Hari ini tepat peringatan satu tahun meninggalnya Yixing, Jongdae kembali ke apartemennya di Seoul setelah berkunjung ke Cina, tempat peristirahatan terakhir kekasihnya. Mengistirahatkan tubuhnya sembari mengingat momen indah bersama kekasihnya yang kini telah tiada.
Dering telpon membuyarkan lamunan
Jongdae.
"Oppa, anyeong?"
"Dae-yaa, apa kabar? Sudah lama kau tak menghubungi oppa, apa kau tak rindu?"
"Maaf oppa akhir-akhir ini, aku punya banyak pekerjaan, ada apa oppa menghubungiku larut malam begini?"
"Datanglah besok kerumah omma, akan ada acara penting besok"
"Benarkah? Kenapa omma tak menghubungiku langsung?, acara apa oppa?"
"Mungkin omma sedang sibuk, jadi beliau menyuruh oppa untuk menghubungimu, datanglah kau akan tau besok"
"Baiklah"
"Sampai jumpa besok Dae-yaa, istirahat yang cukup"
"Baik oppa, bye"
Setelah menutup telpon, Jongdae kembali mengistirahatkan diri.
Jongdae memang tinggal sendiri, dia memutuskan hidup mandiri sembari berkuliah dan bekerja. Meskipun keluarganya kaya, ia tidak menjadi manja, orangtuanya pemilik Kim Corp, dan dia memiliki seorang kakak laki-laki dan satu adik perempuan.
Esok harinya..
Jongdae telah bersiap diri untuk pergi kerumah orang tuanya, ia menaiki taksi agar tiba lebih cepat.
"Selamat pagi omma... "
"Kau datang Dae... " jawab Heera ibunya, tanpa antusias, dia melanjutkan mangatur ruangan yang mungkin saja akan diadakan untuk acara.
Jongdae menatap sendu omma nya, ia tahu ibunya memperlakukan ia secara berbeda sejak saat itu.
Jongdae menghampiri bibi Jung yang sedang memasak di dapur
"Halo bibi jung?"
"Hi, jongdae bibi sangat merindukanmu" merekapun berpelukan.
Jongdae menanyakan kepada bibi Jung acara apa yang akan digelar, bibi Jung menjelasakan bahwa akan diadakan rencana pertunangan antara putri keluarga Kim dan putra keluarga Park, Jongdae cukup terkejut karena baru mengetahui rencana keluarga tersebut.
.
"Selamat datang tuan Park"
Kim Heechul, begitu antusias menyambut kedatangan keluarga Park Hae Jin Acarapun dimulai diawali dengan makan malam kedua keluarga.
Setelah acara makan selesai, mereka pindah keruang tamu, segera membicarakan rencana mereka.
"Bagaimana kalau kita langsung membahas rencana pertunangan anak-anak kita Park?" tanya Heechul antusias.
"Tentu Kim, ini anakku Park Chanyeol, aku sudah membicarakan padanya tentang meminang salah satu putrimu, perkenalkam dirimu, Yeol"
"Nde, saya Park Chanyeol, senang bertemu dengan anda tuan Kim"
Chanyeol menyapa dengan dingin, sejujurnya dia tidak menyukai pertunangan ini.
"Wah kau begitu tampan Chanyeol, aku memiliki satu putra, dan dua orang putri, ini Kim Joonmyeon yang akan mewarisi Kim Corp, Kim Jongin si bungsu, dan Kim Jongdae diujung sana". Saat menyebut Jongdae, mata mereka saling bertemu, ada perasaan aneh yang menghinggapi Chanyeol.
" Dan yang akan dijodohkan denganmu adalah Jongin"
Jongin terkejut atas keputusan ayahnya dan ingin menyanggah, tetapi Heechul melanjutkan
"Dia berada di universitas, dan dia juga model"
"Ya, aku cukup sering melihatnya diberbagai majalah" jawab Hae Jin
Pertunangan akan dilaksakan dua minggu kemudian, para tetua sepertinya tidak memahami raut wajah anak-anaknya yang tidak begitu antusias dengan rencana perjodohan ini. Keluarga Park meninggalkan kediaman Kim.
.
"Appa kenapa, aku yang dijodohkan dengan putra keluarga Park? Kenapa bukan Jongdae?, bukankah dia yang lebih tua?"
"Jonginnie, kau yang pantas bersanding dengan putra keluarga Park, kau cantik dan lebih baik" jawab Hyeera. Jongdae terkejut dengan jawaban Ommanya, bukan karena ia ingin dijodohkan, bukan. Tapi karena Ommanya menganggap buruk dirinya.
Jongin tetap menolak perjodohan itu, ia beralasan masih ingin mengejar karirnya, bahkan ia mengancam akan pergi dari rumah.
Setelah terjadi ketegangan Heechul memutuskan untuk menenangkan diri, dia berpikir mungkin besok Jongin akan berubah pikiran.
Malam itu Jongdae memutuskan untuk menginap dan berencana pulang keapartemennya esok hari.
YOU ARE READING
Without Regrets
Romance"Aku tidak akan pernah menyesalinya, aku tahu kau akan selalu mendukungku" Jongdae "Jangan pernah berpikir untuk membuatku mencintaimu" Chanyeol "Kuharap kau tak akan pernah menyesalinya" Sehun
