Menyimpan Rasa (1)

52 4 2
                                        

Brakkk

"Lo kenapa sih dateng-dateng muka lo ditekuk gitu, kaya tempe dingin tau gak?!".
Tanya Anggi dengan nada tinggi nya.
Anggi sudah menahan kesal nya, karena setiap hari selalu seperti ini.

"Biasa, palingan abis di jailin lagi sama Arga." Jawab Alana sambil menyontek PR Fisika nya.

Yap, mereka merupakan sahabat Alya yaitu Anggi dan Alana. Mereka lah yang selalu ada untuk Alya.

"Arga ngeselin banget tau ga sih! Pagi-pagi udah bikin orang naik darah aja" gumam Alya sambil meletakkan tas nya di samping Anggi.

"Lo udah ngerjain PR Fisika?" Tanya anggi yang masih fokus pada ponsel nya.

"Udah!" Jawab Alya ketus.


  ~~~~~~

Setelah menunggu 15 menit, guru tak kunjung datang. Sampai pada akhirnya cowo jangkung yang bernama Reno berteriak membuat semua penghuni kelas XI-1 terkejut.

"WOY!!! PAK BAMBANG GA MASUK, ANAK NYA
LAGI SAKIT."

Mendengar kata "ga masuk" saja membuat semua penghuni IPA XI-1 mendadak jadi kesetanan.

Langsung saja mereka berhamburan keluar kelas, ada yang menetap dikelas untuk tidur.
Ada yang menonton film di laptop nya.

Yang paling parah sih gerombolan tukang rusuh di kelas ini, yaitu gerombolannya si Rafa. Eh gitu gitu Rafa pinter loh. Hanya saja prestasi dan kelakuannya tak seimbang.

"WOY LO PADA NGAPAIN DI POJOKAN? NONTON APAAN LO PADA? GUE ADUIN GURU LO PADA KALO NONTON YANG GA BENER!". Suara itu sudah tidak asing lagi, perempuan yang dijuluki sebagai "Queen of Toa" ini menjadi salah satu bagian kelas yaitu Bendahara. Sifat galak dan blak-blakan sangat cocok untuknya.

Masalah kelas, XI-1? Yap, kelas unggulan. Dimana kelas unggulan yang seharusnya menjadi contoh yang baik untuk kelas lain justru menjadi contoh yang buruk.

Soal siswa di kelas XI-1 memang dikenal sebagai kelas Terusuh cap Valak.
Bagaimana tidak? Sekalinya guru masuk pun mereka masih ada yang membuat gurunya emosi, bahkan ada satu guru yang tak masuk karena darah tinggi nya naik.

Eits, tunggu dulu. Kelas XI-1 meang dikenal sebagai kelas rusuh tapi soal prestasi susah dipercaya. Prestasi mereka kadang menembus ekspetasi.

Salah satunya Alya, juara umum bertahan di SMA Garuda. Posisi kedua masih setia diduduki oleh Arga.

"Na, Gi ke kantin kuy. Gue belum sarapan nih, gara gara si Arga setan gue jadi ga sempet sarapan." Cerocos Alya

"Traktir!" Jawab Anggi dan Alana serempak.

"Giliran traktir aja lo -_- yaudah ayo."

Sesampainya di kantin mereka langsung mendapatkan meja berada di dekat geng nya Arga.

"Lo pada mau pesen apa, gue yang pesenin?"
Tanya Anggi dengan semangat 45.

"Samain aja deh kaya lo" jawab Alya dan Alana serempak."

~~~~~~~

5 menit kemudian.

Mereka memesan mie ayam dan milkshake vanilla. Tak lama mereka langsung menyantap makanan mereka. Namun, geng Arga mengarah ke meja Alya dkk.

"Ngapain lo disini?". Tanya Alya dengan ketus.

Tanpa basa basi Arga mengambil sambal dan meyampurkan nya di minuman Alya. Sontak Alya kaget.

"Arga, bener-bener lo ya. Bisa ga sih ga bikin gue naik darah?! Hidup lo kurang bahagia emang?!" Kini Alya membentak Arga didepan umum karena kesabaran nya sudah habis.

"Iya nih, gue kurang bahagia. Gue kan bahagia nya sama lo." Jawab Arga dengan menunjukan senyum smirk nya.

Alya yang mendengar nya pun langsung pergi meninggalkan kantin dan pergi menuju rooftop.

Sesampainya di rooftop Alya langsung mengambil earphone dan memasang lagu.

Saat Alya mulai memejamkan matanya, ada yang memegang bahu Alya. Sontak Alya kaget.

"Lo ngapain lagi sih? Belum puas lo."
Yap siapa lagi kalau bukan Arga

"Gue cuma mau bilang kalau gue......"






Halo, semoga kalian suka ya sama ceritanya.

Jangan lupa meninggalkan jejak.

Vote+Comment yaa reader tercintah

-tasyamendes❤





You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 05, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Menyimpan RasaStories to obsess over. Discover now