Cinta Tapi Beda

60 14 6
                                        

Pagi itu Aina hendak bertemu kekasihnya yang kerap disapa Nata . . Aina gadis sederhana yang tinggal di desa dan ia masih SMA yang lagi dimabuk cinta dengan kekasih barunya yaitu Nata . Pria yang selalu ia puja puja hitam manis bertatapan tajam berbadan kekar dan suka berbicara seperlunya saja dengan sikapnya yang cuek dan acuh Aina mempunyai sudut pandang lain bahwa pria yang seperti itulah tak mudah jatuh hati dengan wanita wanita yang baru dikenalnya . Seperti biasa Nata menjemput Aina di depan pintu gerbang sekolahnya.
Tak lama Nata menunggu , Aina pun muncul dari pintu gerbang dengan sahabatnya yang bernama Ica . Aina dan Ica berpisah di depan pintu gerbang dan saling melambaikan tangan , seperti biasa Ica segera naik angkutan umum dan Aina segera menghampiri Nata .
Aina : hey , lama nunggu ya ?
Nata : ngga kok , yuk naik
Mereka menyusuri jalanan kecil menuju tempat tinggal Aina desa yang asri sejuk dengan masyarakat nya yang ramah sambil tertawa berbagi cerita , beberapa menit kemudian sampailah dirumah Aina . sesampainya dirumah , Nata pun segera berpamitan dengan ibu Aina .
Seiring waktu berjalan detik demi detik berlalu tidak terasa sudah satu setengah tahun lamanya mereka menjalin hubungan . Banyak kisah dan kasih banyak susah dan senang mereka lewati bersama .
Dimalam minggu Aina tampak gelisah karena tiada satu notifikasi pun yang masuk . Berkali kali ia menghubungi Nata dan tiada jawaban darinya . Aina pun mencoba berfikir positif mungkin nata lagi sibuk ngurusin tugas kampusnya yang menumpuk !
Dipagi hari Aina terbangun dari tidur , tiada notif juga dari Nata . Dimana Nataa ?? Aina nampak gelisah dan berangkat sekolah tanpa dijemput Nata , pulang pun Nata tak menghampirinya seperti biasa .
Satu minggu berlalu Aina membiasakan diri tanpa kabar dari Nata dengan pikiran yang campur aduk mata sembab karena kekhawatiran dan perasaan nya yang berantakan tiba tiba tepat pukul setengah 11 malam ponsel Aina berdering dan ternyata itu telfon dari Nata . Segeralah Aina mengangkatnya
Aina : halo nat ? Kamu kemana aja ? Kamu baik baik aja kan ? Lagi sibuk soal tugas kuliah ya ? Aku kangen nat . .
Nata : iya maaf udah bikin kamu khawatir . Aku pengen kita udahan ( nata berbicara dengan suara terbata bata )
Aina : (diam tanpa berkata kata dengan matanya seketika berkaca kaca)
Tanpa menutup pembicaraan diteleponnya , Nata menutup telepon nya bukan karena apa apa karena Nata selalu tak tega melihat atau mendengar suara gadis yang dicintainya merengek bahkan sampai menangis .
Ternyata Nata bersikap seperti ini karena pertengkaran pertengkaran kecil yang sering mereka lakukan yaitu soal perbedaan . Beda agama .
Hari hari telah berlalu Aina masih saja berlarut larut dalam sedihnya pikirannya tak kemana mana hanya rindu Nata . Sudah itu saja , perlahan lahan Aina menenangkan pikirannya menghilangkan sikap egoisnya dan menghargai keputusan Nata .
Jam 3 sore Aina keluar dari pintu gerbang sekolahnya dan melihat ke arah timur tempat Aina selalu dijemput Nata . Aina pun terbelalak dengan perasaan yang dag dig dug melihat Nata yang sedang menunggunya dan menatap ke arahnya dengan senyuman manis yang mengembalikan rassa yang pernah ada .
Nata : ainaa . . Heyyy sini
Aina : ( berjalan merunduk sambil
menghampiri )
