Chapter 1

5 0 0
                                        

SECRET ADMIRER

Ada orang-orang yang tumbuh dengan suara kedua orang tua di pagi hari.

Ada yang tumbuh dengan pertengkaran kecil di meja makan, suara ibu yang memanggil dari dapur, atau ayah yang mengingatkan untuk tidak terlambat sekolah.

Alvaro Adam tidak memiliki semua itu.

Ia bahkan tidak pernah benar-benar tahu seperti apa rasanya bangun tidur dan mengetahui bahwa kedua orang tuanya masih berada di rumah yang sama.

Karena ketika usianya baru lima tahun, rumah itu sudah tidak lagi menjadi tempat untuk mereka bertiga.

Semuanya berakhir begitu saja.

Atau setidaknya, begitulah yang Alvaro pahami dari ingatan kecilnya.

Ia tidak mengerti kenapa orang dewasa bisa berhenti saling mencintai.

Tidak mengerti kenapa dua orang yang sebelumnya selalu bersama tiba-tiba harus berjalan ke arah yang berbeda.

Yang ia tahu, suatu hari ia ikut dibawa ke rumah nenek.

Dengan sebuah tas kecil berisi beberapa pakaian.

Dan sejak hari itu, rumah nenek menjadi tempat tinggalnya.

Awalnya Alvaro selalu bertanya.

"Papa kapan datang?"

"Nanti."

"Mama?"

"Nanti juga."

Jawaban yang sama selalu diberikan nenek.

Nanti.

Namun semakin besar, Alvaro mulai mengerti bahwa kata nanti tidak selalu berarti seseorang benar-benar akan datang.

Kedua orang tuanya menikah lagi dengan pasangan masing-masing.

Mereka memiliki kehidupan baru.

Kehidupan yang tidak lagi menjadikan Alvaro sebagai pusatnya.

Nenek tidak pernah menjelek-jelekkan kedua anaknya di depan Alvaro.

Tidak pernah mengatakan bahwa mereka meninggalkannya.

Tidak pernah mengajarkan Alvaro untuk membenci.

Justru perempuan tua itu selalu berkata,

"Jangan pernah marah sama Mama dan Papa kamu, Nak."

Alvaro kecil biasanya hanya diam.

"Kenapa?"

"Karena mereka tetap orang tua kamu."

"Tapi kenapa aku tinggal sama Nenek?"

Nenek tersenyum, lalu mengusap rambutnya.

"Karena sekarang Nenek yang punya kesempatan menjaga kamu."

Jawaban itu sederhana.

Namun bertahun-tahun kemudian, Alvaro baru mengerti arti sebenarnya.

Nenek tidak sedang mengambil tempat siapa pun.

Nenek hanya berusaha memastikan seorang anak kecil tidak merasa sendirian.

⸻

Alvaro tumbuh menjadi anak yang tidak banyak meminta.

Kalau teman-temannya meminta dibelikan mainan baru, ia jarang melakukannya.

Kalau ingin sesuatu, ia lebih sering menabung dari uang jajannya sendiri.

Bukan karena neneknya tidak mampu.

Justru sebaliknya.

Nenek selalu berusaha memberikan apa yang Alvaro butuhkan.

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Sep 15 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

Secret AdmirerHistórias para pegar e não largar. Descubra agora