Chapt 1

47 4 1
                                        

🍁🍁🍁

  
"

Ahh semua cowok sama saja. "

  Seorang gadis remaja yang tengah bersantai di pinggir kolam dengan beberapa botol Anggur di atas meja. Gadis remaja itu meletakkan Handphone mahal yang di buat khusus untuknya itu ke atas meja.

  Gadis itu mendengus, mengusap kasar wajahnya. Dengan penuh rasa kesal dia mengambil satu botol Anggur. Namun pelayan laki - laki di sampingnya langsung menyela.

" Tunggu Nona, itu harus di tuang ke gelas terlebih dahulu. Bagaimana jika Tuan tahu? Dia akan marah Nona. "

" Aku tidak peduli Robert. "

Tanpa memperdulikan pelayan yang menatapnya khawatir Gadis remaja itu langsung meneguk Anggur dari botolnya.

23:08, Bryan's Medical Center

  " Uughh gatal banget, sih... "

  Seorang gadis remaja menggunakan gaun pendek di atas lutut berwarna pink tengah menggaruk - garuk bagian tubuhnya yang menimbulkan bintik - bintik kecil. Gadis remaja itu duduk di atas sofa kulit mahal yang ada di ruangan serba putih di lengkapi meja kerja itu.

Tak

Tak

Tak

   Suara langakah kaki terdengar mendekat ke arahnya. Seorang Pria dengan pakaian Jas dokter yang melekat pas di tubuh, kedua tangan di masukkan kedalam kantong celana kerjanya menambah kesan karisma saat berjalan.

" Aiih kenapa harus gatel sih... Aahh gatel banget. "

" Kamu ini, sudah tahu alergi masih saja meminumnya! Merasa umurmu masih panjang atau gimana sih?! "

Kedua mata Pria itu menyipit di balik kaca matanya. Menatap bintik - bintik di tubuh gadis remaja di depannya. Dengan sangat tiba - tiba, Pria itu langsung menarik kedua tangan Gadis remaja menggunakan satu tangan, sedangkan tangan lainnya menyentuh bintik - bintik merah yang ada di wajah Gadis remaja itu.

" Stop. Jangan di garuk lagi, wajahmu bisa rusak, loh. "

" Ahh Kakak ini sangat gatel, tauu... "

Cklek

" Dokter ini obat dan kantung esnya. ", seorang perawat masuk membawa wadah berisi dua kantong es dan beberapa obat - obatan.

" Terimakasih, silahkan keluar. "

" Baik dokter. Jika ada perlu silahkan panggil saya. "


Setelah memastikan perawat tadi keluar,
Bryan mengambil kantong es lalu menempelkan pada wajah Hana sehingga membuat sang Adik memejamkan mata dan bergumam, karena kaget akan tindakan sang Kakak.

" Uughh, Kak Bri kenapa masih gatel, sih? Padahal sudah minum obat, apa obat Kakak tidak manjur? "

" Kamu ini sudah berapa tahun tidak pulang? Sekali pulang langsung begini! "

He is Freez Histórias para pegar e não largar. Descubra agora