Nata : heii ayuk naik aku anterin kamu pulang ya ( sambil mengusap usap kening aina )
Aina : ?????????
Nata : kamu lapar ? Yuk makan ditempat biasa ? Mau ?
Aina : (hanya mengangguk)
Nata pun memesan makanan favoritt mereka berdua nasi goreng seafood dan es milo dengan air yang tak memenuhi gelas agar rasanya maniss :v
Disitulah nata membuka pembicaraan tentang perpisahan kemarin dan Nata meminta maaf kepada Aina
Nata : na , maafin aku soal kemarin ya mungkin ini jalan terbaik buat kita , lalu bagaimana kita bisa melangkah bersama sedangkan langkah kita kerumah tuhan saja sudah berbeda ?
Aina : (berkaca kaca menatap Nata) ta tapi aku sayang sama kamu berat rasanya lewatin hari hari tanpa kamu .
Nata : aku juga na , pelan pelan pasti kita bisa . Kita bisa karna terbiasa tapi mungkin saat ini kamu belum terbiasa jadi berat gitu rasanya sebenernya aku juga ngerasain hal yang sama kok (sambil mengusap air mata Aina yang bercucuran dipipi chubbynya)
Tak lama makanan favorit dan es milo nya datang , pembicaraan mereka seketika terhenti . Dilanjutkan makan dengan suasana hening karena resto nya agak sepi mereka saling bertatapan dan Nata tersenyum lalu melanjutkan menyantap makanannya .
Setelah selesai makan Aina yang biasanya cerewet dan banyak nanya soal apa aja tentang kegiatan Nata , Aina berubah menjadi diam dan berbicara seperlunyaa . Akhirnya Nata lagi yang membuka pembicaraan
Nata : aina ?
Aina : hmm ??? 🙄
Nata : jangan sedih terus aku masih ada dan selalu ada kok buat kamu ? Yah?
Aina : (mengangguk)
Nata : jadi biar saja aku dulu yang menyerah bukan karna wanita atau orang ketiga tapi karna salibku dan tasbihmu yang tak mungkin dapat bersatu .
Aina : (dengan nada lirih Aina berkata) . . Memangnya salah ? Aku yang bukan hambanya mencintai umatnya ?? Lalu untuk apa tuhan menciptakan rasa semegah ini ?
Natan : (menarik nafas dan memeluk Aina ditempat umum ditempat mereka makan siang bersama , sambil menenangkan Aina , Nata berkata kamu nggak salah bukan kamu yang salah tapi kita yang sudah membiarkan rasa ini tumbuh terlalu jauh tanpa bisa kubunuh)
Aina : (menarik nafasnya dan memeluk erat tubuh Nata )
Nata : sudah ya sedihnya dan mencium kening Aina dan mereka pun menuju parkiran lalu menuju rumah Aina .
Sesampai nya didepan rumah Aina , Nata hanya duduk di bangku depan rumah Aina dan Aina pun duduk disamping Nata .

(Hening memikirkan entah apa tapi tiada kata)

Aina : Nata ?? Jika kelak kamu menikah dengan pasangan yang seiman denganmu , aku harap kamu tak lupakan aku dan kamu yang pernah menjadi kita . Yang pernah berjuang bersama saling mempertahankan satu sama lain . Ya nat ?? ( rengek Aina terdengar lagi ditelinga nata sehingga membuat nata tak tega)
Nata : ( tak bisa berkata kata dan memeluk Aina erat erat )
Aina : Nata ? Kenapa diem ? Aku mulai belajar dewasa kok perlahan aku sadar kita beda agama , kenapa rasaku hanya kusimpan didada ? Karna sekalipun ku ungkap percuma juga . Hubungan pun tak akan kemana mana . Yang ada hanya menabung luka dan lara . Aku mulai menghargai keputusanmu untuk perpisahan yang kau minta untuk perpisahan yang sudah tiba , mungkin ada baiknya juga karena masing masing tak rela kehilangan agama .
Nata : aku senang bisa memelukmu , akupun senang bisa meluluhkan hati ibumu . Tapi aku sadar sainganku sangat berat , antara rosario dan arah kiblat ❣️

Cinta tapi bedaStories to obsess over. Discover now