Malam Valentine

10 3 0
                                        

          Suasana kamar begitu tenang malam ini. Lampu belajar di kamar terlihat redup dan hanya terlihat sorot lampu belajar yang terfokus ke meja. Lili terlihat sedang duduk di depan meja menghadap ke arah jendela kamar sambil memutar pena yg ada di tangannya seperti sedang bermain pen spinning. Menopang dagu dengan tangan kirinya. Warna pendar lampu kendaraan terlihat samar dari jendela. Terdengar suara kendaraan lalu lalang di jalan raya.
Terlintas sekelebat kenangan indah antara Lili dan Sabil yang membuat Lili semakin galau.

      Suasana selepas hujan memang sangat menenangkan. Aroma dari udara dingin sangat nyaman dan meneduhkan. Namun, Lili seperti tidak bersemangat di hari yang spesial kali ini, yang mengingat malam ini adalah malam valentine yang seharusnya memberikan kesan yang menyenangkan hati. Namun, dia tidak merasakannya sekarang.

Menurutnya ini adalah hari yang melelahkan dan merepotkan. Pasalnya, Lili baru saja putus dengan pacarnya beberapa hari yang lalu tanpa alasan yang jelas. Sehingga membuatnya galau dan kehilangan semangat.

      "Kenapa harus putus sih?, padahal aku masih sayang sama kamu Bil. Andai waktu bisa diulang, aku pengin minta maaf sama kamu dan mulai semuanya dari awal."  Gumam Lili. 

Semenjak putus dari Sabil, Lili menjadi sangat galau akibat putus yang tak beralasan. Sabil tidak memberitahu alasan yang sebenarnya kenapa mereka harus putus. Karena bagaimanapun, Sabil tidak ingin melukai hati Lili lebih dalam dan membuat Lili semakin kecewa atas alasannya putus.

"Lili, ayo makan malam dulu nak. Makan malamnya nanti keburu dingin." Teriak Linda, ibunya, dari ruang makan.

"Iya ma." jawab Lili singkat.

Sebenarnaya Malam ini dia malas makan karena mood nya masih berantakan. Tapi karena perutnya sudah lapar, Lili memutuskan untuk pergi makan bersama Linda.

"Ayo kita makan." Ucap Linda seraya tersenyum, sesampainya Lili di meja makan.
"Iya ma." Sahut Lili.

Linda merasa ada yang aneh dengan anak nya. Akhir-akhir ini, Linda melihat Lili selalu tidak bergairah dan sering mengurung diri di kamar. Sesekali Linda mendengar tangisan Lili dari balik pintu kamar Lili. Sebagai seorang ibu, Linda merasakan apa yang Lili rasakan. Linda menjadi sedih dengan keadaan Lili yang terus-menerus murung. Suasana meja makan hening tanpa adanya percakapan di antara mereka berdua. Terlihat mereka makan berdua, namun Lili tidak bersemangat seperti biasanya.

"Lili, kamu kenapa? Akhir-akhir ini kamu sering sekali mama lihat murung di kamar."

"Kamu ada masalah apa? Cerita sama mama, biar mama gak khawatir sayang. Apa kamu putus sama Sabil?." Tanya Linda pada anak kesayangannya itu.

"I...iya, aku putus sama Sabil ma."

"Aku gak tahu kenapa Sabil bisa mutusin aku. Dia gak ngasih alasan apapun sama aku. Aku jadi bingung sama diri aku sendiri ma. Aku gak tahu apa salah aku sama dia sampai akhirnya dia mutusin aku gitu aja."

Keluh Lili pada Linda.
Sekarang selera makan Lili menjadi hilang karena menceritakan semua keluh kesahnya pada ibunya itu. Lili sudah tidak bisa membendung air matanya. Air matanya mengalir membasahi pipi Lili yang tembem dan matanya terlihat merah.

    "Aku ke kamar dulu ma." Pamit Lili pada Linda sambil mengusap air matanya.

   "Loh, makanannya dihabikan dulu sayang." Pinta Linda

"Aku udah kenyang ma." Sahut Lili dengan suara yang parau.

                              ___

Susana sekolah sedang ramai kali ini karena ada persiapan pensi yang diadakan oleh pihak sekolah. Banyak siswa yang sedang berada di luar kelas. Lili berjalan santai menuju kelas nya. Disana sudah ada Bani,sahabat Lili yang duduk sambil mendengarkan musik lewat hp. Lalu, Lili duduk di sebelah Bani. Bani heran dengan raut wajah Lili hari ini.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 25, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Apaan Nih? Where stories live. Discover now