Lebaranku

31 8 1
                                        

Setelah penantian panjang, akhirnya hari yang kutunggu tiba juga. Setelah melalui suka duka berpuasa selama sebulan, akhirnya Idul Fitri pun tiba. Waktu dimana orang mulai menjadi sibuk. Ada yang mudik, ada pula yang memilih tinggal di rumah. Aku dan keluargaku menjadi salah satunya yang memilih tinggal di rumah. Rasa senang dan sedih mulai menggelayuti hati. Senang dimana puasa wajib telah berakhir. Dan sedih menghadapi fakta bahwa bulan penuh kemuliaan telah berakhir, dan tidak setiap manusia dapat bertemu dengan bulan ini lagi.

Di malam ini, akan terdengar lantunan takbir dari seluruh penjuru masjid. Ada juga lomba takbiran, seperti yang saat ini aku lakukan. Di halaman masjid, tampak gerombolan kelompok kami telah memakai kostum yang lengkap, tak lupa juga dengan membawa properti yang kami siapkan.

“Semuanya jangan gugup ya, tetap fokus! Oke?” ucap Kak Fadhil, selaku pembimbing kami.

“Oke” ucap kami seraya merapikan kostum masing-masing.

“Lho, Hana dimana?” tanya Kak Fadhil.

“Hana tadi bilang kalau dia mungkin agak telat karena harus membantu ibunya mengantar pesanan kak.”  jawabku.

“Nah, itu Hana!” kata teman-temanku.

“Syukurlah”, ucap Kak Fadhil.

Degup jantung pertanda khawatir, serta rasa semangat tak henti muncul dari benakku. Setelah sebulan lebih kami berlatih, hasil tak mengkhianati. Kami membawa pulang piala juara 2. Malam itu kami kembali ke rumah masing-masing dengan raut bahagia.

Malam mulai larut, aku sudah menyiapkan pakaian dan mukena untuk besok. Tak lupa aku pergi menggosok gigi, lalu bersiap tidur. Setelah membaca doa, suara takbir yang samar-samar terdengar, menjadi pengantar tidurku. Suara yang menenangkan hati, walaupun aku sudah tidak sabar menyambut hari esok.

Saat waktu Subuh telah tiba, semua bangun dari tidur dan melaksanakan panggilannya. Setelah itu, semua orang sibuk menyiapkan diri untuk pergi Shalat Idul Fitri. Tak lupa membawa infaq, kami mulai melangkahkan kaki sambil melafalkan takbir dalam hati.

“Allahuakbar”, takbir sudah dilafalkan sang imam. Semua yang hadir dengan khusyu’ memulai shalatnya. Setelah selesai, imam langsung menuju ke mimbar untuk berkhutbah. Kami dengan tenang mendengarkan ucapan beliau.

Setelahnya, kami pulang sebentar. Tak lama setelahnya kami langsung pergi bersilaturahmi ke tetangga sekitar. Di hari yang suci ini, kami pergi untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang dengan sengaja atau tidak sengaja telah dilakukan kepada orang lain. Hari-hari ini merupakan hari yang sangat berharga. Semoga kita bisa bertemu dengan hari-hari ini lagi. Amin.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 18, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

CerpenWhere stories live. Discover now