Udara begitu panas. Terik matahari menyinari kota yang bernama Abari. Abari adalah kota yang cukup luas di negara Mishinito. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di kota Abari semakin canggih. Dari generasi ke generasi, dahulu tak ada nama negara dan kota hanya sebuah planet yang terlapisi tanah berhiaskan tumbuhan yang alami. Kini telah berubah, tumbuhan tak lagi sama seperti dahulu. Rumah yang dulunya hanya berdiri kokoh atas bantuan kayu, kini semakin kokoh dengan penemuan manusia di generasi baru.
Dahulu, hidup kerajaan dengan istana yang megah dari susunan demi susunan tanah liat dan batu. Kini manusia mampu membuat bangunan yang amat tinggi nan megah mengalahkan sebuah istana dengan penemuan mereka. Sungguh cerdas manusia di zaman sekarang. Zaman di mana, semua mengenal alat-alat komunikasi dan barang canggih lainnya. Apa yang telah mereka lalui sejauh ini?
Sebuah gedung tinggi yang cukup luas. Banyak penghuni golongan pria muda dan wanita. Mengenakan pakaian yang sama, membawa beberapa buku, menggenggam sebuah alat komunikasi dan lainnya. Gedung itu disebut sekolah. Sekolah adalah sebuah gedung bagi pemuda-pemudi menuntut ilmu. Sekolah itu bernama, SMA Gakuin.
Suara keramaian di suasana sekolah. Ada beberapa pria bermain basket dan beberapa wanita bermain voli. Perbincangan seseorang dengan keaktifan di beberapa lingkungan sekolah. Sekumpulan orang yang bersekolah disebut murid, murid pria disebut siswa dan murid wanita disebut saswi. Sekumpulan siswa dan siswi disebut siswa. Memang terlihat aneh, sama dengan planet ini, bumi, cukup aneh.
"Kau sudah berlatih?" Tanya seorang pria berperawakan tinggi tengah melangkah menelusuri lorong bersama seorang teman.
Lawan bicaranya hanya menunjukkan gerakan isyarat yang menyatakan 'iya', pria itu pun secara tanggapan mengerti maksudnya.
Duuuuaaaarrr!!!!!
Gemuruh reruntuhan bangunan menimpa beberapa murid. Ledakan yang dinyatakan bom dapat meruntuhkan sebagian gedung sekolah. Bom adalah penemuan manusia, mereka dapat merakit benda berbahaya itu untuk melukai manusia lainnya. Manusia membinasakan manusia lainnya? Sangat menyedihkan!
Beberapa murid, penjaga dan guru berlarian ke luar gedung, namun ada juga yang terjebak di dalam.
Suara teriakan ketakutan menggelegar memenuhi area sekolah. Aroma asap menyerukan meracuni setiap orang yang menghirupnya. Panasnya api tak mampu dihindari. Banyak orang yang terluka berat maupun ringan.
«»
Tertulis di sebuah tugu dengan tulisan 'Rumah Sakit Eien' yang amat besar.
Aroma obat-obatan memenuhi gedung yang disebut rumah sakit, gedung tempat beberapa orang bertugas menyembuhkan orang-orang yang sakit. Rumah sakit Eien berada tak jauh dari SMA Gakuin, hanya berjarak satu kilometer. Suasana ramai akibat pengeboman sekolah membuat rumah sakit Eien ini penuh dengan orang yang terluka. Para dokter disibukkan dengan rencana menyedihkan manusia.
"Tolong, Dok!"
Seorang gadis berambut panjang merangkul seorang gadis pula dengan rasa kekhawatiran, takut, rasa yang bercampur aduk.
"Tolong teman saya, Dok! Dia terluka parah."
Gadis yang ia bawa memiliki luka yang cukup parah. Luka di kepalanya tak kunjung berhenti. Tanganya pun terlihat patah tulang. Pakaiannya dipenuhi noda darah. Gadis yang membawa hingga kesulitan, karena tubuhnya yang ramping tak mampu membawa sang teman yang lebih berisi darinya.
"Baik." Tanpa basa-basi, dokter itu menyuruh suster untuk membantunya menyelamatkan gadis sekarat itu.
"Kau tunggu sini!"
YOU ARE READING
Koketsu
FanfictionSeorang bangsawan yang baru bangun dari tidurnya selama 820 tahun. Lalu saat ia bangun, ia mencari pelayan setianya. Setelah bertumu, ia pun mencari pengikut baru serta penerusnya yang hanya manusia biasa. ©2019 @NurulNitrit05
