01. Sunset

73 28 95
                                        

"SUNSETTT!!"

Yeri memekik girang sambil melambaikan tangannya di udara, merasakan semilir angin yang lewat. Ia memutar-mutar badannya di pinggir pantai, dengan Mark yang terkekeh melihat tingkahnya.

Rambut panjang Yeri yang berwarna cokelat gelap itu pun bersibak kesana-kemari, layaknya model iklan sampo.

"AAAAAA!" Yeri memutar badannya lagi, terlihat norak padahal ia sudah pernah ke pantai itu.

"Udah, jangan muter-muter mulu, entar pusing." Mark menarik tubuh Yeri ke dekatnya, membawa anak itu jalan bersamanya.

"Duduk situ yuk Mark!" Yeri menarik tangan Mark ke pinggir pantai.

"Aku mau bikin istana pasir!" seru Yeri.

"Eh, jangan Yer, udah mau malem." Mark berujar. Lagipula siapa yang mau bikin istana pasir kalau mau malem begini.

"Yahh, mamark mah gitu ama Yeri." Yeri cemberut.

"Jangan cemberut dong." ucap Mark, sambil menatap muka Yeri.

"Emang kenapa?" tanya Yeri.

"Entar aku tambah sayang." jawab Mark, sambil mengedipkan mata kirinya.

"Apasih."

"Merah noh pipi."

Dengan cepat Yeri menangkup pipinya dengan kedua tangannya.

"Ish, ngeselin!" Yeri memalingkan wajahnya dari Mark.

"Maaf deh maaf, sebagai permintaan maaf Yeri mau apa?" tanya Mark, "nanti mamark beliin deh."

"Serius nih?" Yeri menatap Mark seperti tidak percaya.

"Iyaa, serius, dua rius malah!" jawab Mark yakin.

Mata Yeri lagi-lagi menjelajahi sekelilingnya. Ia melihat anak kecil yang sedang makan ice cream, ada juga yang makan krep, dan lain sebagainya. Membuat Yeri lapar seketika dan mengingini semua itu.

Yeri meneguk salivanya sendiri. Ia menatap Mark dengan pupil mata membesar, sangat melas tapi imut. Mark terkekeh, lalu mencubit pipi Yeri yang tembem itu.

"Mau apa?" tanya Mark.

Dengan senyuman manis dan tampang begitu polos, Yeri menunjuk semua makanan milik orang-orang yang melintas di hadapannya. Seketika Mark cengo.

"Bused, kurang banyak..." Mark bingung menghadapi Yeri.

"Oohh gitu ya, kurang banyak, yaudah aku nambah lagi!" ucap Yeri, membuat Mark kaget.

"Eh, engga Yer, maksud aku bukan itu!" Mark kewalahan menghadapi Yeri, "tadi aku cuma bercanda doang."

"Yaudah, beliin yang tadi aku udah tunjukin." ujar Yeri.

"Asyiaaap, buat Yeri mah apasi yang engga." Mark lagi-lagi membuat pipi Yeri memerah.

"Ihh, cepetan!" Yeri mencak-mencak.

"Iya iya, et dah." Mark bangkit dari duduknya, lalu ia mencari jajanan yang Yeri minta.

▪️ ▪️ ▪️

"Ice cream udah, krep udah, es kopyor udah, burger juga udah, cilok juga udah, terus cireng moncrot juga udah. Okeh sip, semuanya udah." Mark mengecek semua jajanan yang Yeri minta.

"YEWRRIIIIII, IM COMIIINNGG!!" Mark teriak, bikin semua orang yang disekitarnya langsung menoleh dan kaget, "Eh maap, kaget ya, lanjutin aja mas pacarannya. Hehe sorry ya mas."

"Ish, mamark ga boleh teriak-teriak gitu, kasian noh mereka ke ganggu!" Yeri berujar.

"Hehe, maap deh maap, siapa suruh dia macul ditempat kayak gitu." ucap Mark, "Nih, pesenan kamu, udah aku beliin semua."

"Wah, makasih, mamark baik deh!" Yeri langsung peluk Mark.

"Iya, sama-sama yewriku." Mark membalas pelukan Yeri.

🐣🐣

halo haloo hay...
ketemu lagi dengan new story aku neh 😗



You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 25, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Dijodohin [Mark Lee] Where stories live. Discover now