Prolog

71 29 9
                                        

   "Halo semua, namaku Clover Nareswari Callista. Kalian bisa memanggilku Clover, senang berkenalan dengan kalian." Ucap cewek berseragam  putih biru itu sambil meremas rok birunya guna menahan kegugupannya.

   "Hah, apa arti dari namamu itu sarung tangan?" Ucap cewek berambut lurus sepundak itu, diikuti gelak tawa dari teman teman sekelas yang lainnya.

   "Sudah.. sudah.. Sisil jangan memancing keributan! Dan Clover silahkan duduk di kursi yang kosong itu!" Ucap guru berkacamata tebal itu sambil menunjuk sebuah kursi paling belakang. Selagi Clover berjalan ke bangkunya guru itupun memulai pelajaran untuk hari ini.

***

   "Namamu cantik" ucap cowok yang duduk di depan bangku Clover tersebut.

   "Terimakasih" Ucap Clover sambil menyunggingkan senyum kecil atas pujian cowok tersebut. "Sama seperti orangnya" ucap cowok itu, lagi, tapi kali ini dengan nada suara yang sangat kecil, nyaris tak terdengar oleh siapapun.  "Maaf kau tadi bilang apa?" Tanya Clover karena ia hanya melihat mulut cowok itu yang  bergerak gerak saja, tapi tidak mendengar ucapannya. "Oh, tidak ada" ucap lelaki itu sambil menghadap ke arah papan tulis kembali.

   Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka sedari tadi dari kejauhan dengan perasaan iri dan benci, yang telah bercampur aduk menjadi satu.

***

    Esoknya Clover tak melihat cowok yang duduk dihadapannya itu kembali, ia bertanya tanya dalam hati kecilnya 'kemana cowok itu hari ini? kenapa ia tidak masuk hari ini? apa ia sakit?' Pertanyaan dan perasaan aneh ini membuat Clover bertanya tanya pada dirinya sendiri.

   Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin ia telah jatuh cinta pada cowok itu? Jatuh cinta pada pandangan pertama?

   Tapi situasi ini terlalu lucu untuk dikatakan cinta pada pandangan pertama, karena bagaimana bisa di sebut cinta, jika ia sendiripun tidak tahu nama orang yang dia cintainya tersebut?

   Esoknya Clover pun dibuat kecewa kembali karena absennya cowok itu dari sekolah.

***

    Pagi itu Clover tak menemukan cowok itu kembali, dan ia pun hanya berdiam diri di kelas dan melamunkan hal hal manis yang telah diberikan oleh cowok misterius ~walaupun hanya satu~ yang kini telah hilang peredaannya dari jangkauan mata seorang Clover.

   "Hai, aku Paramitha" ucap seorang cewek berkacamata dengan rambut bergelombangnya, yang menjuntai dengan indah sepanjang bahu cewek bernama Paramitha itu. Namun dua hal yang Clover tau akan cewek itu, pertama ia adalah cewek pertama yang menganggu ketenangan Clover ketika sedang melamunkan pujaan hatinya, dan yang ke dua yang Clover tahu, cewek ini adalah teman sebangku dari cewek yang waktu itu mengejek namanya. Jadi ia pun harus berwaspada kali ini agar tak menjadi bahan bullyan cewek ini dan teman temannya.

   Mengerti akan situasi canggung yang mulai tercipta diantara mereka, cewek bernama Paramitha itu pun langsung duduk di sebelah Clover, yang kebetulan kosong, karena Clover memang duduk sendiri.

   "Jadi, apa gue boleh duduk disini?" Tanya Paramitha. "Ehh, boleh kok" Ucap Clover masih takut, jika cewek itu akan berbuat macam macam padanya. Namun jujur, ia tak takut akan cewek ini, maupun teman sebangkunya yang menyebalkan itu, hanya saja predikat sebagai murid baru, masih membatasi segala tingkah lakunya, karena ia tak mau jika ia berbuat kesalahan, orang orang akan memandangnya sebagai anak yang dibuang dari sekolah lamanya, karena tingkah lakunya yang akan dicap buruk kalau saja ia berkelahi dengan cewek cewek menyebalkan sejenis teman sebangku cewek bernama Paramitha ini.

   "Kayaknya lo takut banget sama gue, apa itu gara gara insiden waktu itu?" Tanya cewek itu. "Tapi lo jangan takut, karena gue bukan bagian dari mereka" Ucap Paramitha lagi. Lalu Parmitha pun segera menuju bangkunya, lalu mengambil tasnya, dan memindahkannya ke sebelah bangku Clover yang tadi ia duduki.

