Selamat Membaca 😉
Sabar itu tidak ada batasnya, batasnya akan berakhir setelah kematian,
Jika sabar ada batasnya, bagaimana bisa para Nabi dan Rasul dapat menjalankan masa yang begitu sulit dalam kehidupannya dengan begitu tenang?
Hari ini adalah hari dimana Rahma masuk sekolah lagi setelah beberapa pekan libur panjang, masuk sekolah ditempat yang berbeda dari biasanya mengharuskan dia untuk menjaga sikapnya agar terlihat wajar selayaknya siswa baru😌.Uwewe...
Pada hari pertama masuk sekolah, para orang tua wali murid baru diundang ke sekolah untuk rapat. Rapat diselenggarakan di Aula sekolah. Didepan aula nampak banyak sekali siswa-siswi baru, ada yang bergerombol ada yang duduk sendiri, ada yang lagi gosip, ada yang lagi cerita-cerita tentang liga sepakbola, ada yang sibuk dengan gadgetnya. Dan ada beberapa siswi yang duduk di teras aula yang kelihatanya sedang membicarakan sesuatu.
"Assalamualaikum Avril... Kamu disini juga?" Tanya Rahma dengan nada suara yang dibuat-buat tak seperti biasanya.
"Wa'alaikumussalam... Eh Rahma. Kamu kok disini? Katanya kamu gak pengen disini kok malah jadi disini?" Jawab Avril dengan simpati.
"Heum tadinya mah emang gak mau,tapi ya gimana lagi, percumah kan berjalan tanpa diiringi restu orang tua. Restu orang tua kan restu Allah juga." Dengan nada malas tapi ikhlas.
"Siip la..." Jawab Avril paham.
"Eh Rahma! OMG hello!!! Disini juga? Ya Allah Indra unyus ini angeeen (kangen) bat banget) sam-sam (sama) Rahma unyus Ya Allah!" Seru Indra dengan nada luar biasa sambil memeluk Rahma.
"Ya Allah sabarkanlah hatiku ini, kapan orang ini mau berubah ya Allah?" Batin Rahma dengan senyum malas yang mengukir di bibirnya. Ya walaupun sesungguhnya dalam hati terdalam Rahma juga merindukan Indra, setelah sekian abad tak bertemu dengan sohibnya... Haedah alay bat dah.
Ya kebiasaan Indra sejak dulu, sering teriak-teriak di kuping orang, lebay (eh dia gak mau dibilang itu, maunya alay😪), dan dia adalah salah satu korban sinetron GGS (Ganteng-Ganteng Serigala), tapi dia bener-bener baek sekaleee.
Sebenarnya ada suatu hal yang temen-temen baru Rahma gak tau. Rahma yang mereka lihat sekarang ini bukanlah Rahma yang dulu. Ya mungkin bisa dibilang "dua kepribadian" yang berbeda.
Entahlah🍃
"Eh Ndra sini deh..." Instruksi Rahma pada Indra untuk pergi meninggalkan Avril."Bentaran ya Vril, tak tinggal dulu..." Pamit Rahma pada Avril.
" Oh iya... tp ntar balik lo ya..." Jawab Avril.
"Iyala... Asyap." Jawab Rahma.
"Apaan kangen lu ama In-nyus yang unyu nih ha?!" Nada Indra yang agak menggodanya 😐.
"Udah ah, serah deh ye. Sini bentar tak bilangin, bentaran doang elah." Nada Rahma yang gemas dengan tingkah Indra yang tak berubah sejak TK (Taman Kanak-kanak) itu.
"Ok. Capcus" Jawab Indra antusias.
Setelah sampai ditempat tujuan, depan ruang kantor yang agak sepi, yang pasti di sana gak ada KaKel ye...
"Ndra aku mau bilang...gini deh kita kan anak baru nih disini..." Ucap Rahma membuka pembicaraan.
"Ya iya emang." Dengan nada yang seperti biasanya.
"Bentar kali' nafas dulu jangan disela-sela!" Perintah Rahma.
