Suamiku Lelaki Panggilan

82 5 2
                                        

Hi,
Baru berani post satu cerpen sebagai tanda perkenalan. Ini sudah pernah di post beberapa waktu lalu di KBM sih sebenernya. Insyaallah akan ada cerita lain nyusul ya. Semoga terhibur.

😘😘

Entah sejak kapan Mas Anto, suamiku itu sibuk mematut diri di depan cermin.

"Mas, mbok ya sudah tho, nggak usah berlama-lama bercermin. Sudah ganteng ini," ucapku sambil memeluknya dari belakang.

"Ya nggak papa tho, Yang ...  aku ini mau keteme klien penting. Masa awut-awutan. Nggak mau kan punya suami kumel, seperti nggak pernah merawat diri?" jawab Mas Anto.

"Ya nggak perlu berlebihan tho, Mas. Biasa saja. Mas itu sudah ganteng, banyak yang naksir," ucapku cemberut.

"Kamu cemburu ya?"

"Nggak boleh?"

"Boleh."

Memang lagi manja, maunya dimanja, pingin berduaan dengan dirimu saja.... Ponsel Mas Anto menjerit manja.

"Nih Mas, dari Lusiana," kataku sambil menyodorkan ponselnya.

"Ya, gimana?"

"____"

"Nggak bisa panas?"

"___"

"Ya, ya ... tangan saya memang sudah terbiasa, Mbak."

"___"

"Nggak masalah ... kapanpun Mbak butuh saya, saya datang."

"___"

"Sama-sama, Mbak." Mas Anto lalu menaruh ponsel di meja.

"Apalagi sih, Mas?"

"Biasalah, Yang. Seperti nggak tahu saja."

"Mau berangkat sekarang?" tanyaku.

"Iya, kasihan nanti yang nunggu kelamaan."

"Nggak makan dulu, Mas?"

"Nggak usah, mas udah sikat gigi, ntar malah bau lagi."

"Berangkat dulu ya, Sayang," Mas Anto mencium dahiku dan mencubit hidungku.

"Ih, kelakuan, deh,"

"Aku gemes sama kamu, Yang,"
Tiba-tiba Sibad jerit-jerit lagi.

"Ya, Tante Gaby, ada apa?"

"____"

"Ya, agak siang ya, Tante."

"___"

"Oh ... di kamar Tante?"

"___"

"Siap, Tante."

Hmm,sepertinya Mas Anto akan pulang malam lagi hari ini.

"Yang, nanti ndak usah nungguin aku kalo mau makan malam. Mas kayaknya pulangnya malam. Siapin aja STMJ, susu telor madu jahe, Ok?" Mas Anto mengedipkan matanya.

"Genit!"

"Tapi cinta, kan?"

"Sana berangkat. Pulang bawa uang yang banyak! Besok aku mau shopping."

"Okehhh. Bye, Sayang...."

Selesai beberes rumah, waktunya me time. Sudah ada drakor terbaru yang akan aku tonton seharian full. Ahay,.... Indahnya duniaku hari ini, tiada yang akan mengganggu acara nontonku hari ini. Begitulah hari ini kegiatanku hanya nonton, makan, ke kamar mandi, nonton lagi, makan lagi. Mataku sampai sepet. Kuaci kemis, kacang dua  hamster, tisu, selalu tersedia. Air mata tak henti berderai. Ampuun, ini begitu menyedihkan. Jam di dinding sudah bergerak ke angka 9. Kumatikan laptopku, nggak tahan lagi mata ini nonton dari pagi. Mas Anto pasti akan segera datang. Benar saja, suara mobilnya terdengar masuk garasi.

"Honey, I'm coming!"

"Malem banget pulangnya?" kataku.

"Udah nggak usah cerewet. Aku capek. Kaki gempor, badan rasanya remuk semua. Mana STMJ-nya," tagih Mas Anto.

"Mandi dulu sana, bau ...," kataku.

"Iya, iya ...."

Aroma shampoo dan sabun mandi menguar di kamar begitu Mas Anto keluar kamar mandi. Mataku menatapnya terpesona. Rambutnya masih basah dan badannya makin terlihat macho di mataku.

"Mas, cepet ganti baju ih," kataku.

"Bilang aja terpesona!"

"GR!"

"Mana STMJ-nya?" Mas Anto segera mendekatiku setelah memakai baju.

"Mana duitnya?"

"Dasar istri matre!"

"Biarin!"

Mas Anto mengambil sesuatu dari tasnya. Mataku berbinar senang. Lembaran-lembaran pink itu menari-nari di depan mataku.

"Dih, langsung ijo kalo lihat lembaran pink. Nih, buat kamu semua."

"Makasih ayang mbeebbb," aku langsung memeluk Mas Anto.

"Nggak usah lebay, biasa aja. Yang penting  pandailah mengelola uang. Mas rela kerja ginian, berangkat pagi pulang malam demi kamu seorang," rayunya.

"Iya, Mas Sayang,"

"Pijitin!"

"Iya, Mas,"

"Capek banget nih, semua rewel minta excellent service."

"Mas memang ahli memuaskan pelanggan."

"Tapi badan sama pikiran capek semua."

"Kan ada aku yang selalu siap mijitin kamu, Mas,"

"Iya, ya. Kamu biar matre tetap the best, Yang,"

"Akuuhh,"

"Pijitnya ntar plus ya,"

"Dih, mulai deh."

"Nggak mau?"

"Maulah, Mas ...," jawabku malu-malu.

"Nggak usah sok malu deh,"

"Dih," kataku sambil mencubit pinggangnya, "oya Mas, Bu Ndari tadi ke sini, besok Mas disuruh ke rumahnya. Katanya sudah dua hari ndak bisa nyuci. Mesin cucinya error. Sekalian nengokin kulkas Bu Rahma, katanya ndak bisa buat es batu."

"Akuuuuu juga!" Mas Anto tepok jidat.

😂😂😂
Apa kalian tersenyum?
I'll happy if you smile. Karena senyum kalian akan menghangatkan dunia. Eaaaa...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 28, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Short StoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang