[KookRin]

1.5K 87 1
                                        

Stay

-o0o-

Yerin mengembangkan senyumnya ketika pandangannya tertuju pada boneka anjing kecil itu. Dengan semangat ia mengambilnya.

"Sudah ketemu?" tanya lelaki yang sedari tadi mengikuti Yerin dari belakang.

Yerin membalikkan tubuhnya, menunjukkan boneka itu pada Jungkook, "Lihat ini! Dia lucu bukan?"

Jungkook hanya mengangguk tak peduli, "Ayo kita ke kasir sekarang."

"Aku akan memberikan ini besok," ucap Yerin yang sebenarnya buat diri sendiri.

Jungkook yang berjalan di samping Yerin itu menghela napas mendengar ucapan Yerin, "Aku yang antar."

Yerin membelalakkan matanya, "Untuk apa? Aku hanya tidak ingin jika kau menjadi nyamuk nanti."

Jungkook melirik Yerin sekilas, "Agar aku bisa memukulnya nanti kalau kau disakiti dengannya."

"Jungkook, Taehyung itu pacarku. Mana mungkin dia menyakitiku?"

-o0o-

Yerin diam seribu bahasa.

Itu bukan Taehyung.

Itu hanya Irene dengan pacarnya.

Taehyung bukan pacar Irene.

Penglihatanku mungkin salah.

Tubuh Yerin lemas seketika. Paper bag yang ia pegang kini terjatuh. Membuat sosok dua orang yang sedang asik berpelukan itu menoleh k arahnya.

Mata Yerin mulai memanas. Lelaki itu benar Taehyung.

"Yerin maaf, Irene adalah kekasihku dan kami akan menikah saat musim semi nanti."

Napas Yerin tersendat. Ia seperti kehabisan oksigen. Setelah sekian lama LDR. Setelah sekian lama tidak saling sapa. Setelah empat hari Yerin bertemu Taehyung yang habis pendidikan di Jepang. Dan hari ini tepat di ulang tahun Taehyung.

Butiran bening pun sudah keluar dari mata Yerin. Bahkan Taehyung tidak menghapus air matanya. Ia hanya menatapnya iba, bersama kekasihnya, calon istrinya.

Yerin mengambil paper bag yang terjatuh tadi. Tertawa renyah lalu membungkukkan tubuhnya, "Maaf mengganggu kalian. Jangan lupa undang aku di pernikahan kalian."

Yerin berbalik. Berjalan keluar cafe tersebut dengan kepalanya yang tertunduk. Ia tidak ingin orang di sekitarnya melihat air matanya. Namun karena cara jalan seperti ini, tubuh Yerin menabrak orang lain.

"Ma-maaf," Yerin perlahan menegakkan pandangannya, "Aku ti- Ju-jungkook?"

Melihat Yerin yang sudah dalam keadaan kacau, Jungkook membawa Yerin  ke dalam pelukannya. "Yerin-ah, kau kenapa? Apa Taehyung benar -benar menyakitimu? Katakan padaku, aku akan memukulnya."

Tangis Yerin semakin pecah, "Ju-jungkook, kau s-sedang apa di sini?"

"Tentu saja aku ingin memukul Taehyung karena Yerinku disakiti."

Yerin melingkarkan kedua lengannya pada pinggang Jungkook, menyandarkan kepalanya di dada Jungkook. Bahkan paper bag di tangannya kini sudah ia lepas. Tangisannya semakin terisak di dalam sana.

Jungkook mengusap kepala Yerin. Mengecup puncaknya. Lalu mendaratkan pipinya pada puncak kepala Yerin, "Sssst, sudah-sudah. Ada aku di sini. Kalau kau nangis nanti tanganku akan meninju Taehyung dengan otomatis."

Yerin yang masih terisak berusaha mengungkapkan sesuatu, "Ju-Jungkook, T-taehyung hiks Taehyung-"

Jungkook kembali mengusap kepala Yerin, "Sudah-sudah tidak usah dilanjutkan."

Yerin semakin mengeratkan pelukannya.

"Yerin, kembalilah pada sahabat kecilmu ini dan tetaplah bersamaku."

Yerin terdiam. Ia tidak menjawab apapun. Sejak dulu Jungkook memang sering menyatakan perasaannya secara blak-blakkan. Namun Yerin kira, ia hanya bercanda.

"Yerin, aku tidak bercanda. Aku mencintaimu. Sangat."

- END -

Yerin's Short FanfictionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang