"para penumpang yang terhormat, sesaat lagi pesawat kita akan tiba di bandar udara Sultan Hasanudin Makasar. Kami persilahkan untuk segera duduk di tempatnya masing masing dan memakai sabuk pengaman" suara yang berasal dari pramugari tersebut di indahkan oleh maskapai pesawat, seluruh penumpang kembali menempati tempat duduknya masing masing dan memakai sabuk pengaman.
"dek ,maaf dek, mejanya tolong dilipat kembali ya dek,karna kita sebentar lagi akan mendarat" ucap seorang pramugari dengan lembut mengingatkan salah satu penumpang untuk melipat meja nya kembali, karna sepertinya penumpang tersebut tidak mendengar pengumuman dan asik mendengarkan music.
" oh iyaa maaf " balas wanita tersebut
"andira,kamu ini kebiasaan,jangan keseringan dengerin musik! nanti telinga kamu budek, mau kamu?" ucap wanita paruh baya yang sedang duduk bersebrangan dengannya.
"iyaa mah iyaa"
"para penumpang yang terhormat,saat ini kita sudah sampai di bandara sultan hasanudin makasar, untuk seluruh maskapai pesawat kami ucapkan terimakasih karna sudah memilih penerbangan bersama kami, semoga selamat sampai tujuan"
"dira bantuin mamah dong, ini berat, adek kamu lagi rewel " ucap wanita paruh baya sambil memberikan salah satu tas kepada anaknya, andira.
"iya mana?sini" tanganya mengambil tas yang diberikan mamahnya untuk ia bawa, dengan malas andira melangkahkan kaki berjalan keluar labirin pesawat.
"terimakasih" ucap salah satu pramugari ramah sambil merapatkan kedua telapak tangannya.
"senja yang berbeda" gumamnya sambil menatap langit sore
dari kejauhan tampak laki laki paruh baya sedang melambai lambaikan tangannya kearah andira dan mamah nya "itu papah" ucap mamah andira.
lelaki itu tersenyum bahagia mendapati istri dan anak anaknya yang sudah tiba dengan selamat "papah rindu kalian" ucapnya lirih sambil mencium kening istri dan kedua anaknya.
"naik apa kita pah pulangnya?" tanya andira penasaran .
"Kita naik angkutan umum aja ya sayang?gapapa kan?" ucap sang ayah sambil tersenyum lirih.
" gapapa kok pah,ini saja sudah alhamdulillah" balas andira dengan senyumannya yang tulus itu.
" nah nih mobilnya, yuk naik"
perjalanan dari bandara ke tempat tinggal andira dan keluarga saat ini,waktu yang ditempuh adalah sekitar 45 mnt jika memakai kendaraan umum, untuk saat ini,andira dan keluarga tinggal di rumah peninggalan neneknya,rumah yang terbuat dari bambu itu memberi kesan klasik,ditambah suara siulan burung yang menghantarkan senja ke penghujung sore membuat suasana menjadi lebih tenang dan damai.
"andira beresin barang kamu dulu nak" teriak sang mamah dari dalam rumah
"bentar mah"
seperti rutintias, andira selalu memandang senja disore hari, menurutnya tidak ada yang lebih indah selain senja dengan warna jingganya " senja di tempat yang berbeda " gumamnya, lalu masuk kedalam rumahnya yang unik itu.
---
Hallo semuanyaaa.. apakabar? maaf baru muncul setelah sekian lamanyaaaaaaa.... hehe
maaf untuk cerita cerita yang menggantung, dan maaf untuk cerita yang menggantung tersebut, aku putuskan untuk dihapus hehe ,
jangan lupa vote dan komentar ya teman teman. dengan bismillahirahmanirrahim aku akan menekuni kegiatan menulis ku lagi.
JADI MOHON BERI AKU SEMANGAT YA UNTUK CERITA INI DENGAN CARA VOTE DAN KOMEN HEHE :) makasihhh :*
KAMU SEDANG MEMBACA
S.E.M.B.U.N.Y.I
Teen Fiction"Lihatlah dirimu, menyedihkan sekali." "aku menjadi apa yang aku inginkan" "tidak, kamu menjadi yang tidak diinginkan oleh hatimu sendiri."
