Till I Die, ~You~

105 24 5
                                        

Till I Die, You Last One.

By, DanaErsaMarinda

Feat me.

~Drrt.. Drrt~

Tak tak tak..

1 Maret, 2038. Korea Selatan.

"Nama Kim Taehyung, cita cita membeli mesin waktu dengan uang yang selama ini ku kumpulkan"

Bernafas sejenak, kembali mengetikkan pikirannya pada komputer canggihnya.

"Harapan? ~menyeringai, namun matanya menerawang sendu~ harapan agar bisa bertemu dengannya "

Tersenyum tipis, tangannya mengusap buku kecokelatan yang menjadi buku kesayangannya sejak belasan tahun yang lalu.

"Apa yang akan ku lakukan jika nanti bertemu dengannya? Eum... Jika aku sudah bertemu dengannya, ku akan terus mencintainya sampai dia sendiri tak sanggup menahannya . Bahkan jika nanti dia bosan dan berlari aku akan mendapatkannya lagi"

Menahan air mata yang akan menganak sungai

" maka, tolong pertemukan aku dengannya lagi. Karena dia semesta ku. Tiffany Hwang"


~Drrt.. ~Drrtt~




15 Agustus 2016 .

"Jim, aku mau beli minum sebentar, jaga tempatku. Mengerti?! "

Jimin, sahabat seperbobrokan Taehyung Kim, si Casanova tampan . Park Jimin.

Taehyung Kim, dengan segala kelebihannya mampu menyandang gelar pangeran padahal baru seminggu ia berada di sana sebagai murid baru.

Tampan, cerdas, dan jago basket.

Min Yoongi, senior nya yang tadinya menjabat sebagai kapten tim basket langsung tertarik begitu melihat si pemuda kim bermain basket dengan kerennya.

Ah, titisan ku. Pikirnya.

Kembali ke kantin sebagai latar nya.

Saat ini, Kim Taehyung tengah mengantri di belakang siswi cantik teman sekelasnya. Bae Irene namanya.

"Oh hai Kim Taehyung. Mau beli minuman? "

Taehyung tersenyum hangat "ya, kau beli apa? "Tanya Taehyung balik, sebagai bentuk formalitas saja. Itu adalah hukum alam untuk bertegur sapa. Maksudnya di tanya agar di tanyai balik, begitulah manusia.

"Isotonik, sendiri? "

Taehyung menggeleng "Jimin sedang menjaga tempatku" Taehyung berjinjit, melihat berapa lama lagi dirinya harus mengantri "ah, panjang sekali antrian nya"

Irene tersenyum "kau bisa kembali ke tempat mu. Akan ku belikan untukmu"

Taehyung menggeleng"tidak, aku itu pria. Bagaimana jika kau yang menunggu dan aku yang membelikan untukmu? "Sekali lagi, Taehyung ingatkan. Ini hanya sebagai bentuk formalitas.

Irene tersenyum manis"benar ya? Aku tunggu di sana, terima kasih Kim Taehyung "

Taehyung mengangguk, tak ada salahnya juga sih ya. Akhirnya tinggal dua orang di depan nya lagi.

Brukk..

Taehyung merasakan punggung nya sedikit sakit karena seseorang menubruk punggung nya kencang.

You Last OneWhere stories live. Discover now