   "Mulai hari ini kita teman sebangku, ok?" Ucap Paramitha sambil mengulurkan tangannya.

   Clover pun hanya membalas uluran tangan itu dengan otak yang masih mengira ngira, 'apa cewek bernama Paramitha ini serius berteman dengannya, apakah cewek ini hanya mendekatinya saja dengan maksud terselubung?' Namun segala kegelisahannya itu berusaha ia sembunyikan jauh di dalam lubuk hatinya. Sambil berusaha, untuk berekspresi normal kembali.

   "Kelihatannya ucapan Sisil waktu itu, benar benar menyinggung perasan lo yah" Tanya cewek itu memulai pembicaraan lagi.

   "Oh, jadi nama cewek itu sisil?" Ucap Clover dalam hati, karena ia memang masih belum mengetahui semua nama teman teman barunya di kelas ini.

   "Oh jadi ternyata, lo kayaknya belom benar benar hafal, akan semua nama teman teman sekelas lo ini, ok biar gue kenalin yah" ucap cewek itu menjawab pertanyaan yang tadi sempat Clover lontarkan dalam hati. Eh tapi kan, Clover hanya melontarkan pertanyaannya itu dalam hati, tapi bagaimana bisa cewek bernama Paramitha itu bisa tahu isi pikirannya, apakah Paramitha itu cenayang? Tanya Clover dalam hatinya kembali

   "Cewek yang waktu itu ngetawain lo, namanya Sisil, dan ia memang sedikit menyebalkan anaknya, lalu yang ini namanya ...." ucap cewek itu memperkenalkan semua nama teman teman sekelasnya satu persatu, namun satu yang mengganjal pikiran Clover, siapa nama cowok yang waktu itu duduk didepannya?

   "Eh, kalo cowok yang waktu itu duduk di depan gue siapa namanya?" Tanya Clover, karena Paramitha sedari tadi belum membahas tentang cowok itu.

   "Oh si kutub es?" Tanya Paramitha. "Hah, kutub es?" Clover balik bertanya. "Dia namanya Pratama. Hanya saja karena sikap ambisnya akan pelajaran, dan sikap dinginnya akan semua orang, dia jadi sering dipanggik kutub es oleh orang orang." ucap Paramitha menjelaskan tentang cowok yang telah mengetuk pintu hati Clover tersebut.

   "Terus sekarang ia kemana, kok dari waktu gue masuk dia gak masuk masuk lagi sampai sekarang?" Tanya Clover lagi.

    "Oow, sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih" ucap Paramitha lagi sambil tertawa.

    "Apasih, siapa yang jatuh cinta coba, ah udahlah lupain aja" ucap Clover lagi sambil mengeluarkan buku PPKN, guna menetralisir kegugupannya juga jantungnya yang mulai berdegup kencang.

   'Kenapi sih gue, malah jadi deg degan gini' ucap Clover merutuki dirinya sendiri dalam hati.

   "Dia pindah sekolah Clove, gue harap lo gak akan kangen dia" ucap Paramitha menggoda Clover kembali.

    Clover hanya mendelikkan matanya sebal, namun jauh di dalam lubuk hatinya ia bertanya tanya 'kenapa Pratama pindah, kenapa pindahnya harus bertepatan setelah gue masuk sekolah? Apa ini hanya kebetulan semata? ataukah ada konspirasi terselubung didalamnya?'

   Clover pun hanya memukul kepalanya pelan menggunakan buku PPKN yang tadi telah ia keluarkan, karena ketidak warasan pikirannya, yang mulai mengambil alih otaknya.

   "Eh lo kenapa Clov?" Ucap Paramitha heran dengan tingkah Clover. "Kayaknya benar deh ada yang sedang patah hati nih disini"ucap Paramitha kembali sambil tertawa.

   "Apasi mith" teriak Clover sambil mendelikkan matanya kembali.

***

   Tak disangka dari perkenalan singkat tersebut, Clover dan Paramitha akhirnya menjadi sepasang sahabat. Paramitha adalah Sahabat yang sangat baik menurut Clover, itu semua karena sifat dermawan dan rendah hati Paramitha, apalagi Paramitha selalu mengasih contekan padanya secara gratis apabila ia membutuhkannya.

   Hingga akhirnya tak disangka mereka pun masuk SMA yang sama kembali, SMA HARAPAN BANGSA namanya, dan disanalah kisah yang sesungguhnya akan benar benar bermula.


Jangan lupa tinggalkan vote dan komen yah..


  

CloversStories to obsess over. Discover now