PROLOG

52 12 26
                                        

"Jangan menganggap apa yang kita sayangi selalu benar,ada kalanya sesuatu yang paling kita bela,adalah racun yang akan membunuh kita sendiri"

"Ariana kamu mau bawa aku kemana,hujan-hujan gini" sosok itu mengomeliku sambil meletakan jaketnya dikepalaku kesusahan karena aku menolak memakainya

Aku terkekeh mendengar ocehannya,dengan lembut kutangkupkan kedua tanganku di wajahnya

Wajah yang terpahat sempurna dimataku dan mata orang lain

Aku mulai menggegam tangannya

"Mau ke bawah pohon,ayo ikut aku,aku mau bikin sesuatu" ujarku menyeretnya pelan

"Kamu mau ngapain ini hujan,nanti kamu sakit" ujarnya menolak sambil menahanku

Tanpa memperdulikannya mengoceh aku tetap membawanya pergi ke sebuah taman,terdapat pohon besar di tengah taman itu,dengan wajah berseri aku memahat sesuatu huruf di batangnya.

Ar²

"Ar²?" tanyanya bingung menautkan alis menatapku

"Iya Ar²,aku sama kamu" ujarku tersenyum

Dia menatapku dan tersenyum manis sekali,dan itu senyum terakhirnya setelah beberapa saat ada cahaya kilat menyambar

"ARIANA AWAS!"

***

"ARIAN!" melva terbangun dengan napas terengah-engah

Mimpi itu lagi..

Melva mengusap pelan wajahnya dan menggaruk kepalanya

Jam 2 pagi

Melva menyibakkan selimutnya dan melihat ke arah nakas

Ada sebuah pigura kecil dirinya dengan orang yang menjadikan dirinya sebagai tokoh utama di hidupnya

Second ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang