Seperti biasa jalanan ini selalu ramai ketika kegelapan menyelimuti penghujung hari, para mahluk nokturnal mulai terbangun dari peraduan untuk mencari makan atau sekedar melakukan aktivitas rutinan.
Keriuhan ini bukannya memecah hening malah membuat bulu kuduk semakin merinding. Satu persatu muncul sosok-sosok tak berkaki yang mulai berkumpul di sebuah pohon beringin besar tepat di tengah pemakaman itu.
Sementara disisi lain nampak dua orang sedang mencari peruntungan dengan memberikan beberapa sesajen dan dupa. Mungkin niatnya agar cepat kaya, tapi sepertinya sia-sia karena mereka hanya jadi bahan kejailan para mahluk disana.
Karena tampak lucu aku memperhatikan mereka, tampak semakin menarik ketika salah satunya mulai ketakutan. beberapa mahluk mulai menampakan diri, seutas tali putih muncul tidak jauh dari arah asap dupa yang perlahan-lahan semakin membesar menyerupai sosok fenomenal. Mereka cukup beruntung karena upayanya membuahkan hasil tapi sayang mereka malah mengurungkan niat dan berlari tak tentu arah setelah melihat sosok tersebut. Apesnya sosok itu malah mengejar mereka sehingga kedua terkencing seperti balita tanpa popok.
Tontonan itupun berakhir cukup mengesankan aku merasa terhibur. Udara semakin dingin penerangan sederhana ini juga tidak cukup efektif untuk mengusir kabut yang semakin menebal akhirnya aku memutuskan untuk segera menuju tempat tujuan. Sialnya pocong itu sepertinya menyadari keberadaanku sehingga sekarang dia mengikutiku.
"kenapa kamu mengikutiku?" tanyaku
Tapi tidak ada jawaban dia asyik melayang santai dengan penampilannya yang tidak karuan itu. Kain putih lusuh bercampur dengan riasan tanah liat mewarnai sekujur tubuhnya dan wajah yang masih terdapat beberapa daging penuh nanah seperti itu pastilah sukses membuat orang ketakutan dan jijik melihatnya.
Perhatian mahluk disekitar sini mulai tertuju kearahku. Beberapa dari mereka mendekatiku mencoba untuk berkomunikasi, meminta bantuan atas segala urusan mereka didunia yang belum sempat teratasi.
Kuraba tasku berharap semoga saja masih ada sisa beberapa dupa untuk mengalihkan perhatian mereka. Untung masih tersisa lima batang, dengan ini aku bisa menghentikan semua ocehan yang membuat pusing kepala.
Asap dari dupa-dupa tersebut mulai menari membumbung tinggi dan menyebar kesegala penjuru arah. Para qorin dan arwah gentayangan yang mengikutiku kini sudah memutar haluan berebut wewangian dengan para jin lain yang kelaparan.
***
Kemampuan untuk melihat hantu, jin, siluman dan sebangsanya bagi sebagian orang cukup menyusahkan. Ketika malam tiba mereka yang belum terbiasa akan mulai bersembunyi didalam cangkang masing-masing.
Pertanyaannya kenapa hanya pada saat malam kita mendapat gangguan? Jawabannya adalah karena energi negatif akan lebih agresif pada waktu itu. Para mahluk tak kasat mata seakan diberi anugerah ketika kegelapan menyelimuti.
Ada dua jenis mahluk astral yaitu yang berenergi negatif dan berenergi positif. Umumnya para mahluk yang energinya positif akan cenderung bersifat diurnal yang muncul dan beraktifitas ketika matahari terbit hingga lingsir tiba.
Begitupun sebaliknya ketika malam mulai menguasai hari, mereka para mahluk nokturnal yang berenergi negatiflah yang akan meramaikan dunia. faktanya ternyata hukum fisika terkadang juga berpengaruh pada mahluk tak kasat mata juga.
Aku sudah pernah bertemu dengan kedua tipe mahluk tersebut. Menurutku secara pribadi memang mereka yang positif lebih ramah dan pasif daripada mereka yang negatif. Namun sayang jumlahnya tidak sebanyak para mahluk nokturnal itu. Kebanyakan qorin yang kutemui juga lebih sering menampakkan diri di kala malam saja.
Hampir setiap hari aku menyibukkan diri untuk berbaur dan meneliti para mahluk tersebut. Kegiatan yang aneh dan sangat berbahaya bahkan mungkin tidaklah lazim dikalangan orang-orang yang bernasib sama.
Meski begitu aku tidak berniat menjadi dukun, paranormal, cenayang, orang pintar atau apapun itu namanya. Awalnya memang terasa amat berat, aku masih ingat betul pertama kali ketika kemampuanku ini muncul rasanya seperti tenggelam dalam dimensi yang asing.
Aku tidak begitu saja bisa melihat dan berkomunikasi dengan mereka secara instan seperti para anak istimewa yang sering kalian sebut indigo itu. Aku mendapatkan kemampuanku ini setelah berlatih selama bertahun-tahun berlatih dibawah bimbingan kakek.
Berbagai jenis ilmu kebatinan, olah rasa dan tenaga dalam diwariskan secara turun-temurun di keluarga kami. Perlahan namun pasti kepekaan akan semakin meningkat seiring dengan pelatihan yang juga makin berat.
Mereka yang terlahir sebagai indigo seharusnya lebih bersyukur tapi disisi lain mungkin juga tidak, karena kemampuan yang mereka dapatkan secara instan itu memang merepotkan. Sangat wajar jika mereka sulit menerima, ketakutan, bahkan sebagian lagi mencoba berbagai cara agar menjadi normal kembali.
Dari sini mungkin kalian sudah bisa menebak kemampuan apa yang aku asah.
Apa kalian pernah mendengar istilah sixthsense atau indera keenam? bila iya sekarang kalian mungkin sudah mengerti apa berbedaan antara keduanya.
Akan kujelaskan secara singkat, indigo sudah pasti memiliki kemampuan indera keenam, namun mereka yang memiliki indera keenam belum tentu memiliki kemampuan indigo.
Dan di dalam cerita ini akan aku ajak kalian untuk mengenal lebih dalam kehidupanku. Kisah dari seorang anak berindra keenam dan perjalanannya.
YOU ARE READING
ASTRAL
HorrorApa yang kalian pikirkan jika mendengar istilah indigo dan sixthsense? keduanya mungkin tampak sama tapi sebenarnya berbeda. Kemampuan indigo biasanya muncul secara instan, sedangkan sixthsense tidak semudah itu. Perihal siapa yang lebih baik, itu m...
