Roma (18) gadis banyak tingkah yang disayangi oleh dirinya sendiri menurutnya, bersahabat sejak orok dengan Rio (18) cowok super selow yang tidak sayang dengan Roma, tapi selalu menuruti mau sahabatnya itu.
Pagi ini suasana rumah Roma cukup sibuk, Bunda nya klontangan di dapur, menabrak rak piring, menjatuhkan sutil, menggoreng ayam dengan api besar hingga gosong lalu berteriak memarahi Roma yang terlalu lama bersiap.
"ayo dek katanya kuliah pagi!!!, gara-gara kamu nih ayam Bunda gosong" teriakan Bunda tidak disauti.
Ayah Roma juga berlarian mencari sepatu, giliran sepatu sudah ketemu, ayah langsung memakai dan lupa memakai kaos kaki.
"tumben ayah gak pakek kaos kaki?" tanya Bunda.
"oh iya"
"kalau keburu tuh bangun pagi makanya" omel Bunda.
Ayah memakai kaos kaki, lalu menggunakan sepatunya kembali. Lalu melepaskan lagi sepatunya.
"kenapa di lepas yah?"
"belet boker bun"
Jam sudah pukul 06.30 pagi, tandanya stengah jam lagi Roma sudah harus sampai kampus.Tapi ia belum juga nongol membuat bundanya super kezel.
"ROMANIQUE JUNO ROSETTAAAAAAA, KALO GAK TURUN AYAMNYA BUNDA HIDUPIN LAGI"
Terdengar suara langkah kaki tergopoh ditangga.
"Gabisa dimakan dong huft Sumiati nih" jawab Roma setengah berlari ke meja makan.
"kok durhaka sih, Bunda kutuk jadi macan loh"
"iya bun gapapa ntar kalo ayamnya bunda hidupin bisa langsung lahap"
Duduk dikursi, memulai mengambil piring, sendok, menyentong nasi, mengambil ayam yang warnanya ewh!! coklat gelap. Mengangkat satu kaki nya dikursi.
Klotakk, sendok melayang ke paha Roma, ditambah lirikan maut Bunda nya ke arah kaki. Sambil nyengir Roma menurunkan satu kakinya, daripada kena siraman omelan pagi hari.
Tinnn....tinnn...tinnn.
Bunda langsung berlari kedepan untuk membuka pintu, ini pasti Rio datang menjemput Roma yang masih asik dengan ayam mati nya.
"Roma masih sarapan, ayo Rio sarapan juga, bunda goreng ayam" sambut Bunda panjang lebar.
"iya bunda, pas banget" jawab Rio sambil memarkir motornya.
Keduanya masuk kedalam rumah mendapati Ayah dan Roma sedang bersantap sarapan, Rio langsung menuju Ayah dan mencium tangan.
"gak kerasa bau apa gitu io?" tanya ayah
"bau apa om?" tanya Rio bingung
"om habis boker, belum cuci tangan hahahahaha"
"jorok om yalord"
Seisi rumah tertawa, Ayah memang pendiam daripada bunda, tapi jahilnya ayah minta ampun, apalagi dengan Rio.
Setelah semuanya sarapan, masing-masing berangkat.
Ayah berangkat kerja setelah mencium kening Roma dan Bunda, disusul Roma dan Rio yang terburu-buru karena ada kelas pagi.
Romario dipastikan terlambat hampir setiap hari, apalagi penyebabnya, tidak lain tidak bukan ya menunggu Roma sarapan-lah, lupa pakai kaos kutang-lah, bingung milih kaos kaki lah, sampai yang parah dia bingung mau boker di rumah apa dikampus aja.
Nasib Rio sangat kasihan, setelah ia harus terlambat, ia juga harus mendengar celotehan Roma menceritakan film yang habis ditonton semalaman, ditambah Rio harus memberikan pendapat nya akan film itu, padahal Rio belum pernah menonton filmnya.
"yahh ban gue bocor nih kayaknya" ucap Rio meminggirkan motornya
"yahh gimana dong"
"lu berangkat duluan aja naik ojek onlen"
"Yaudah oke"
"lo mau ninggalin gue gitu?"
"iyalah kan lu yang nyuruh"
Rio tidak menjawab ia mendorong motor nya menuju tambal ban yang beberapa ratus meter didepan. Roma sibuk dengan hp nya memesan ojek online.
"gue udah pesen, ntar lagi dateng" ucap Roma sambil mantengin jamnya.
"iyeeee gue duluan" ujar Rio sambil mendorong motor
"katanya sahabat, kok lu ninggalin gue sendirian"
Rio menyipitkan matanya lalu berhenti, memakir motornya sambil menunggu ojek Roma datang.
"yaudahhh yaa gue berangkat, sampai ketemu dikampus ma best, ailofyu dadaaahhh" Roma langsung naik ke motor ojek. Padahal ojeknya belum jalan tapi Roma sudah berteriak dan melambaikan tangan.
"ada duit gak lo"
"ada sih, tapi kalo lu mau bayarin gapapa sih hehe"
"berapa?"
"cuman 8 ribu"
Rio mengambil dompetnya, mengeluarkan uang 10ribu dan memberikan pasa Roma.
"gue sayanglo selama-lamanya Rionaldi Juna Pramukaaa best ku tersayang" ucap Roma sambil mengedipkan sebelah mata.
Rio mengangkat jari tengahnya ke arah Roma lalu kembali mendorong motor.
Namanya Rionaldi Juna Prambudi, bukan pramuka.
Berisik sekali sahabatnya itu.
🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
Aku mikir kalo Maudy Ayunda dan Adipati Dolken cucok banget meranin ini 🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