"Iya iya emang mau bilang apaan cuyung? Cevet gak pakek L" Jawab Indra percaya diri tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Ye. Nah kita tuh ya harus jaga sikap kita sama KaKel nya, dengar-dengar ya disini suka ada "labrak"(bullying) dari KaKel yang gak suka sama adik kelas yang 1. Sok kecantikan, 2. Sok pinter, 3. Caper (cari perhatian), 4. Sok berkuasa, sok-sok an deh intinya. Dan juga yg keliatan berlebihan kaya' lebay bin alay gitu deh. Nah kita kan cewewet bingits ye, remvong ugha, jadi usut-usut punya maksud nih, kita tuh simpen dulu sifat kita yang dulu, ya maybe sampe kita jadi KaKel la, gimana menurut mu?" Penjelasan Rahma yang panjang kali lebar, diakhiri keluarnya hembusan lega.
" Heummm, gitu ya..." Jawab Indra lemas bagai sudah tak berdaya. "Ya udah deh iya." Lanjut Indra lemas.
"Yang ikhlas napa? Sabar tu kan unlimited Ndra..." Hembusan kasar Rahma, "Lagian ya kalo katanya Ibuk, kita itu harus jaga pandangan, perilaku dan lisan kita, itu cara kita untuk jaga diri... Kan kita ini udah gede masa' mau kaya' anak kecil mulu', ya walaupun emang belum dewasa setidaknya kan kita udah berlatih untuk jaga diri kita, perempuan yang baik-baik itu adalah perempuan yang tau batasannya dalam berperilaku dengan yang bukan mahram." Jelas Rahma panjang bin lebar.
"Iya Ustadzah Rahma, insyaAllah Indra paham. Terimakasih atas penjelasannya." Jawab Indra terpaksa.
Rahma melihat mata Indra dan ia tak menemukan ketulusan disana.
"Sesungguhnya tidak perlu susah-susah kau lakukan jika tidak ada keikhlasan hati untuk merespon ucapan ku tadi." Jelas Rahma dengan nada merendah. Diiringi dengan senyum nya yang masih mengembang.
"Astaghfirullah Rahma ini aku ikhlas bilang nya, Yaqin, gak bo'ong, suer dah." Jawab Indra gelagapan.
"Ya bagus deh kalo ikhlas, bagusan lagi kalo dijalanin." Jawab Rahma santai.
"Eh Rah tau gak si Aji sekolah dimana?" Tanya Indra serius.
Dug. Kaget Rahma, langsung ia berusaha menutupi tingkah nya sebelum Indra menyadarinya. "Dipondok katanya."Jawab Rahma santai.
"Ya Allah kalian lama banget kek ibu-ibu arisan deh." Keluh Avril dari belakang. Sontak Rahma dan Indra kaget dengan kemunculan Avril secara tiba-tiba.
"Astaghfirullah Avril! Kaget tau gak?!" Ucap Rahma.
"Hehehe, abisnya si ditungguin lama banget." Ucap Avril sambil nyengir kuda.
"Eh iya, maaf ya Vril." Balas Rahma baru menyadari bahwa tadi dia hanya izin sebentar pada Avril.
"Ye besar titik." Jawab Avril malas.
Rahma dan Indra hanya bisa saling menatap. Pada saat itu datang orang yang memakai jas almamater sekolah, seperti yang layaknya anak-anak OSIS pakai, orang itu terlihat berwibawa, tampan, wajahnya berseri, dan senyumnya yang melengkapi wajah tampannya itu bisa bikin orang meleleh. Behhh lebay bat.
"Rah liat deh cowok itu, Subhanallah..." Ucap Indra sambil menunjuk ke orang itu, yang berjalan mendekat kearah kami berdiri.
"Ha?" Rahma menoleh,"Oh" lanjut Rahma.
"(Oh) doang gitu? Responnya gitu doang? Ish..." Decak Indra sebal karna respon singkat Rahma.
"Lah emangnya harusnya gimana? Orang aku dah tau." Sontak Rahma menutup bibirnya. "Astaghfirullahalladzim Ya Allah apa yang Rah katakan tadi." Batin Rahma menyesalinya.
"Kamu udah tau? Dia siapa? Kok kamu bisa tau? Kenal dimana? Ada hubungan apa kamu sama dia?" Tanya Indra tanpa jeda sedikitpun.
Eh ya Jang lupa di vote sama coment nya yaaa🤣
Purworejo, Jawa Tengah
27 Januari 2019
VOUS LISEZ
Tersiratkan Kata
Roman pour AdolescentsTuhan alasan ku bangun sebelum fajar tiba dan kamu adalah isi dari alasanku itu :) ~ Rahmawati Rizki Irkhan Seorang perempuan yang ingin hijrah dari masa lalunya. Berparas seperti ibunya, hidung flat, mata besar, berkacamata, berjilbab lebar, tinggi...
