SEQUEL

297 14 19
                                        

.

Ini Cinta atau Kebodohan

.

SEQUEL

.

Akan banyak kata-kata kasar dan bahasa tidak beraturan, mohon dimaklumi. Ini hanya cerita fiktif, jadi apapun yang terjadi dalam cerita mohon dimaafkan. Tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan karakter apalagi mendoakan hal buruk pada mereka.

.

GS for Jeonghan and Wonwoo

.

Ku persembahkan bagi para Cheolsoo shipper yang kemarin sempat mendebat suruh bikin sequel, hehe. Terima kasih atas dukungannya dan maafkan atas keterlambatannya.

.

Happy reading Cheolsoo Shipper

;

;

;


Hyung, kau sibuk?

Drrrtttt... drrrtttt... drrrrtttt....

"Ne, ada apa chagi?"

"Hyung kau tidak sibuk?"

"Hahaha, santai chagi. Aku baru saja menemui klien tadi, sekarang kami sedang istirahat. Katakan apa kau merindukanku?"

"Hyung.... serius."

Pria diseberang telpon terkekeh pelan, ia dapat membayangkan bagaimana wajah merajuk kucing kesayangannya tersebut, "Ne, ne kenapa chagi? Ingin sex phone denganku?"

"Aku matiin nih!"

"Aaah, mian mian. Aku serius sekarang, bicaralah."

"Apa kau masih di Jeju Hyung?"

"Iya tentu saja. Kami baru akan kembali ke Seoul Sabtu pagi. Wae chagi, apa kau akan menyusulku ke sini sekarang?"

"Hmm, apakah nanti malam Hyung masih ada pertemuan?"

"Ada rapat sih sehabis makan malam, mungkin sampai jam 11an paling lama. Ada apa chagi? Kenapa kau bertanya-tanya terus?"

"Nanti malam kita bertemu ya Hyung, sebentar saja. Hari Sabtu pasti Hyung berangkat pagi kan?"

"Tunggu-tunggu, maksudnya? Kau benar-benar akan menyusulku kemari?"

"Ingat bahwa anak-anak kelas XI akan ada karya wisata ke Jeju? Kami akan berangkat sore ini Hyung."

"Wow, jadwalnya dimajukan?"

"Iyaa," sang pemuda kucing tampak antusias menjawab.

"Aku akan mengatur kepulanganku chagi. Ku tunggu kau disini." Suara sexy sengaja diperdengarkan untuk menggoda sang penelepon.

"Dasar byuntae!"

"Yah beginilah aku chagi. Ku tunggu desahanmu memenuhi kamarku nanti."

Pip.

"Yaaaa, haish!!! Seungcheol Hyung menyebalkan!" pemuda tersebut merengut kesal karena teleponnya dimatikan sepihak, "Tapi aku sayang." Lirihnya kemudian sebelum kembali merapikan barang-barang yang akan dibawanya nanti berlibur, tentu saja dengan senyum malu-malu kucing yang menghiasi bibir cherrynya.

.

.

"Ah! Jeonghan Miseu, anda di sini?"

[COMPLETE] SEQUEL - The Best EndingStories to obsess over. Discover now