Mencintai, dicintai ataupun saling mencintai adalah sebuah fitrah yang Tuhan berikan kepada manusia, rasa cinta itu tumbuh di dalam hati setiap manusia tanpa diminta dan tanpa dapat dicegah kepada siapa akan berlabuhnya. Karena pada hakikatnya rasa cinta itu hadir seiring perjalanan kisah kehidupan dan kebiasaan yang terjadi atau mungkin rasa cinta itu juga bisa hadir akan sebuah alasan pasti yang membuat seseorang yakin bertahan mencintai seseorang meskipun dia tahu akan berakhir dengan tersakiti.
Berkorban mungkin kata itu juga bisa menjadi salah satu hal yang berhubungan dengan cinta, karena saat kamu mencintai seseorang dan orang itu lebih memilih orang lain saat itulah berkorban harus dilakukan karena saat kita memaksanya bersama dan berada didekat kita itu hanya akan membuatnya tersiksa. Ikhlas mungkin kata itu bisa melengkapi sebuah pengorbanan seseorang yang berkorban untuk orang yang dicintainya.
"Sampai kapan kamu akan bertahan mencintai dia yang jelas - jelas sudah lebih memilih orang lain"
"Bangkitlah dari keterpurukan mu Al, lupakan dia dan buka hatimu untuk orang lain, masih banyak perempuan diluar sana yang bersedia menjadi pasangan mu, dia sudah menjadi milik orang lain dan dia berbeda dengan kita, akan terjadi sebuah pertentangan besar antara kamu dengan mommy dan daddy jika kamu masih terus memilih berjuang untuknya"
Serentetan wejengan itu selalu dia dapatkan ketika kakak perempuannya datang berkunjung kekantornya, dia tahu jika kakaknya berkata demikian karena kakaknya itu memang menyayanginya. Tapi melupakan seseorang yang dia cintai hampir dengan seluruh hatinya sangatlah sulit, bahkan dia sendiri tidak tahu apakah dia mampu melupakan dia yang pernah singgah dimasa lalunya atau tidak.
Alaric Aldo Friedrik pria keturunan Jerman ini tengah asik memeriksa setumpuk berkas - berkas diatas meja kerjanya, satu tahun yang lalu ayahnya memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjabat sebagai General meneger disalah satu perusahaan milik keluarganya yang bergerak dalam bidang Properti, dengan segala keahlian yang sudah dia miliki semasa kuliah Alaric akhirnya bersedia untuk menerima jabatan tersebut setelah dia bekerja selama enam bulan sebagai staf biasa, semua itu Alaric lakukan karena dia ingin merasakan perjalanan karirnya dari nol. Namun, karena pada saat itu General manager dipurusahaan mereka memilih resign akhirnya tuan Friedric menunjuk Al sebagai gantinya karena dia merasa jika putranya sudah cukup mampu untuk memegang jabatan itu.
Al memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Naomi Mozza Friedrik, Al dan Naomi hanya berselisih usia dua tahun, sejak kecil keduanya tumbuh saling menyayangi sangat jarang sekali keduanya terlibt dalam sebuah pertengkaran, saat salah satunya terluka maka yang satunya akan ikut merasakan sakitnya.
"Gak tahu aku kak, rasanya terlalu sulit buat aku lupakan dia sekalipun dia sudah menjadi milik orang lain"
"Lalu kamu disini menikmati lukamu sendiri. Come on Al, kemana perginya Alaric yang kakak kenal"
"Perasaan cintaku tumbuh tampa adanya sebuah paksaan jadi biarkan perasaan itu juga memudar dengan sendirinya tanpa paksaan, aku baik - baik saja kak, mengertilah jika melupakan seseorang yang kita cintai tidaklah mudah"
Alaric kembali memfokuskan matanya pada setumpuk berkas - berkas yang sedang berusaha dia pahami, sebagai seorang menager dia tentu memiliki kesibukan yang sangat padat. Selain karena alasan banyaknya pekerjaan yang membuat Alaric selalu lembur di kantor, mungkin cara itu juga menjadi salah satu cara juga yang digunakan oleh Alaric untuk mengobati hatinya yang tentu terluka saat mengetahui wanita yang dicintainya sudah menikah dengan pria lain.
Naomi menghela nafas panjang saat melihat tingkah adiknya yang selalu saja seperti ini, sebenarnya dia merasa prihatin pada Alaric dia mencoba untuk memahami perasaan adiknya hanya saja bagaimana Alaric bisa melupakan perempuan itu jika dia tidak berusaha membuka hatinya.
"Jika kamu tidak bisa bangkit dari lukamu untuk diri kamu sendiri maka bangkitlah untuk mommy dan Daddy mereka sudah sangat ingin melihatmu menikah Al"
"Ya nanti akan aku coba mencari kekasih untuk aku kenalkan kepada momy dan dady"
"Sayang ayo kita harus segera kerumah sakit, nanti terlalu siang"
Tiba - tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dia masuk dan merangkul mesra bahu Naomi kemudian mendaratkan sebuah kecupan hangat dipelipis Naomi, Alaric melirik sekilas kemesraan yang tercipta antara kakak dan kakak iparnya, selalu saja seperti ini, mereka selalu bermesraan tanpa tahu mereka berada hal itu selalu membuat Alaric bisa melihat tontonan gratis kemesraan mereka.
"Bawa istrimu keluar kak, sejak tadi dia terus merecoki pekerjaanku saja"
Naomi mendelik kesal kearah adiknya yang masih fokus pada dokumennya. Kemudian dia berlalu pergi meninggalkan ruangan Alaric bersama suaminya, hari ini dia memang berniat pergi kerumah sakit untuk memeriksa kandungannya namun sebelum kerumah sakit suaminya harus pergi kekanton dahulu.
Alaric memandang kepergian kakaknya, bibirnya melukiskan sebuah senyum tipis saat mengingat kecerewetan kakaknya, bukan dia tidak ingin mendengarkan nasihat kakaknya yang memintanya membuka hatinya kembali, hanya saja sebegian besar hatinya masih berharap jika dia akan kembali dan memilihnya.
Alaric tidak tahu sampai kapan hatinya akan terus memilih dia, mencintai dia yang sudah bersama orang lain, padahal sudah dua tahun berlalu tapi hatinya masih tetap sama, yaitu tetap mencintainya.
Tidak tahu apa yang membuat Alaroc sangat mencintainya yang pasti ada sesuatu yang sangata menerik dalam diri perempuan yang Al cinta hingga dia tidak mampu berpaling sedikitpun darinya.
Perasaan cinta itu tumbuh didalam hatiku tanpa adanya paksaan, maka aku akan membiarkan rasa itu pergi terhapus waktu tanpa ada paksaan pula.
#R05 - 02/19/2020
YOU ARE READING
KETIKA AKU MEMILIH MU
SpiritualDisarankan membaca Waktu Senja lebih dulu ... Apa yang kamu rasakan saat laki - laki yang sudah memberi memperjuangkan mu dengan begitu besar, memberimu mahar keislamannya, laki - laki yang sudah kamu percaya dalam hidupmu. Ternyata mempunyai wanit...
