"Ayo cepat! Acara akan dimulai sebentar lagi. Kalian akan jadi yang pertama untuk opening. Bersiaplah!" Seruan dari manager Se Jin tadi berhasil merebut penuh atensi masing-masing member dari kegiatannya.
Tanpa komando lebih jauh, mereka segera berdiri lalu berjalan ke belakang panggung. Staff noona yang mengikuti mereka sedari tadi bergegas menyempurnakan penampilan mereka.
Tak lama, kilatan lampu, teriakan histeris fans juga musik pembuka mulai dihidupkan. Para crew acara terlihat sibuk mondar-mandir kesana kemari mengontrol acara. Lalu ketika alunan dari lagu Idol terdengar, diremix dengan musik dj dari Hitchhiker, staff yang bertugas di belakang panggung langsung mengarahkan mereka untuk masuk ke panggung.
Teriakan riuh dari para penggemar memekakkan telinga. Mengelu-elukan nama mereka yang kini sedang benar-benar naik daun.
Mereka berjalan ke tengah, berdiri menghadap ribuan fans yang rela berkorban selama ini untuk mereka dengan tatapan bangga. Kilatan lampu juga kamera yang menyorot tak sedikit pun melunturkan senyuman mereka.
Park Jimin-salah satu member dari boy grup sensasional abad ini masih mempertahankan senyum lebarnya ketika girl grup Blackpink masuk setelah mereka. Namun, dalam sekejap senyum merekah juga tatapan kagum pada lautan manusia di hadapannya seketika luntur begitu lantunan lagu Really Bad Boy mulai terdengar. Ia tentu tau dengan benar siapa pemilik lagu tersebut.
Jantungnya mendadak berpacu sangat kencang, apalagi ketika sekelompok perempuan beranggotakan lima orang itu mengambil tempat tepat di sebelah kanan grupnya dengan jarak yang bisa dibilang sangat dekat.
Sementara itu, Jeon Jungkook, sang maknae langsung melirik ke arah hyungnya itu. Memperhatikan wajah tegang Jimin yang seketika mematung tak bergerak. Ia sedikit merasa kasian.
"Hyung" panggilnya pelan tepat di depan telinga jimin. "Kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat sangat tegang, hyung"
Jimin menelan salivanya susah payah, memberikan senyuman palsu yang begitu dipaksakan, ia menoleh ke arah sang adik "aku tidak apa-apa"
Jungkook tidak membalas lagi, tau jika hyungnya yang satu itu tidak bisa dipaksa. Ia hanya memandang prihatin tubuh lelaki yang lebih pendek darinya itu dengan prihatin. Pasti ia sedang tidak baik-baik saja.
Setelah para artis pengisi acara berkumpul, acara langsung dibuka oleh MC. Ditengah-tengah seriusnya pembahasannya yang sedang dilakukan, Jimin sedikit kaku melirik ke arah kanan, sekedar mengecek kondisi seseorang.
Well, seharusnya ia tidak terkejut lagi atau merasa terpana lagi melihat betapa mengagumkannya seseorang yang kini sibuk berdiam diri di barisan belakang itu. Parasnya selalu cantik hingga membuat jantungnya berdetak kencang lagi dan lagi. Bahkan setelah sekian lama, perasaan itu masih juga membekas begitu dalam. Perempuan itu benar-benar mampu menjungkir-balikkan hidup Jimin dengan mudah.
Ia merindukan senyuman itu, sangat. Bahkan rasa rindunya sudah tahap yang memprihatinkan. Pernah tidak merasa rindu tapi tidak bisa dilampiaskan? Rasanya begitu sesak seperti orang asma.
Begitu kira-kira yang Jimin rasakan saat ini, dadanya sesak sekali. Ingin berbuat sesuatu tetapi takdir seakan tidak mengijinkan. Ia menghela napas, tak kuat menatap lama-lama sosok itu. Takut berdampak tidak baik bagi tubuhnya.
MC akhirnya selesai membuka acara, para idol dipersilahkan untuk kembali ke belakanag panggung. Jimin sengaja mengatur dirinya sedemikian rupa untuk berjalan tak jauh dari perempuan berponi itu. Ia sadar, tindakannya ini mungkin terdengar bodoh bagi seseorang yang ingin move on. Tapi, c'mon, ia mana peduli dengan hal seperti itu.
Manager Sejin sudah menunggu mereka di belakang panggung, mengarahkan mereka untuk kembali ke ruang make up, menunggu giliran untuk tampil.
Setelah membuka jas yang dikenakannya, Jimin menghempaskan tubuhnya ke sofa. Menyandarkan kepalanya di sana dengan mata terpejam, memikirkan bagaimana cara ia bisa melupakan perempuan itu jika mereka saja sering bertemu di acara-acara penghargaan maupun acara musik yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Sepertinya ia harus lebih belajar mengendalikan diri lagi jika seandainya mereka kembali berada di dalam satu acara dan mengharuskannya bertemu dengan perempuan bermata sipit mirip dengannya itu.
YOU ARE READING
The Truth Untold [✔]
Fanfiction[Twoshoot] "But, I still want you" -unknown. 23/2/19 - 4/3/19 ©yudiaaa
![The Truth Untold [✔]](https://img.wattpad.com/cover/179138848-64-k511790.jpg)