Prolog

6 0 0
                                        

"Vir, lo dicari pacar lo tuh!" Ujar Gita teman kelas -gadis yang akrab dipanggil Alvira-yang baru saja masuk kelas.

Gadis itu mengernyit. Pasalnya tak ada seorang priapun yang tengah menyandang status sebagai pacarnya saat ini.  "Siapa pacar gue? Lo tau kan gue gak pernah pacaran,"

"Siapa lagi coba, udah lo kedepan temuin cowok lo, oke!"

Alvira mengangguk malas. Siapa sih yang mereka bilang tadi?
Iapun memutuskan menemui 'pacar lo' yang mereka maksud.

Sesampainya depan pintu ia dikejutkan dengan pria jangkung yang langsung memeluknya erat tak segan-segan meletakkan dagunya diatas pundaknya. Dan ia kenal siapa pria itu.

"To, jangan disini napa ah, liat tuh kita jadi pusat perhatian sekarang." Bisiknya malu.

Ternyata Ito yang mereka maksud pacarnya. Yah... Hampir seisi sekolah menganggap mereka pacaran dan banyak yang mendukung hal itu karena mereka 'most wanted' -nya sekolah ini. Tapi sayangnya realitanya tidak seperti itu. Dan padahal mereka juga tau bahwa Ito adalah playboy yang hampir tiap hari berganti pacar.

"Peduli amat. Sekarang gue butuh pelukan elo rum."

Alvirapun menghela napas. "Oke, oke. Sekarang kita ke taman. Lo bisa peluk gue sepuasnya disana tapi lo harus cerita kenapa lo jadi kek abg labil begini." Ujarnya yang tak digubris sedikitpun. "Lo mau kan?"

"Iya, ayo!" Ujarnya lalu menarik tangan Arum agar sedikit bergegas.

💮

     Sesampainya di taman, Ito langsung memeluk Arum dengan erat, baru Ito akan membuka mulut bel masuk sudah berbunyi.

Ito mendecak. "Rum, gue gak siap belajar dalam kondisi kayak gini."

"Kalo lo ngajak gue bolos, enggak deh, gue gak ikutan to." Ujarnya sambil mengangkat kedua tangannya.

Itopun mendengus. "Iya, iya, gue ceritanya nanti udah yuk masuk."

Arum mengangguk. Sebelum benar-benar pergi, Ito memeluk Arum dengan erat sekali lagi.

💮

Tanpa mereka sadar, ternyata ada yang menyaksikan apa yang mereka lakukan. Ia menggeram lalu mengepalkan tangannya. "Dasar cewek genit."

💮

     Arum dan Ito kembali ke kelas masing-masing dan mereka beruntung karena guru mereka belum datang. Sambil menunggu guru mapel datang, Arum menggunakan kesempatan untuk mengirim pesan untuk Ito

@Arumaisha_
To, pulang sekolah kita langsung ke danau deket taman ya! Lo bisa cerita semuanya disana. Gue tau hal apa yang bikin lo kek gini sebenernya, cuma mungkin lo butuh tempat cerita

Send

    Tanpa menunggu jawaban dari Ito, Arum segera menutup handphone-nya karena kebetulan guru Budayanya sudah datang.

💮

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 04, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

RumitWhere stories live. Discover now