"Mak.. bener nggak sih sex itu enak?" tanya si Abang.
Dhuuaaaar. OMG punya anak millenial gini banget yaa?
Iyalah orang gadget ditangannya dunia di genggamannya alasan sih ada tugas sekolah yang harus cari di google.
Akhirnya searching nyasar kemana mana, syukurnya sekarang diblokir tuh video "miskin". Jadi ketemunya "cerita"
Di suatu sore saat menikmati jus di teras belakang dengan si abang, anakku yang beranjak remaja 15 tahun usianya.
OKE, pasang wajah bijak bertanya pelan "Abang kok tanya gitu sayang? "
"Tadi abang ada baca cerita pas cari tugas" sambil serahin HP nya.
"Oohh.. Sex itu abang dah tau apa?" sambil senyum wibawa.
Padahal aslinya degdegan harus bagaimana menyikapinya.
"Hmm... Abang ingat hari itu mak bilang sex adalah hubungan laki laki dan perempuan untuk memiliki anak." menjawab sambil menerawang mengingat percakapan lama.
Tarik nafas hembusin perlahan. Alhamdulillah si abang terbuka pada emaknya tentang apapun yang ingin dia ketahui.
Karena kami Sahabat.
"Abang dengarkan emak dulu ya sayang "
Dijawab anggukan.
"Jadi gini Bang, sex adalah fitrahnya makhluk Tuhan untuk meneruskan keturunannya untuk manusia dan hewan. " sambil tersenyum bijak.
"Yang membedakan kita manusia dengan hewan adalah manusia melakukan sex dengan bertanggung jawab."
"Seperti kita bilang sex untuk melanjutkan keturunan, gimana kalau anaknya ada ibunya ga tau siapa bapak anaknya? Kan kacau. Makanya tidak boleh melakukan sex sembarangan "
"Selanjutny, sex adalah kebutuhan. Sama seperti kita perlu makan, minum pakaian dan tempat tinggal."
"Kenapa kebutuhan mak?" Wajahnya mengernyit tanda bingung.
"Iya sayang, karena saat abang nanti beneran udah dewasa sex adalah kebutuhan yang harus abang penuhi."
"Makanya saat usia seseorang sudah dewasa maka sangat dianjurkan dia untuk menikah."
"Jadi bang, sex itu adalah kebutuhan.
Karena itu kebutuhan, jadi itu bukan hal yang luar biasa."
"Jadi balik lagi ke tanya abang pertama, sex enak?. Mak akan tanya abang, makan enak? "
"Biasa aja kan abang bilang, kalau menunya enak makannya nambah, kalau kurang enak makannya sedikit."
"Maka ini gitu juga sayang, enak atau tidak enak belum saatnya abang tahu. Karena belum saatnya jadi makanan abang."
"Kalau mak ibaratkan sex itu mie instan"
Si abang heran "Kenapa mak?."
"Abang lihat iklan mie instan yg tulisan gambar atau bahkan video semuanya mengundang penasaran abang untuk mencicipinya".
"Apalagi misalnya keadaan abang tidak atau belum boleh makan mie itu karena alergi misalnya."
"Bisa abang sangat menginginkan dan sangat penasaran akan rasanya. "
"Tapi saat telah tiba waktunya abang boleh makan apapun tidak ada larangan lagi dan punya kemampuan untuk membeli tentu mie instan pilihan terakhir abang untuk dimakan. "
"Iyalah mak, hehehhehe" si abang tersenyum .
"Jadi sayang emak, sabar ya. Akan ada waktunya semuanya, sekarang biarlah tanggung jawab terbesar abang hanya PR dan menyapu rumah. " sambil menepuk kepalanya.
"Mak masak nasi dulu ya, sebentar lagi Ayah pulang, panggil adeknya suruh mandi." beranjak ke dapur sambil tersenyum lega.
"Deeeeeek dipanggiiil emaaaak suruuuh mandiiiii" suara abang menggema dari halaman...
🍜🍜🍜🍜
BELAJAR CURHAT
2702019 : 11.19
