PROLOG

1 1 0
                                        

"Jeli balikin sepatu gue!!" Silla berteriak hingga suaranya terdengar sampai kelas sebelah.

"Apaan sih lo! Berisik tau gak!" Bentak Dama yang risih akan suara cempreng Silla

Plak

"Heh Dama! Bisa ga sih kalo ngomong ga usah pake bentak anak orang! Apalagi itu Silla!" Jeli balas membentak Dama dengan sama kerasnya sembari menampar pipi kanan Dama dengan keras pula.

Dama sontak menyentuh pipinya yang berdenyut sakit, walau Jeli seorang perempuan yang postur tubuh lebuh kecil dari Dama tak urung tamparannya juga sekecil tubuhnya "Cih! Lo bela aja lesbian lo ini. Dasar pasangan menjijikan!" tak lupa Dama meludah tepat di bawah sepatu Jeli. Sontak wajah Jeli terlihat merah menahan amarah

Memang. Jeli dan Silla malukakan hubungan itu. Suatu hubungan yang dianggap tabu di negara mereka tinggal, namun mereka bisa apa. Jika perasaan sudah ikut campur, logika bisa terbunuh bukan?

"Kau!!" geram Jeli dengan telunjuk terarah garis lurus ke hidung Dama.

"Apa?! Turunkan telunjukmu itu sialan! Atau kupatahkan!" Ancam Dama.

Silla hanya diam membatu, ia bingung harus melakukan apa.

Jeli merasa direndahkan langsung mengarahkan kepalan tangannya hingga mengenai rahang kiri Dama "Ini akibatmu bodoh!"
Sontak seluruh kelas terdiam, mereka kaget. Namun, Jeli seakan akan tak peduli sekitar. Jeli tetap mengarahkan kepalan tangan kanannya untuk yang kedua kali. Namun

"Stop!! Stop Jeli kumohon, kumohon padamu hiks..." Silla memposisikan tubuhnya diantara Dama dan Jeli, ia hanya tak ingin terjadi keributan. Apalagi jika mengundang perhatian Pak Hutomo, guru bk garang dengan penggaris panjangnya.

Kepalan tangan Jeli sontak mengendur dan Jeli langsung merengkuh tubuh mungil Silla  "Hei, sudah jangan menangis. Tidak, aku tidak akan memukul siapapun. Kau terlihat jelek jika menangis haha!"
Tak peduli sekitar, dua perempuan itu tetap berpelukan seakan akan pelukan seorang pasangan. Memang mereka pasangan, namun lesbian

"Cih!" Dama menatap keduanya dengan sorot mata merendahkan. Bukan suatu rahasia lagi di kelas XII A jika Jeli dan Silla adalah pasangan lesbian walau tidak seluruh penghuni kelas tau akan hal itu

"Kau benar benar!!"

"Jeli! Sudah hentikan hiks.. Hentikan! Kau sudah janji padaku tak akan memukul siapapun!" Silla menatap Jeli dengan raut kecewa namun terselip rasa takut didalamnya.

"Baiklah, aku akan mengantarmu ke toilet untuk membersihkan wajahmu. Ayo!" Jeli menarik pergelangan tangan Silla dengan lembut.

***
Thank for reading!
I hope u support my story!
Jangan lupa vote.

Tencuu!


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 19, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LIEFDESWONDWhere stories live. Discover now