chap.1

248 9 1
                                        

"Apaan apaan ini...?"

"Apa kau ingin menghinaku huh!?"

"Apa kau ingin ku memasukanmu kedalam sebuah panti asuhan agar kau terdidik dengar benar?"

"Bagaimana kau bisa dapat nilai yang menjijikan ini!?"

"Kau pasti tidakk belajar dengan benarr,bukann!?"

"Kenapa kau hanya mendapattkan nilai 85? Yang ku inginkan bukan nilai seperti ini!?"

"DENGARKAN INI BAIK BAIK DENGAN TELINGAMU ITU...KU BISA SAJA MEMASUKANMU KEDALAM SEBUAH PANTI ASUHANN...ATAU AKU BISA SAJA MENELANTARKANMU KE JALANAN... DAN INGAT BAIK BAIK..JIKA KAU GAGAL DALAM SEMUA TES DAN UJIAN MAKA...TAK SEGAN SEGAN KU MENGUSIRMU DARI RUMAH INI!!"

"Dan aku bisa saja mencari penggantimu di dunia ini! Ku bisa memungut anak dari panti asuhan atau bisa saja ku adopsi dan akan ku angkat jadi anakku. Daripada kau benar benar tidak dapat di andalkan."

"Ingat baik baik itu di otakmu itu..."

Kata wanita paruh baya yang tengah melempar kertas ujian milik anaknya sendiri. Dan meninggalkan ruangan anak tersebut.

"Untung aku tak mendapatkan pukulan maut itu. Aku cukup tau mengapa ia tak memukulku seperti biasa walau nilai ini adalah nilai yang menjijikan baginya. Karena aku beruntung bisa mendapatkan nilai tertinggi di kelas...tapi tidak di mata wanita itu." Batinku.

------

"Huh..." Sang wanita tua itu menghelah nafas dan sesekali memejamkan matanya. Dengan merebahkan dirinya ke sofa.

"Bagaimana...aku tidak gelisah anakku itu benar benar tidak bisa diandalkan. Bagaimana dia akan diterima di universitas yang aku inginkan jika nilainya teruss menurun." Kata wanita itu dengan meletakan tangannya di dahinya.

"Apa aku seharusnya mengadopsi anak saja yaa? Aku juga tidak mau anakku mati hanya gara gara keegoisanku." Kata wanita tua itu.

"Tch...apa yang harus aku lakukan!?... pak tua itu juga belum pulang ke rumah..ia pasti sedang mabuk mabukan..." katanya lagi dengan menghelah nafas panjang.

"Huhh!? Kenapa pak tua itu tak pulang pulang...? Pak tua itu pasti tak tau nilai yang didapat oleh anak kandungmu ini. Kau juga pasti ingin memukulnya dengan botol alkohol yang biasa ia bawa dari berjudi.." Wanita itu mulai memijat mijati kepalanya yang sedang berpikir keras.

"Awkquhh phulankk..."

Terdengar seseorang yang membuka pinyu depan. Dan terdengar seperti suara yang sangat ia kenali. Dia adalah suami wanita tua tadi. Saat ia pulang ia membawa beberapa botol alkohol. Dan saat ia pulang ia selalu membawa satu botol yang di genggaminya.

"Wahh kebetulan kau membawa banyak botol hari ini..." kata wanita patuh baya itu.

"Yaahhh pastii....ku membawaanyaa...pastii-i stokk di rumah...sudah hampir habiss bukan?" Tanya pak tua itu.

"Kau tau sajaa...cepat masuk dan bawa sekalian botol botolnya." Sahutnya.

"Baiklahh.."

Pak tua itu mengangkat botol botol itu ke dalam rumah dan di bantu oleh wanita tua itu.

"Ohh..iyaa bagaimana dengan tesnya..?" Tanya pak tua itu. Dengan menghelas nafas panjang wanita tua itu memberitaukan nilai tes miliki anak perempuannya.

"Huh...kau pasti akan muak dengan nilai tes anakmu itu.."Kata wanita tua itu dengan membanting wajahnya ke kanan.

"Heee... emang berapa?" Tanya pak tua itu lagi.

"Dia mendapatkan nilai 85..tetapi ia berhasil mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Kau harus tau itu." Kata wanita tua itu dengan panjang lebar.

"Haaa....85 yang benarr? Tetapi tertinggi di kelas? Bagiku itu sama saja.. aku akan segera menemui anakku itu." Kata pak tua seraya mengambil beberapa botol, lalu ia menuju ke kamar anaknya.

Tokk...tokk...tokk....

--------









DARK TOTUREStories to obsess over. Discover now