Setiap sore, gadis itu selalu mengayuh sepeda ke perpustakaan, walau kebiasaan itu baru ia lakukan sejak ia lulus dari Sekolah Dasar.
Tak banyak orang yang tahu siapa gadis itu kecuali pegawai perpustakaan dan security. Ketika sampai di perpustakaan favoritnya, ia sangat gembira seperti menemukan taman impiannya selama ini.
"Pagi, pak dan sahabatku..." sapaan gadis itu untuk security dan perpustakaan yang ia anggap sebagai sahabatnya.
Setelah manaruh sepedanya di parkiran, ia langsung masuk ke dalam gedung dan segera memilih buku yang ingin ia baca. Tak butuh waktu yang lama untuk memilih buku yang ia inginkan, hanya saja ia sangat suka membaca buku secara perlahan-lahan dengan maksud agar ia bisa memahami dan bisa mengingat jelas isi buku tersebut.
Genre buku yang dipilih tak menentu tergantung mood gadis itu . Namun, seringkali ia memilih buku bahasa asing dan buku tentang tata cara berbahasa yang baik dan benar.
Kali ini perpustakaan sedang ramai pengunjung karena, ada banyak siswa Sekolah Dasar yang mengerjakan tugasnya di sini.
Setelah mendapatkan buku yang ia inginkan, gadis itu kebingungan mencari tempat duduk untuk membaca, karena semua meja baca sudah penuh oleh orang-orang yang membaca buku.
Melihat gadis itu yang kebingungan, seorang pegawai perpustakaan menawarkan gadis itu untuk membaca di suatu tempat yang tak banyak orang tahu. Pegawai itu mengajak si gadis ke tangga dimana gadis itu harus naik sampai ditempat yang paling atas.
Awalnya, gadis itu ragu untuk naik ke atas karena ia belum pernah naik ke sana. Ia ingin segera membaca buku yang dibawanya, akhirnya iapun naik keatas. Ketika ia akan menaiki anak tangga yang terakhir ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.
Jadi perpustakaan itu mamiliki balkon yang berada diatas gedung. Disana sanagat sejuk, karena ada banyak tanaman yang berada di sekeliling balkon. Taklupa, pastinya ada kantin dan juga tempat bersantai seperti layaknya kafe yang memiliki meja baca yang tentunya bagian dari perpustakaan.
Namun, setelah keluar dari tangga tadi, ada pemuda yang tampak tergesa-gesa menabrak gadis itu dengan membawa secangkir kopi, sehingga cangkir tersebut jatuh dan pecah dihadapan mereka berdua.
Mereka terlihat shock karena telah memecahkan cangkir milik salah satu pedagang di kantin perpustakaan tersebut.
Hal tersebut membuat sang penjual terkejut. Penjual itu juga memarahi dan memberi hukuman untuk gadis dan pemuda itu.
YOU ARE READING
Are You Remember ?
Teen FictionYa, memang tak pernah disangka, gadis yang jarang dijumpai di kota adalah seorang gadis periang. Ia juga bertemu dengan seorang pemuda yang akan selalu menemaninya. Rasa rindu selalu ia rasakan ketika mereka tak bertemu, begitu pula yang dirasakan p...
