"Buk, Ana keluar bentar ya.. mau beli jajan, boleh kan?" Seru Vanalika. Gadis berambut panjang sebahu, dengan tatapan yang hangat.
"Iya nak.. tapi hati-hati ya." Seru Ibu, yang setelah itu mengecup kening Vanalika lembut.
"Aduh malam ini dingin banget sih, biasanya ngga gini deh." Eluh Vanalika dalam hati. Saking kedinginan dan tidak fokusnya dia tidak sengaja menabrak sosok bertubuh tinggi. Bruk..
"Waduuuh.." , sepertinya dia memang kurang beruntung kali ini.
"Dek, kalo jalan lihat-lihat dong." Seru orang bertubuh tinggi itu seram.
"Ma..maaf kak.. aku ngga sengaja, lain kali bakal lebih hati-hati."
Vanalika pun segera berjalan menjauh dari pria tersebut. "Menyeramkan." Batinnya dalam hati.
Sesampainya di minimarket ia langsung mengambil beberapa cemilan dan es krim. Ia terkejut saat tiba-tiba ada tangan besar yang memegang kaca pendingin es krim.
"Eh, kamu lagi dek." Tidak berani melihat, Vanalika cepat-cepat menjauh dari sana, ia tidak mau mendapat masalah dengan seseorang yang bahkan ia tidak kenal.
"Sepertinya untuk sekarang lebih baik aku segera pulang", pikirnya.
—————————🌻——————————
ESTÁS LEYENDO
My Sunflower
Historia CortaI'm sorry we can't be together, because I'm the sunflower that hated the sun -🌻 Don't worry I can still be with you through the moon -🌞
