KRING KRING KRING
alarm pada handphone Nia selalu berbunyi tepat pada jam 5 pagi. Dia pun terbangun dan mematikan alarm itu. Setelah mematikan alarm, dia beranjak dari tempat tidur dan melenggang ke kamar mandi untuk bersiap siap ke sekolah.
Selesai bersiap, Nia langsung menuju lantai bawah rumah nya untuk sarapan bersama keluarga kecil nya.
Di meja makan dia melihat ibu nya sedang menyiapkan sarapan pagi.
Nia selalu menyukai masakan ibunya. Seakan itu adalah masakan terenak didunia.
"Ibu, masak apa lagi pagi ini?" Tanya Nia sembari menghambur pelukannya pada punggung ibunya.
"Masak makanan kesukaan ade dong"
Ibunya menjawab dan tersenyum melihat tingkah anak nya.
"Tolong panggilkan kakak dan ayah mu" pinta ibunya, karena ayah dan kakak nya belum juga turun sejak tadi.
"Baik bu" Nia langsung melenggang pergi ke lantai atas.
Di lantai atas, Nia menuju kamar kakak nya terlebih dahulu.
Pelan pelan dia membuka pintu, dan mendapati kakak nya sedang mengenakan seragam sekolah dan sudah bersiap ingin kebawah
"Ishh, baru juga mau dipanggil" Nia memanyunkan bibir nya, karena merasa kakak nya membuang buang waktunya saja untuk mengecek ke kamarnya.
"Kakak pasti turun kok, adik kecilll" ujar kakak nya sambil mengacak acak rambut Nia karena gemas dengan tingkah adik nya itu.
"Ehh, gak usah ngacak rambut orang coba" Nia yang kesal langsung pergi saja ke kamar ayah dan ibunya.
Tok tok tok
"Ayah, ayah" Nia mengetuk pintu dan memanggil ayah nya.
Kali ini dia tidak ingin langsung membuka pintu kamar ayah ibunya.
"Iya, sebentar lagi. Kalian duluan saja makannya ya sayang" Nia mendapati sahutan dari kamar orang tua nya, yang tak lain adalah ayah nya.
"Baiklah ayah, cepat sedikit ya.. nanti ade telat" Nia sedikit berteriak agar ayahnya mendengar dari dalam sana.
Dia pun akhirnya turun lagi ke lantai bawah, ke meja makan tepatnya.
Disana kakak dan ibunya sudah menunggu.
"Kata ayah sebentar lagi bu" Nia langsung menjawab tatapan mata ibunya yang seakan bertanya dimana ayahnya.
Ibunya pun menjawab dengan anggukan saja.
"Dek, hari ini kamu sama kakak aja ya" tiba tiba Niko membuka percakapan disela acara makan nya.
Yup, nama kakak Nia adalah Niko. Dia kelas 12. Usia mereka hanya berbeda 2 tahun. Itu artinya Nia sekarang berada di kelas 10.
Sebenarnya mereka berdua berada di satu sekolah yang sama. Hanya saja, kakak nya itu sering sekali tidak mau berangkat bersama adiknya.
Tidak tau kenapa, dia hanya berkata bahwa Nia cerewet sekali bila di motor.
"Tumben mau berangkat bareng" ujar Nia sambil mengangkat alisnya kebingungan.
"Gak papa, ikut aja" balas Niko, tapi sekarang suara nya terdengar agak
Ketus
"Oke" jawab Nia singkat, karena mendengar suara kakak nya yang berbeda
"Udah ayok cepet kakak tunggu di luar" Niko berdiri dan menyalimi ayah ibu nya dan langsung mengambil kunci motor.
"Ayah ibu, ade sama kakak berangkat dulu ya. Assalamualaikum" Nia berpamitan dan berlari kecil untuk mengejar kakak nya diluar.
"Udah, ayok berangkat" Nia memeluk kakak nya dari belakang setelah memakai helmnya.
Mereka pun langsung melaju pergi.
To be continued
Happy reading all..
Makasi udah pilih cerita ini ya, semoga suka dan jangan lupa vote nya untuk lanjutan cerita ini
VOUS LISEZ
the hidden feeling
Roman pour AdolescentsNia sedang berjuang mendapat kan hati lelakinya secara diam diam !! tapi sampai kapan dia harus terus menyembunyikan perasaannya sendiri(?)
