1

4 2 0
                                        

"Saya juga berusaha untuk mencari pekerjaan!"

"Kalo begitu cari jangan diam saja! Bagaimana nanti nasib anak anak!"

Ika menatap sendu kepada kedua orang tua nya, dulu saat ia menuju ruang makan pasti selalu  ada sapaan ramah dari kedua orang tua nya

Bukan tatapan saling menghunus dan suara suara yang makin lama makin tinggi

"Pagi ma, pa"

Kedua orang tua itu hanya meliriknya dan memalingkan muka mengabaikan sapaan nya

Ika tersenyum kecut, ia merindukan sapaan ramah orang tua nya

"Pagi dek"

Ia menoleh mendapati kakak nya, lalu tersenyum setidak nya kakak nya masih ada

"Pagi juga kak" balas nya

Ika duduk di sebelah kakak nya dan berhadapan dengan papa nya

Ia mengambil roti yang sudah di olesi selai strowberry

Memakan dengan lahap

"Ika" ucap papa nya

Ika melihat papa nya yang menghela nafas pelan menunggu lanjutan sang papa

"Hari ini uang saku kamu segitu dulu ya nak, reza ini uang saku mu" lanjut nyap

mungkin hanya cukup untuk nya naik ojek pulang dan pergi, belum lagi saat makan.

Ika hanya mengangguk, mensyukuri apa yang ada

Tiba tiba terdengar suara dentingan sendok lalu suara decitan kursi

Mama nya pergi meninggalkan meja makan

Semua menatap sendu pada punggu yang semakin lama semakin kecil dan menghilang

Setelah sarapan Ika mengambil tas nya dan memakai sepatu

"Mau di antar abang gak?"

Ika menoleh lalu menggeleng

"Yakin"

"Ehh anterin aja deh" ucap nya berubah pikiran

Reza hanya menggeleng melihat tingkah adik nya yang labil

Mereka memasuki mobil lalu melaju dengan kecepatan sedangAbang nya menurunkan nya di depan gerbang

Tapi sebelum nya abang nya berpesan
Bahwa ia harus selalu sabar ia tersenyum lalu mengangguk

Saat baru memasuki gerbang banyak sekali orang yang melihatnya secara terang terangan, berbisik bisik sambil menatap sinis ke arah nya

Kini ia hanya bisa menunduk berjalan secepat mungkin untuk sampai di kelas

Saat ia memasuki kelas semua teman nya melihat ke arah nya berbagaimacam tatapan yang mereka layangkan, ada yang menatapnya perihatin, sinis, dan ada yang tak peduli

Sekali lagi ia hanya menghiraukan mereka

Saat sampai di meja nya ia menaruh tas nya melihat ke arah sahabat nya yang sedang cekikikan bersama teman sekelas nya yang lain

Ia menghampiri sahabat nya tersenyum tapi respon yang di berikan sahabat nya sangat menyayat hati sahabat nya memalingkan muka nya

Ia tersenyum lagi mungkin sahabat nya tak melihat ia tersenyum untuk nya

Ia berjalan kembali mendekati sahabat nya menyentu pundak sahabat nya tapi hal yang tak pernah ia duga terjadi

"IH APAAN SI LO PEGANG PEGANG?! LO GAK TAU APA INI SWEATER TUH MAHAL! LO GAK AKAN MAMPU BELI BECAUSE SEKARANG LO UDAH JATUH MISKIN" ucap nya berteriak dengan lantang

Seketika teman teman yang dulu menjadi saabat nya tertawa menertawakan nasib nya yang malang

Ika menatap mereka dengan tatapan berkaca kaca ia berlari meninggalkan kelas

Menuju taman belakang yang biasa nya sepi dia menangis sejadi jadi nya

Ia baru menyadari bahwa selama ini ia di manfaatkan oleh semua teman teman nya

Mereka hanya menginginkan uang nya

Ia tertawa miris dan menangis kembali menenggelamkan muka nya di lipatan kaki nya

+++

Ia melihat kondisi nya saat ini, mata bengkak, dan hidung memerah

Jangan di tanya bagaimana hati nya

Ia menghela nafas pelan mengambil ikat rambut di saku rok nya

Mengikat rambur nya dengan asal asalan keluar kamar mandi

Akan tetapi naas sekali diri nya harus bertemu dengan geng shakila

Mereka menatap sinis kearah Ika
Ika mengabaikan tatapan mereka

Saat ia akan melanjutkan jalan nya tiba tiba di antara mereka menarik pundak Ika hingga ia berbalik

Tatapan tatapan mereka sama yaitu meremehkan

"Well guys sekarang di sekolah kita ada anak miskin" ucap shakila dengan senyuman sinis nya

Ika menatap tajam mereka entah dari mana  nyalinya itu

"Heh tunduk lo berani banget ngeliat gue kaya gitu!" Bentak shakila sembari menarik rambut Ika

Ia meringis menahan sakit rasa nya ia inggin menangis akan tetapi ia tahu jika ia menangis shakila bersama entek entek nya akan merasa senang dan semakin menindas nya

Akan tetapi entah keajaiban tiba tiba kenand sang ketua osis datang menolong nya

"Lo selamat kali ini" ucap shakila sebelum meninggalkan Ika

"Lo gak papa?"

Ika menoleh dan tersenyum sebenarnya ia merasakan pusing efek tarikan shakila yang kencang

Tapi ia berusaha baik baik saja

"Makasi gue balik ke kelas dulu" ucap Ika di sertai senyuman manis

Seketika kenand tertegun lalu mengangguk
-------------------------------------------------------------
Hey heyyy ini cerita baru akuuuu ;)) vote guys + komen apalagi follow


B-A-DWhere stories live. Discover now