Bagian I

27 4 0
                                        

Do Hyunsong POV

"Hyunsong, kamu lebih baik bangun sekarang. Kamu tidak tahu telingaku hampir berdarah karena mendengar ayah mengomel. Aku lelah dengan kalian." ujarnya malas.

"Oke, aku bangun. Jadi berhentilah mengomel." Aku bangun dan menatapnya tajam.

"Kamu harus bekerja dengan Ayah. Tidakkah kamu tahu bahwa Ayah ingin sekali kamu bekerja dengannya?"

"Ya, kamu berjanji bahwa kamu akan membantuku. Aku akan mendapatkan pekerjaan segera." balasku dengan kesal.

"Lebih baik kamu memegang kata - katamu. Aku pergi."

"Akhirnya aku terbebas dari Do Kyungsoo yang menyebalkan." aku memutar bola mataku senang.

Dia seharusnya berhenti mengomel kepadaku seperti mengomel kepada anak perempuannya. Hey, kita hanya berbeda dua tahun saja dan itu bukanlah suatu masalah yang besar bagiku. Aku harus menemukan pekerjaan secepatnya sehingga dia akan berhenti mengomel setiap pagi. Telingaku bisa-bisa tuli cepat atau lambat.

Aku bangun dari tidurku dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku membersihkan diriku sebelum menggunakan jubah mandi. Aku keluar dari kamar mandi dan menutup pintu di belakangku. Hidupku sangat membosankan setelah Ibuku meninggal. Mendapatkan omelan setiap pagi dan itu sangat menyebalkan.

Mataku menatap sebuah gambar di atas meja. Bukan sebuah hal yang membanggakan, namun aku mempelajari cara menggunakan pistol, panah dan beberapa ilmu bela diri. Aku pikir, aku mengikuti langkah ibuku. Dia adalah seorang atlet. Tidak heran mengapa Ayah membuatku berhenti setelah ibu meninggal. Dia tidak ingin sesuatu yang sama terjadi kepadaku.

Do Hyunsong, itulah namaku. Umurku dua puluh tahun. Seperti yang kamu tahu, Do Kyungsoo adalah kakakku dan dia berumur dua puluh dua tahun. Ya, perbedaan kita hanya dua tahun namun Ia bersikap seolah-olah kita berbeda sepuluh tahun atau sebagainya. Ibuku meninggal enam bulan yang lalu. Tidak ada yang tahu bagaimana dia meninggal. Sekarang aku hidup dengan ayahku dan kakakku.

Ayah pernah berkata bahwa seseorang yang tidak menyukai ibu yang melakukannya. Namun aku tidak ingin mengambil kesimpulan apa-apa di saat diriku sendiri tidak ingat dengan jelas apa yang terjadi pada hari itu. Ayah sangat khawatir semenjak aku menjadi saksi dari kejadian hari itu. Butuh waktu dua bulan untuk kembali normal dari trauma atas kejadian itu.

Aku menggunakan jaket kesukaanku dengan sebuah celana pendek. Jika Kyungsoo menemukanku seperti ini, dia pasti akan memarahiku dan membuatku mengganti pakaian. Dia menjagaku seperti aku adalah seorang bayi. Aku tidak ingin berkomentar sudah seberapa banyak dia memarahiku tentang bagaimana aku berpakaian karena aku tahu bahwa dia mencoba untuk melindungiku. Sebenarnya itu tidak sulit, hanya saja aku membuat semuanya menjadi sulit. Pembawa masalah, itulah aku.

Aku meninggalkan rumah dengan sebuah tas ditanganku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Menemukan pekerjaan? Aku tidak akan melakukan itu hari ini sepertinya. Kemarin aku mencoba menemukan pekerjaan sepanjang hari dan kembali ke rumah pada tengah malam. Jadi, hari ini aku hanya akan beristirahat. Mungkin menikmati secangkir kopi.

Aku terus berjalan sampai aku mendengar seseorang berteriak.

"Tangkap dia!"

Apa yang mereka maksud? Aku melihat sekelilingku sampai aku melihat seorang pemuda menggunakan masker berlari ke arahku. Dia berlari sangat cepat tapi harus aku ingatkan jangan pernah berlari di jalan atau kamu akan menyakiti dirimu. Maksudku, kamu bisa terjatuh. Aku hanya menatapnya berlari. Ini akan jadi menyenangkan. Sedikit lagi... dan..

bruk...

Seperti yang aku katakan, jangan berlari dan kamu akan terjatuh.

Aku tidak ingin membuang waktuku. Aku mengambil tangannya dan memutarnya ke belakang punggungnya. Itu pasti sakit. Saat kalian berlari, lihatlah sekeliling kalian. Kamu mungkin akan tersandung sesuatu. Seperti sekarang, dia tersandung kakiku. Dia seperti buah yang jatuh dari pohonnya.

Aku melihat tiga orang berlari ke arahku. Mereka pasti orang yang berteriak tadi. Aku melepaskannya dan salah satu dari tiga orang tersebut menariknya dariku. Itu terlihat aneh ketika aku melihat tiga orang dalam pakaian yang sangat rapi.

"Terima kasih sudah menangkapnya." Aku mengangguk perlahan.

"Saya pikir saya akan kehilangannya." Aku berbalik dan aku melihat seorang wanita berdiri di belakangku. Dia terlihat familiar untukku.

"Terima kasih banyak. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia menghilang." Dia berterima kasih kepadaku. Aku menatapnya kepadanya untuk memastikan bahwa yang aku lakukan benar atau salah.

'Yoojin." Aku terkesiap. Seluruhnya menatapku aneh. Aku hanya memanggil namanya.

"Ya? Aku pasti sangat terkenal. Jangan melihatku seperti itu." Yoojin membalasnya dengan malu-malu. Aku memberikan tanganku terlebih dahulu.

"Saya anak perempuan dari Do Yeorum."

"Tidak mungkin." Dia terkesiap dan terkejut. Sekretarisnya terkejut ketika aku mengatakan itu.

"Kita bertemu kembali." Aku menyeringai..

**

Halooo..

Cerita ini adalah sepenuhnya milik @starlight_sy , saya disini hanya menerjemahkan dan sudah mendapat izin untuk menerjemahkannya. Kalau mau membaca english versionnya, bisa dibaca langsung dipenulisnya^^

Maaf kalau ada typo, Hope you enjoy guys!

Maaf kalau ada typo, Hope you enjoy guys!

Rất tiếc! Hình ảnh này không tuân theo hướng dẫn nội dung. Để tiếp tục đăng tải, vui lòng xóa hoặc tải lên một hình ảnh khác.


Salam hangat dari DO Kyungsoo😉

GUARD OF MY HEART [Translate]Những tác phẩm khiến độc giả say mê. Hãy khám phá bây giờ