AAOM [1]

3.1K 207 54
                                        

"Sehun! Makan malam sudah siap!"

Tidak ada jawaban yang menyahutinya. Krystal melirik ke arah pintu ruang kerja suaminya dari meja makan. Mendengus kesal kemudian ketika sudah menunggu selama lebih dari dua menit, dan pintu itu belum terbuka.

"Sehun!" panggilnya kembali.

Krystal menengadahkan wajahnya ke atas dengan membuang napas kesal. Tak habis pikir dengan suaminya yang betah berkencan dengan kekasihnya sampai jam makan malam. Ini adalah weekday, dan Krystal sudah banyak merancang agenda yang mungkin dapat dia lakukan dengan Sehun. Namun sialnya, si keparat itu malah memilih untuk mengungsi di ruang kerjanya dan berkencan dengan kekasihnya di sana.

Dengan langkah kesal, Krystal mendekati ruang kerja suaminya dan mengetuk pintunya beberapa kali. "Sehun! Makan malam sudah siap!"

Lagi-lagi tidak ada jawaban dari balik pintu. Sungguh! Apakah kekasihnya lebih penting ketimbang makan malam dengan istrinya yang hampir karatan karena tidak pernah diajak berbicara?

"Baik. Jika kau lapar, kau bisa mengambilnya dari kulkas dan menghangatkannya." katanya. Pergi menjauh dari depan ruang kerja suaminya dan duduk memakan makan malamnya seorang diri. Toh, ini sudah menjadi sebuah kebiasaan. Sehun yang tidak keluar dari ruang kerja karena terlalu sibuk berkencan dan Krystal duduk sendiri memakan makan malamnya sambil meratapi nasib menjadi seorang istri dari Oh Sehun.

Hidup memang nikmat, kawan.

Setuju tidak?

.

.

xxx

.

.

Pertama kali Krystal mengenal Sehun adalah di tempat arisan.

Tempat arisan?

Tidak salah?

Ya. Mereka bertemu di sana, lebih tepatnya Krystal sedang mengantarkan ibunya untuk pergi arisan. Dan sebagai anak yang berbakti di hari libur akhir tahun, Krystal mengantarkan ibunya sekalian melihat bagaimana ibu-ibu yang ada di arisan tersebut. Anggaplah sebagai latihan sebelum dia menikah nanti dan ikut dalam arisan dengan para wanita yang sudah menikah.

Karena terlalu bosan mendengarkan ibu-ibu yang sedang bergosip, mulai dari mengobrol tentang bagaimana menakjubkannya liburan mereka ke luar negeri, tas-tas limited edition, sampai merumpi tentang istri para pejabat yang ketahuan korupsi, dan Krystal sama sekali tidak berminat untuk mendengarkannya. Setelah mendapatkan izin dari sang pemilik rumah, Krystal pergi meninggalkan para ibu-ibu sosialita yang masih sibuk bergosip ria.

Krystal merasa takjub dengan rumah yang menjadi tempat arisan kali ini. Rumah ini memang tidak besar, layaknya mansion untuk khalayak orang kaya, walaupun pemilik rumah ini nyatanya adalah orang yang super duper kaya, mungkin hartanya jika dijadikan dalam bentuk uang sudah menjadi gunung. Krystal jadi ingin memiliki rumah seperti ini kelak. Rumah minimalis namun sangat elegan.

Tidak salah kalau ibu-ibu sosialita itu memilih rumah Park Baek-ah istri dari Oh Kang-eun sebagai tempat arisan mereka.

Acara mari melakukan tur rumah keluarga Oh itu terhenti kala Krystal menemukan sesuatu yang menakjubkan. Baiklah, Krystal terlalu berlebihan untuk hal ini. Dia hanya belum pernah melihat ada malaikat turun dari langit dan kini berdiri di hadapannya dengan jarak kurang dari 10 meter.

Tuhan! Salah satu malaikatmu ada yang kabur!

Krystal sebelumnya tidak pernah percaya dengan istilah love at the fisrt sight. Tetapi mulai sekarang, Krystal akan mempercayainya. Karena demi semua koleksi tas mahalnya! Krystal sudah jatuh cinta pada pria yang sedang berdiri di tepi kolam renang hanya dengan menggunakan celana pendek ketat. Dan... oh! Oh! Oh! Lihatlah kulit putih yang tampak mengkilap oleh biasnya cahaya matahari dan air.

All About Our Marriage ✔Where stories live. Discover now