Adakah orang yang tidak pernah berpikir untuk menyerah walau sekalipun selama hidupnya?
Aku pikir semua orang pernah merasakan ingin menyerah, karena putus asa, tiada perubahan, dan tidak ada pilihan lain.
Ini tahun ke 5 ku sebagai trainee di SM Entertainment. Tidak ada tanda-tanda agensi besar ini akan mendebutkan grup idola wanita baru sama sekali, karena masih sibuk dengan promosi grup teranyar mereka yaitu EXO.
Tidak ada desas desus rencana yang kudengar sama sekali akhir-akhir ini yang membuat banyak trainee gundah. Kapan mereka akan debut? Akankah mereka debut? Atau apakah mereka harus menyerah?
Satu per satu trainee mulai meninggalkan agensi, yg baru bergabung, sudah bergabung 4tahun bahkan ada trainee yang lebih senior dari ku pun ikut pergi. Hingga teman-teman terdekatku, pergi dan memutuskan mencari jalur lain agar bisa segera meraih mimpi mereka yang tersendat.
Akankah aku harus ikut pergi?
Sudah 5tahun aku disini, dan aku sama sekali tidak menemukan jawaban bagaimana masa depanku nanti. Aku takut melihat banyaknya trainee muda lebih berbakat datang silih berganti ke agensi kami. Takut bahwa peluangku untuk debut semakin berkurang karena ada yang lebih baik dan lebih muda dariku. Aku merasa tidak ada kemajuan sama sekali beberapa bulan belakangan ini sehingga membuatku sedikit depresi. Apakah aku keluar saja ? Haruskah aku menempuh jalur lain dan keluar dari mimpiku begitu saja?
Joohyun unnie sadar akan kekalutanku beberapa minggu belakangan. Ia selalu menemaniku, mengajakku mengobrol, berlatih ulang bersama, atau sekedar duduk di atas atap menikmati angin senja tanpa berbicara sepatah katapun.
'Ambillah libur 1-2 hari, beri kesempatan kepada pikiranmu dan hatimu sebelum mengambil keputusan.'
Joohyun unnie menyarankan agar aku pergi berpikir dan beristirahat dari latihan agar bisa memikirkan keputusan terbaik untuk diriku.
Disinilah aku duduk, di jejeran pertokoan Hongdae yang ramai didatangi pengunjung. Memandangi satu persatu orang lalu lalang, sibuk dengan urusan masing-masing. Beberapa musisi memamerkan kemampuan mereka, entah itu bernyanyi atau memainkan alat musik. Rasanya sudah lama sekali aku tidak menikmati waktu untuk diriku sendiri seperti sekarang.
Di seberang tempatku duduk ada beberapa pria berkumpul. Ada yang sedang mengutak atik speaker besar seukuran galon, ada yang menari-nari kecil sambil berdiri, dan ada yang duduk diam melamun.
Salah seorang dari mereka yang menari-nari kecil tak sengaja bertemu pandang denganku.
Aku membuang muka cepat-cepat.
15 menit kemudian terdengar suara musik yang sering kudengar saat latihan dulu, Jongin sering memutarnya. Black eyed peas - They Dont Want music.
Pria yang berkumpul tadi mulai menari satu persatu. Ternyata mereka adalah sekumpulan penari.
Satu persatu mereka mulai menunjukkan tarian masing-masing, ada yang melakukan popping, hiphop, b-boy, dll. Tidak ketinggalan pria yg tadi bertemu pandang denganku, menyuguhkan tari kontemporer. Liukannya yang indah menarik perhatian orang-orang, bahkan aku sekalipun.
Orang-orang yg melewati mereka berhenti sejenak, menyaksikan tarian indah ini. Riuh suara tepuk tangan orang yang menyaksikan, membuatku sangat bersemangat menyoraki mereka. Ah, aku sangat menginginkan keadaan ini. Aku menari dan menyanyi , dan orang-orang disekitar menyemangati.
Lagu diputar silih berganti, mereka semakin bersemangat menari diiringi sorakan penonton. Rasanya aku bertemu pandang lagi dengan pria tadi sekilas, tapi pikir itu cm perasaanku saja. Selang 30menit mereka berhenti menari, membungkuk hormat kepada penonton.
Suasana ramai menjadi bubar saat mereka selesai menari. Aku merasa hampa lagi.
Aku duduk kembali di bangku di bawah pohon plastik buatan yang aku tidak tau namanya. Memandangi lagi orang-orang yang berlalu-lalang. Sampai aku tidak menyadari orang itu datang menghampiriku.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEFORE SUNRISE
Romancecerita tentang pre debut Kang Seulgi yang ingin menyerah di tahun ke 5 trainee nya. Bertemu dengan seorang yang tidak terduga membuka mata hatinya.
