Awal dari Semuanya

6 1 0
                                        

Di dalam angkot menuju sebuah travel di Bandung...

Ibuku meneteskan air mata.
"Yang kuat ya nak." Ucapnya saat itu.

Kakak ku yang memiliki kelebihan spesial tidak mengerti apa-apa saat itu. Dengan sebuah mainan Hot Wheels yang di belikan oleh Ibuku walaupun semuanya sedang berantakan.

Saat itu, semua sangat hancur.
Aku,Ibuku, dan Kakak laki-laki ku, dikeluarkan dari rumah Ayahku.
Saat itu kita hanya bisa mengungsi ke rumah tante ku yang berada di Jakarta.

"Cobaan ini pasti cuman bentar kok,sabar,maafin mamah ya."
Kata-kata itu yang selalu aku ingat sampai sekarang.
Kita bertiga hanya menangis di angkot menuju travel.

Sedihnya mendengar tangisan Ibuku sendiri, aku yang gembira,ceria, tidak mudah nangis, meneteskan air mata saat itu.

Sedih jika diingat.
Aku yang berumur 3 tahun saat itu hanya bisa diam.

"Hidup itu susah nak, kamu harus nya sedang bersenang-senang. Maafkan mamah."

Kata-kata yang belum pernah ku balas sampai sekarang.

Disitulah aku mulai berpikir lebih. Iya, bayangkan anak 3 tahun harus berpikir dewasa agar kuat. Wajar sekarang aku aneh dibanding yang lain. Dari bahasa,pikiran,hal yang di bahas,sampai bercandaan.

Dan semua orang berpikir bahwa itu aneh.

Perkenalkan, aku Manda. Kelahiran 2006, suka musik punk,sebagian bilang aku baik, sebagian bilang aku jahat,ada juga yang bilang aku berlebihan.

Ini ceritaku.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Feb 21, 2019 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Taner : Pahlawan tanpa pedang.Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora