D.I.A

30 1 3
                                        

Semuanya dimulai dari sini dimana saat itu aku melanjutkan sekolah di jenjang SMA sederajat.

Berawal dari dia yang membuatku kembali menemukan hakekat cinta yang sebenarnya.

Awalnya aku sudah memantapkan hatiku untuk tetap menjaga hubunganku dengan perempuan yang ada lebih dahulu sebelum dia,perempuan itu kini jauh dariku,kami kenal dan saling mencintai saat aku masih berseragam putih biru.

Namun saat aku jauh darinya,karna setelah aku lulus Mts, aku dibawa oleh ayahku untuk masuk disalah satu pondok pesantren dekat ayahku tinggal dan bekerja. Awalnya aku yakin bisa tetap jaga perasaan ini, namun lama semakin lama hatiku merasakan kesepian tanpanya,,dan dari situlah aku kenal dengan perempuan yang kini mengajakanku cinta yang sesungguhnya, dan meninggalkan perempuan yang membuatku kesepian.

"Siapa?" Aku bertanya kepada diriku sendiri. Perempuan yang berpapasan denganku, mengalihkan semua pandangan yang ada disekitarnya.awalnya aku biasa saja terhadap perempuan itu, namun semakin lama waktu berjalan semakin hati membuka,berharap dia mau mengisinya.

Saat aku sedang piket malam atau jaga malam bahasanya, disitu aku bercerita kepada temanku yang sudah aku anggap sahabat bahkan saudara.

"Fail,aku mau ngomong sama kamu" mulaiku berbicara memecahkan keheningan malam itu.
"Nanya apaan?" Jawabnya penasaran.
"Aku kayaknya suka sama dia" jawabku sedikit malu sambil tersenyum.
"Dia siapa?"
"Pokoknya dia, aku kasih inisialnya ya" jawabku sambil memberinya satu petunjuk untuk menebak yang aku maksud.
"Okeh, coba sebutin apa?" Jawabnya masih penasaran.
"Yang kecil di sini, masih Mts lah".
Iya dia masih Mts, beda umur dua tahun dariku, karna aku masuk di pesantren yang digabung dengan perempuan, dan sekolahannya pun saling berhadapan hanya dibatasi gedung kantor di tengahnya.

"Siapa?"bertanya sambil memikirkannya bingung.
"Dia kalo di sosmed pake nama 'Latahzan".jawabku mengasih petunjuk laen.

   Thufail mulai menyebutkan nama perempuan yang dia tau satu persatu.namun tidak ada jawaban dia yang cocok dengan pemikiranku.akhirnya Thufail menyerah.
"Ahhh, dah kasih tau siapa sih" dengan raut wajah kesal dan bingung.
"Nih, aku kasih tau. Namanya..."
"Nasifa". Lanjutku memecahkan raut wajah penasaran Thufail.

"Ohhh....dia, ngomong dong dari tadi, bikin penasaran aja".
"Iya,tuh dah dikasih tau kan"
"Iya...jadi apa yang kamu lakuin selanjutnya nih" tanyanya dengan memberi kode.
"Emmm,aku butuh bantuan kamu Fail, kamu mau kan bantuin aku buat dapetin dia"tanyaku dengan mata penuh harapan kepadanya.
Tak perlu waktu lama Thufail me Iyakan keinginanku untuk membantuku mendapatkan perempuan yang aku maksud.

"Suatu pertanyaan
yaitu kehilangan,dan
suatu jawaban
yaitu mencari"

Thanks yang udah mau baca...semoga kalian suka dengan ceritanya...

Jangan lupa follow untuk tau kelajutannya. Tunggu yaa....

Maaf kalo ada yang salah kata,masih belajar.



D.I.AStories to obsess over. Discover now