Layar di depanku menunjukkan Code Red.
Apa yang terjadi?
Di layar sebelah kananku tertera dengan jelas, server production dari aplikasi penting negara ini mengalami gagal server. Gagal server? Bagaimana bisa?
Aku melirik tanggal, tiga hari lagi pemilihan akan dilaksanakan. Di seberang mejaku, semua anak pelangi menunggu komentar dariku dengan wajah menunduk.
Sekali lagi, kubuka jendela terminal untuk menelusup kembali ke server yang sedag hancur. Mecoba menelaah permasalahan yang sebenarnya terjadi.
Ah, shit!!
"Hoi, Red! Kamu gimana, sih? Udah kubilang berkali-kali, kan? Jangan langsung menaruh code yang belum dites ke server production!"
"Ma, maaf, Kak, sa-saya lupa!"
"Lupa? Ini bukan pertama kalinya, Red! Demi Nirwana! Kalau bukan karena Pak Menteri yang merekomendasikanmu dan bukan Mr. Blue yang menaruhmu tepat di samping bahuku, aku pasti sudah memecatmu!"
"Ma-maafkan saya, kak Green! Sungguh, saya lupa mengubah kode integrasinya agar menembak langsung ke server tes!"
"Sekarang, kamu ubah dan kamu hancurkan seluruh bukti yang udah tersebar! Aku mau semua itu selesai besok jam dua belas siang!"
Aku berteriak pada Red. Salah satu programmer yang disewa perusahaan untuk membantu kami mengembangkan proyek negara. Ya Tuhan, anak ini masih sangat amatir. Tapi dia adalah titipan langsung dari Pak Menteri. Kenapa pula harus aku yang mengurusnya.
"Kak Green...." Seseorang menyentuh bahuku dari belakang.
"APA?!" teriakku frustasi pada Pink.
"Klien yang itu menelpon lagi. Mereka minta untuk segera didemokan aplikasi yang sudah kita janjikan."
Aku menggebrak meja.
Aplikasi itu belum selesai, Kenapa semuanya jadi seperti ini sih?
Kenapa semuanya berjalan tidak sesuai dengan rencanaku? Apa sebenarnya yang terlewat? Apa?!
* * *
YOU ARE READING
Mata Elang
Mystery / ThrillerAlif, programmer handal yang selalu bekerja tanpa meninggalkan satu pun bugs di dalam programnya, memecat bos di kantornya, alias dipecat. Di tengah kebingungannya dia teringat kembali, bahwa dia mampu membangun kembali startup muda buatannya bersam...
