Ok guys,jadi ini novel pertama gua dan maaf jika lumayan agak aneh,tpi mungkin tidak hanya agak namun memang aneh sepertinya,oke baiklah,dalam pikiran gua ini selalu ada aja imajinasi tentang remaja,setiap malam gua itu selalu membuat imajinasi yang kagak nyambung dan selalu aneh,karena gua orangnya agak aneh jadi silahkan simak kejadian selow berikut :v
Oke,bagian pertama dari cerita singkat ini diawali dari seorang anak yang menduduki bangku SMP. Panggil saja ia dengan nama Paco. Awal cerita dimulai hari senin pagi. Seperti biasa Paco bangun pukul 5 pagi kemudian mandi lanjut ibadah. Jam 6 Paco mempersiapkan kebutuhan sekolahnya lalu jam setengah 7 baru ia sarapan,setiap hari dia berangkat ke sekolah pukul 06.50 WIB. Dan alhamdulillah jarak rumah dan sekolah berjarak 2km. Meskipun terlihat tidak jauh,namun Paco membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke sekolah dengan sepedahnya. Sampai di sekolah ia selalu terlambat dan sering diberi peringatan oleh guru BK.
Karena Paco sering terlambat,suatu hari Paco sempat dimasukkan ke suatu ruangan yang paling ditakuti oleh seluruh siswa yaitu ruang BK.
"Paco,mengapa dirimu selalu terlambat?" tanya sang guru.
"Ya karena sarapan saya itu lama pak,saya juga biasa aja terlambat,karena bagi saya lebih baik masuk walau terlambat daripada saya tidak masuk pak" jawab Paco.
"Gini Paco,kita sebagai manusia harus berkembang,kita harus berusaha menjadi lebih baik setiap harinya agar kita menjadi insan yang berguna bagi bangsa di masa depan kelak" kata dari salah satu guru.
Dengan santai Paco menjawab"Jadi gini pak,saya juga tau hal tersebut,saya juga sudah berusaha,tapi namanya manusia pasti ada salahnya,dan ketika saya terlambat datang ke sekolah saya punya prinsip tersendiri pak".
"Apa prinsipmu?" tanya guru BK
"Tidak ada kata terlambat untuk BELAJAR" jawab paco dengan santai.
"Tapi kan tidak setiap hari kamu harus terlambatkan?" saut guru tersebut.
"Maaf pak,sekali lagi saya katakan semua itu perlu proses" jawab Paco untuk yang terakhir kalinya. Seketika guru tersebut langsung diam seribu bahasa dan langsung menyuruh Paco untuk kembali ke kelas tanpa diberi sanksi sedikitpun. Dengan lega Paco kembali ke kelas dengan santai tanpa dihukum oleh siapapun.
Sekian dulu kejadian selow yang bisa saya sampaikan dan maaf apabila ada salah kata atau apapun yang kurang berkenan di hati mohon dimaklumi karena saya baru download aplikasi ini:D
Dari cerita di atas jangan ditiru hal negatifnya dan ambil saja hal positifnya.
