Jatuh Cinta Yang Terluka (PART 1)

55 1 0
                                        

Cerita ini bukanlah cerita cinta yang romantis, yang memiliki alur indah disetiap jalannya. Cerita ini, hanyalah sebuah pengalaman mengenal cinta. Cinta yang mengenalkan gue pada perasaan, dan perasaan yang mengenalkan gue pada seseorang yang membuat hati gue jatuh.

Sampai.. gue merasakan yang namanya jatuh cinta, jatuh yang benar-benar jatuh dan siap untuk terluka.

Sebelumnya, gue lelah dengan percintaan. Gue menutup hati gue serapat mungkin. Gue belajar cuek, gue belajar bodo amat dan... yaudah gue males percaya sama yang namanya cinta-cintaan.

Alasan sederhana yang membuat gue menutup hati adalah gue pernah terluka ketika mencintai seseorang. Yah, sebuah alasan klasik yang mungkin semua orang rasain. Tapi jujur, karena cinta yang pernah gue kenal, gue mulai membenci segala sesuatu tentang perasaan.

Mungkin, gue terlalu kasar dengan perasaan sendiri. Gue menghukum hati gue perlahan mati ini demi membunuh isi yang pernah ada didalamnya. Dan gue berhasil...

Gue berhasil mematikan seluruh isi yang ada di perasaan gue, sampai akhirnya gue mulai mencoba menjalani hari-hari gue seperti biasa, tentunya tanpa cinta.

Pada beberapa moment, gue bertemu sama orang-orang yang menjalin suatu hubungan. Yah namanya juga jatuh cinta, kadang gapeduli tempat, waktu dan apapun yang sebenernya salah menurut gue.

Kaya misakan update status, yang awalnya sayang-sayangan, saling ngucapin dan akhirnya makin kesini gue perhatiin statusnya galau semua. Dan disitu gue cuma ketawa, dan seakan gue berkata "Mampus".

Lalu gue ngeliat orang yang tiap malem minggu jalan berdua, boncengan pake sepeda motor, dempetan, pelukan, ngobrol, atau apalah itu keindahan yang mereka rasakan diatas motor sambil menikmati dinginnya angin malam.

Seketika gue berbicara sendiri, awalnya sih menikmati angin malam berdua. Endingnya menikmati duka bersama. Dan sekali lagi, gue ketawa jahat dan berkata "Mampus"

Mungkin, gue udah terlalu benci sama yang namanya cinta. Sampe segitu kasarnya gue sama hubungan orang.

Yah karena hati gue emang udah batu, batu kan keras. Yah kalo kena lempar batu kan sakit. Yah kaya gitu, gue menyakiti hati mereka yang pacaran dengan kepuasan gue sendiri, kaya tadi yang udah gue jelasin.

Dibalik sifat gue yang kaya gini, Gue kadang ngerasain kesepian. Tapi sekali lagi gue bisa ngalahin rasa kesepian itu dengan kesibukan gue. Gue mulai mencoba menyibukan diri gue sendiri sampai akhirnya gue lupa sama yang namanya cinta-cintaan.

Yah walaupun masih sering aja sih kalo liat yang pacaran itu depan mata dan juga suka kepengen lagi gitu punya pacar, tapi kali ini gue bergumam lembut. Sambil menghela nafas dan mulai mengikhlaskan keburukan gue tentang cinta.

Ada baiknya gue memaafkan hati gue, perasaan gue dan gue memulihkan luka-luka dihati gue.

Yah, cerita yang gue rasain itu adalah kejadian yang udah lama banget, sudah dulu lamanya...

Sampai.....

Caraku Mencintainya (Short Story)Stories to obsess over. Discover now