa yang dari tadi menyadari tatapan Vania yang di lontarkan ke diri nya. Vania hanya melongos kesal sebagai respon dari daffa

"Karena ini hari pertama kalian masuk ke kelas 11, jadi hari ini kita tidak akan memulai pelajaran dulu. Jadi inti nya kalian hari ini free. Saya tinggal dulu" ucap bu Lusi beranjak dari kursi nya, dan langsung keluar dari kelas

Anak-anak langsung bersorak ria dan mulai melakukan aktivitas mereka masing-masing, seperti anak cewek yang mulai mengeluarkan hp nya dan berfoto di dekat jendela karena pencahayaan matahari pagi yang sangat hakiki. Tidak lupa juga anak cowok yang sibuk dengan dunia mereka sendiri seperti main Pou misalkan?

Murid baru? Hmm mulai dari bu Lusi keluar kelas anak cewek mulai mengepung meja daffa.
Tak heran kenapa anak cewek banyak mengepoi meja daffa, daffa yang ganteng, memiliki kulit yang tidak terlalu gelap dan putih, postur tubuh yang atletis sungguh lelaki pencuri hati wanita. Tapi tidak dengan Vania. Vania melihat sinis dan kesal melihat ke arah daffa. Bagaimana bisa orang yang tiap hari merusak mood nya bisa satu sekolah dengan nya?!

Iya Daffa. Tetangga Vania yang paling menyebalkan yang bisa bikin Vania teriak dari atas balkon kamar nya karena ulah lelaki tersebut. Contoh nya seperti kejadian ini

Vania yang sedang terlelap menikmati siang nya di kamar nya terusik karena suara rusuh dari luar pintu balkon nya

Vania membuka mata nya dan beranjak dari kasur menuju ke sumber kerusuhan yang menganggu waktu hibernasi gadis itu

Sekejap Vania yang awalnya belum sadar sepenuh nya teriak seperti orang kerasukan

"Akhhhhhhh!" Pekik Vania saat ia menyaksikan apa yang ia lihat di depan mata nya. Yah, Vania melihat poster-poster Oppa kesayangan nya itu telah robek berhamburan di teras balkon nya. Vania melihat ke bawah dan mendapati siapa pelaku di balik semua ini. Daffa yang sudah cekikkan melihat teriakan Vania dan rambut Vania yang sudah seperti singa akibat dari tidur siang nya.

"Daffaaaa!!! Poster gue! Tau ga gue susah dapetin semua ini! Dan lo?! Biadab emang lo! Gue kesel banget liat lo! Akhh!!" Teriak Vania dari atas balkon dan hentakkan kaki nya yang menandakan kalo gadis ini kesal. Vania terduduk lemas melihat poster nya kini sudah menjadi kepingan kepingan yang tidak bisa lagi di satukan. Satu di pikiran Vania. Darimana ia mendapatkan Poster nya ini dan merobek nya dengan tega?!

Daffa sudah termasuk ke dalam blacklist Vania. Jika saja membunuh itu tidak haram, maka sudah jauh hari Daffa sudah menjadi hantu gentayangan karena Vania yang akan membunuhnya. Oke tidak, ini keterlaluan.

Inti nya Vania membenci Daffa!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut?

RivalWhere stories live. Discover now