Cerita yang erakhir gelap namun tak segelap malam
Hai teman perkenalan namaku Zain umurku 16 tahun, ayah dan ibuku seorang guru, aku anak IPS, kata teman - teman dan guru- guru ku aku anak yang pandai, sopan, tampan, rendah hati, walau begitu aku tidak sempurna, tidak setampan orang lain, dan aku mempunyai penyakit yang mungkin merengut nyawaku yaitu kanker perut stadium 3, walau aku mempunyai penyakit tapi aku tidak pernah lelah untuk belajar dan mengapai cita - citaku dan berdoa kepada Allah SWT untuk sembuh. Aku sadar aku tidak setampan laki - laki lain, tidak heran kalok tidak ada yg menyukai ku, tapi aku menemukan cinta pertama ku di kelas 11 ini. Aku mencintai nya karena dia anak yang baik, sopan, walau dia tidak berhijab tetapi wajahnya selalu bersinar di mataku, dia mempunyai sikap dingin, jutek, tetapi dia mempunyai sifat perhatian,dan baik baik.
Suatu hari aku memasuki kelas yang baru dan teman - teman yang baru, aku memberanikan diri untuk berkenalan dengan nya, aku belum tau namanya, aku tidak bisa menahan ingin berkenalan dengannya.
Aku pun bertanya kepada nya
Zain " Hai namamu siapa?
Jessie "Namaku Jessie. Dia kembali bertanya kepada ku dengan senyuman pertamanya
Jessie "Namamu siapa?
Zain "Namaku Zain. Zain pun membalas senyuman Jessie dengan hangat.
Zain " kenapa kamu terlihat murung?
Jessie " aku ingin pintar, dari dulu aku selalu mendapatkan rangking terakhir.
Zain " hmm gimana kalok kamu belajar sama aku aja? Aku selalu mendapatkan rangking 10 besar di kelas.
Jessie " apa kamu beneran mau mengajariku? Kan kita baru saja kenal.
Zain " gpp kok orang tua ku guru, dia seneng kalok temen ku datang ke rumah ku dan belajar bersama dengan ku.
Jessie " wah terimakasih atas tawarannya, dengan senang hati aku mau belajar bareng sama kamu.
Zain " oke, kapan kamu datang ke rumah ku?
Jessie " Besok jumat setelah pulang sekolah?
Zain "oke, aku siap menerima teman baru yang mau belajar dengan ku.
Hari Jumat pun telah tiba, sesaat aku ingin ke kantin aku melihat Jessie sedang sendiri di kantin dan membaca buku , aku pun memanggil nya, dia menghampiri ku dengan senyuman yang hangat.
Kami pun berbincang bincang
Zain " kamu sendirian?
Jes " iya aku lagi baca buku.
Zain " aku boleh bertanya sama kamu?
Jes " boleh, emangnya mau tanya apa?
Zain " kenapa kamu jarang senyum dan bermuka jutek?
Jes " karena aku susah bergaul dengan teman dan aku mempunyai sifat dingin.
Zain " kenapa kamu bisa memiliki sifat seperti itu?
Jes " karena memang sifat ku sulit diubah.
Zain " kamu jangan mempunyai sifat kyk gt nanti temanmu sedikit.
Jes " aku tidak peduli, yang penting aku mempunyai kamu yang bisa aku ajak bicara dan belajar bersama.
Mendengar kata² itu Zain pun semakin mencintai Jessie
Zain " bisa aja kamu
Jes " aku juga mau tanya sama kamu
Zain " tanya apa?
Jes " kenapa kamu mau jadi teman ku? Kan aku orangnya jutek, dingin
Zain " karena aku tau kamu baik dan perhatian. Dibalik sifat mu yang dingin dan cuek, tapi kamu memiliki sikap yang baik dan perhatian.
Jes " owh, terimakasih.
Bel sekolah pun telah berbunyi, dan kami pulang bersama untuk belajar di rumah ku.
Ibuku menyambut Jessie dengan senyuman dan jessie membalasnya dengan senyuman yg benar - benar hangat. Ibuku bernama Ariana. Biasanya Jessie memanggil ibuku dengan sebutan mama ariana. Mereka berbincang hangat selagi aku ganti pakaian dan mempersiapkan buku - buku yg ingin ku bawa ke ruang belajar.
Saat kami belajar bersama, Jessie memperhatikan ku, dia pun bertanya
Jes " kenapa kamu pucat?
Zain " sebenarnya aku mempunyai penyakit yang hampir merengut nyawaku
Jes " owh astagfirullah penyakit apa itu?
Zain " kanker perut stadium 3
Jessie tiba² menahan tangisan nya. Aku pun bertanya
Zain " eh kenapa kamu menangis?
Jes " aku benar - benar tidak kuat mendengar kabar kalau kamu menyidap kanker perut.
Zain " hehe kamu jangan menanggis, aku tetap akan mengajari mu sampai kamu pandai.
Jessie tiba² memeluk zain dengan erat sambil berkata
Jes " aku tidak ingin kehilangan teman yang amat baik kepada ku.
Zain pun ingin menahan tanggis nya.
Jessie baru sadar karena dia telah memeluk zain dan langsung melepaskan pelukannya.
Jes " maaf zain, aku tiba - tiba melukmu.
Zain " gpp kok.
Jes " selagi aku masih ada di sisi mu sebisa mungkin aku akan menjaga mu.
Zain " hehe terimakasih, bisa aja kamu.
Jes " bawalah jaket ku, agar kamu tidak kedinginan, ku mohon jangan tolak.
Zain " iya deh aku akan pakai jaket ini terimakasih.
Sore pun telah tiba, Jessie pulang ke rumahnya.
YOU ARE READING
Hidupku gelap tetapi tak segelap malam
RomanceWanita yang bersifat dingin dan cuek Laki laki yang mempunyai penyakit kanker perut stadium 3
