"Jangan menganggap apa yang kita sayangi selalu benar,ada kalanya sesuatu yang paling kita bela,adalah racun yang akan membunuh kita sendiri"
"Ariana kamu mau bawa aku kemana,hujan-hujan gini" sosok itu mengomeliku sambil meletakan jaketnya dikepalaku kesusahan karena aku menolak memakainya
Aku terkekeh mendengar ocehannya,dengan lembut kutangkupkan kedua tanganku di wajahnya
Wajah yang terpahat sempurna dimataku dan mata orang lain
Aku mulai menggegam tangannya
"Mau ke bawah pohon,ayo ikut aku,aku mau bikin sesuatu" ujarku menyeretnya pelan
"Kamu mau ngapain ini hujan,nanti kamu sakit" ujarnya menolak sambil menahanku
Tanpa memperdulikannya mengoceh aku tetap membawanya pergi ke sebuah taman,terdapat pohon besar di tengah taman itu,dengan wajah berseri aku memahat sesuatu huruf di batangnya.
Ar²
"Ar²?" tanyanya bingung menautkan alis menatapku
"Iya Ar²,aku sama kamu" ujarku tersenyum
Dia menatapku dan tersenyum manis sekali,dan itu senyum terakhirnya setelah beberapa saat ada cahaya kilat menyambar
"ARIANA AWAS!"
***
"ARIAN!" melva terbangun dengan napas terengah-engah
Mimpi itu lagi..
Melva mengusap pelan wajahnya dan menggaruk kepalanya
Jam 2 pagi
Melva menyibakkan selimutnya dan melihat ke arah nakas
Ada sebuah pigura kecil dirinya dengan orang yang menjadikan dirinya sebagai tokoh utama di hidupnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Second Chance
RomanceMelva ceria Melva bahagia Melva nggak punya masalah Itu semua kata orang Tapi Melva bukan seperti yang orang katakan Melva tak punya alasan untuk ceria apalagi bahagia Melva bahkan setiap harinya diliputi masalah Tapi Dava datang Wajah yang sama mem...
