PLOT

22 1 1
                                        

Kerajaan Barapha adalah kerajaan besar di India Bagian Utara. Sepanjang tahun diselimuti salju yang tiada habisnya. Para leluhur setiap tahun mengadakan pemujaan besar untuk para Dewa, berharap Dewa-Dewi akan berbaik hati memberi mereka tanah kering dan subur tanpa salju yang melapisi.

Nyanyian, tarian, api, bunga, dan persembahan tak luput dari altar. Di tengah istana megah, mereka semua tersusun rapi. Didepan api suci itu, berdiri seorang Brahmana dan keturunan Raja yang akan memulai ritual. Mereka akan menyanyikan puji-pujian indah nan merdu diiringi tabuhan tabla dan seruling yang halus. Dentingan lonceng akan memenuhi penjuru langit hingga matahari perlahan bersinar dengan terang dan mencairkan salju.

Hanya dia yang terpilih yang dapat melakukan pemujaan. Pada kelahirannya, keturunan Raja terpilih itu akan menangis dengan nada dan tempo yang teratur hingga terdengar seperti gumam nyanyian yang parau. Mereka akan dibesarkan secara khusus, menghabiskan waktu dengan menyanyikan puji-pujian dan berlatih alat musik. Mata dan wajah akan ditutup, telinganya akan dilatih sedemikian rupa hingga tiada detak jantung yang tidak bisa didengarnya.

Mereka bernyanyi sepanjang hidup, sampai nafas terakhir mereka. Bahkan, para pelayan istana mengatakan bahwa mereka masih menyanyi pada sisa nafas yang bisa mereka raup. Mereka yang terpilih akan meninggal dengan senyum diulas indah dan terpahat bagai pahatan surgawi. Nama mereka akan diingat dan diukir pada altar batu besar tempat mereka melakukan ritual.

Dharma menyisakan nyanyian yang parau diakhir nafasnya. Perang yang menyebabkan hilangnya sekte dari dataran Tengah telah berakhir. Ia tersenyum bangga begitu nafasnya habis. Tujuannya telah tercapai. Diumur yang ke 33 tahun, akhirnya invasinya ke kerajaan kecil di sekitar Barapha selesai. Sekte yang menolak permintaan kerajaannya untuk mengirim murid telah hancur.

Wang YingYue menggenggam erat pedangnya di tangan kanan dan seorang anak kecil dalam pelukannya di tangan kiri. Ia menahan tangisannya untuk sisa sekte Zhong yang dihancurkan oleh penyanyi suci Kerajaan Barapha. Rambut hitamnya bergerak pelan mengikuti hembusan angin. Menghela nafas berat, ia berjalan meninggalkan reruntuhan.

YingYue mendengus, ia tersenyum miring dan berkata pada dirinya sendiri. "Dharma yang menjelaskan Karma telah menjadi Karma itu sendiri."

Ketika YingYue kembali membuka matanya, penyanyi suci yang lain telah hadir. Senyumnya yang kikuk dan ketakutannya akan orang luar membuatnya begitu lemah dan ringkih. Maka dari itu, pada malam ke-7 setelah ritual pemujaan, di Kerajaan Barapha, penyanyi suci itu dibawa pergi.

YingYue dan panglima Barapha, Sheehan, mengejar Metta. Dan ketika mereka menemukan sang penyanyi suci, sebilah pedang dan belati telah mengukungnya dari dua sisi.

 Dan ketika mereka menemukan sang penyanyi suci, sebilah pedang dan belati telah mengukungnya dari dua sisi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sheehan," panggil Metta lembut. "Berbaliklah. Jangan lihat aku."

Sheehan menurut dan berbalik. "Perintahkan hamba ini dan dua orang itu akan segera menghilang dari dunia ini."

Metta tertawa gugup. "Bibi Dharma sudah menunjukkan pada kita apa arti Karma, kenapa harus membunuh?"

Metta menutup matanya. Ia menghela nafas berat. Seluruh tubuhnya diselimuti keringat dingin. Tubuhnya bergetar menahan tangis.

"Seorang penyanyi suci tidak boleh bertindak tidak suci."

Hai semua! Perkenalkan saya Sabhyakati (artinya terberkati)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hai semua! Perkenalkan saya Sabhyakati (artinya terberkati). Ini iseng aja setelah lihat temen saya post foto bertiga yang diatas. Jujur ngakak tapi keren.

Settingnya itu di India sekitar masa kerajaan Gupta/320 Masehi (berarti setelah kerajaan Maurya runtuh karena setelah Ashoka meninggal, raja tidak berkompeten). Karena Gupta beragama Hindu, mayoritas masyarakat akan beragama Hindu. Namun, kerajaan Barapha ini nanti akan beragama Buddha karena berdasar sejarah, banyak peziarah Buddha dari Tiongkok yang datang ke India pada masa itu.

Sesuai yang tadi dibilang bahwa banyak orang Tiongkok yang saling berhubungan dengan India, nanti akan lebih banyak karakter Tiongkok dibanding India sendiri.

Ini akan menjadi novel supranatural dan bukan novel sejarah. Semua berdasarkan imajinasi dan segala macam kekuatan yang ada tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Semoga pembaca sekalian bisa menikmatinya.

Panduan karakter akan muncul setahap demi setahap. Semoga visualisasinya akan sesuai ya ^^.

LAST SONG I'VE HEARDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang