Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

00 : Social Butterfly

278 28 5
                                        

Namanya Priyanka Abbila Milana. Orang-orang panggil dia Inka. Social butterfly yang hampir satu Fakultas kenal sama dia. Wakil ketua BEM, jago ngomong, humble, tapi nggak cantik. Orang bilang dia cuma menarik, menarik karena sifatnya yang easy going dan kenal sama semua orang. Dari situ, orang-orang bilang dia cantik, followers di Instagram naik drastis, foto-foto nya dibilang aesthetic dan yang pasti jadi inceran kakak tingkat.

Kegiatan nya setiap hari cuma bulak-balik kelas-kantin-sekre, nggak ada yang lain. Dia lewat di Koridor, semua orang nyapa dia, semua dosen dia salamin, bahkan sampai cleaning service dan penjaga kantin juga Inka kenal. Its social butterfly right?

"Inka!"

Itu panggilan Zayyan, sahabat Inka dari kecil sampai sekarang. Dari kelas 1 SD sampai sekarang Kuliah tingkat 2, mereka selalu bareng, dan untung nya mereka nggak ngambil Jurusan yang sama saat Kuliah. Sama-sama Fakultas Ilmu Komunikasi, tapi Inka Public Relation, Zayyan Jurnalistik.

"Zayyy, mau nebeng pulang dong." Ujar Inka sambil nyengir.

"Tau gitu nggak gue samperin." Balas Zayyan malas. Bicara soal Zayyan, dia ganteng. Bukan, bukan ganteng karena sifat nya, tapi emang ganteng dari sana nya. Dia blasteran Canada-Indonesia. Dia juga nggak ramah, anak nya ngebosenin, tapi bisa punya banyak temen.

Karena apa? Ganteng dan sahabat Inka.

"Ish, biasa nya juga lo nyamperin gue karena mau nganterin pulang. Sok-sokan jual mahal!"

"Males, fans lo makin banyak, ntar lewat parkiran dikit langsung deh, 'Halo Ka Inkaaa, Ka Inka follback IG aku dong, Ka besok LPJ jadi ya, Inka, inka, inka~' males amat." Tuturnya dengan nada yang dibuat semirip mungkin dengan orang-orang yang menyapa Inka.

"Kalo gitu gue juga males, tiap lewat parkiran sampai koridor semuanya nanya, 'Inka pacaran ya sama Zayyan?' Bosen gue dikasih pertanyaan itu mulu."

"Ya, kalo gitu jawab aja lo pacar gue, ribet amat?"

"Emang ribet. Ogah gue ngakuin jadi pacar lo."

Dan, ini yang bikin semua cewek yang kenal Inka iri sama dia, dia deket banget sama Zayyan, cowok yang termasuk kategori ganteng di Fakultas mereka. Kurang sempurna apa sih hidup Inka?

"Berisik, udah cepetan siap-siap nya, kita ke Parkiran. Takut keburu hujan Inka!" Suruh Zayyan sambil membantu Inka memasukkan barang-barang nya ke dalam tas.

"Iya-iya bawel ih!"

Setelah semua selesai, keduanya berjalan menuju Parkiran. Menyusuri Koridor yang mulai sepi karena waktu yang sudah petang. Bukan Inka namanya kalo nggak pulang sore, prinsip Inka adalah, ia nggak akan pernah bawa tugas organisasi nya kerumah. Jadi, Inka nggak akan pulang saat tugas nya belum selesai, dan Zayyan bakal terus nemenin Inka sampai tugas itu selesai.

Zayyan nggak aktif di Organisasi kaya Inka, Zayyan Cuma kenal dan sering nongkrong sama temen-temen organisasi Inka. Ya, karena nungguin cewek itu pulang. Prinsip Zayyan, dia nggak akan pulang sebelum mastiin Inka sampai rumah, atau Zayyan bakal terus hubungin Inka sampai cewek itu bilang kalo dia udah sampai di Rumah.

"Udah beres tugas nya?" Tanya Zayyan sambil keduanya berjalan menuju Parkiran.

"Udah, tapi tugas kuliah belum."

"Deadline nya kapan?"

"Besok." Jawab Inka tanpa beban.

Zayyan berdecak kesal, "Kebiasaan deh, tugas yang penting lo akhirin, tugas yang nggak penting lo utamain."

"Ya nggak gitu, gue bisa nyelesain sambil begadang kok."

Zayyan menghela napasnya, kesal karena tingkah Inka yang seperti ini terus. "Mau makan dulu nggak?"

APRILHistórias para pegar e não largar. Descubra agora