1. Kau masih ingat pulang, rupanya?

6.8K 310 2
                                        

Terlihat banyak wartawan dan puluhan orang membawa poster dukungan berkumpul di depan sebuah gedung. Mereka tampak menunggu kedatangan seseorang, sementara beberapa petugas keamanan sibuk menjaga ketertiban.
Tak lama kemudian, seorang wanita cantik keluar dari dalam gedung. Ia mengenakan gaun merah marun sederhana, dengan rambut hitam panjang yang terurai rapi. Penampilannya tidak mencolok atau mewah, namun justru itulah yang menonjolkan pesonanya. Riasannya ringan, dan di tangannya ia menggenggam sebuah tas tangan hitam, dipadukan dengan sepasang heels cokelat polos.

Kulitnya yang putih bersih bak porselen tampak kontras dengan warna gaunnya yang merah marun. Mata yang sedikit sipit, hidung mancung, dan bibir mungil yang memesona membentuk perpaduan harmonis yang memperkuat pesona alaminya. Ia tampak seperti dewi yang muncul di tengah oasis terpencil—anggun, memikat, dan tak mudah dilupakan. Dengan langkah tenang, ia berjalan keluar, didampingi oleh beberapa orang di sisinya.

Setelah wanita itu keluar sepenuhnya, suasana langsung berubah menjadi sangat antusias. Kilatan cahaya kamera pun tak henti-hentinya membidik dan mengabadikan kecantikannya. Beberapa orang bahkan berusaha saling dorong untuk mendekat, namun selalu dihalangi oleh petugas keamanan. Teriakan-teriakan panggilan membahana di mana-mana, membuat area itu menjadi sangat ramai dan penuh energi.

 Teriakan-teriakan panggilan membahana di mana-mana, membuat area itu menjadi sangat ramai dan penuh energi

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Dewi!! Dewiku!!"

"Dewi kita terlihat sangat memukau hari ini!"

"Gaun itu terlihat sangat cocok sekali dengannya!!"

Wanita tersebut berjalan mendekati kerumunan dan berhenti di dekat mereka. Ia memandang semua orang dan melambaikan tangannya serta sedikit menundukkan kepalanya sebelum mulai berbicara.

"Halo apa kabar? Bagaimana kabar kalian hari ini?" tanya wanita tersebut dengan lembut.

"Baik!" Teriakan jawaban pun mulai terdengar.

"Kabar kami baik!" Suara jawaban mulai bergema satu persatu.

Wanita tersebut kembali tersenyum dan berbicara kembali. "Maaf karena telah membuat kalian menunggu. Apakah kalian sudah tidak sabar menunggu .........."

"Ya!!"

"Kami sangat penasaran!!"

"Acara perilisannya terasa sangat lama bagi kami"

Wanita tersebut tertawa lembut setelah mendengar jawaban terakhir. "Terima kasih karena sangat bersemangat untuk menantikan."

"Kuharap kalian dapat menikmati dramanya dengan baik nanti"

"Tentu. Kami akan sangat bahagia melihat akting Dewi kami" kata salah seorang diantara kerumunan.

Wanita tadi pun tersenyum sangat cerah saat mendengarnya.

Beberapa saat kemudian, sebuah van hitam muncul di dekat mereka untuk menjemput wanita tersebut. Merasa sudah saatnya pergi, wanita itu mulai mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemarnya, lalu berjalan menuju van. Sebelum masuk, ia sempat melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Van hitam itu pun melaju pergi, meninggalkan keramaian di belakangnya.

OUR CONTRACTWhere stories live. Discover now