We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

MULANYA

76 4 0
                                        


Oleh: Rafika Asmadi

Mulanya kau dan aku di pertemukan hanya sebatas teman, yang diciptakan karena ketidaksengajaan, ada peribahasa "Cinta datang karena terlalu sering bersama" dan itulah yang kurasakan, aku nyaman denganmu, aku selalu rindu akan tentangmu, tak ada hal yang membosankan saat kita bersama, saling membuat tawa, dan aku bahagia, Ya. aku bahagia pada awalnya.

Dan kemudian...
Semua telah berubah tidak ada lagi kebahagian yang dulu aku rasakan.
Entahlah...

Sampai kini semuanya telah berubah.

Tapi itu semua hanya masa lalu.
Kau berubah, kau menghindar, dan kau melukai hatiku.
Awalnya, aku tak tau, aku tak mengerti kenapa kau begitu tega denganku...
Tapi waktu.
Waktu yang telah menjelaskan padaku ketika kau tak mampu menjelaskan semuanya padaku.
Kau pembohong.! Kau pengingkar janji.! Kau pergi dengannya.

Bersama dia yang kau bilang hanya sebatas teman.
Tapi kenyataannya?

Kau telah menjilat ludahmu sendiri.!
Aku tidak sedikitpun membencimu, setelah apa yang kau lakukan padaku. waktu terus berjalan dimana kau kembali bersikap manis padaku, dan membuatku berharap kembali, lalu kau pergi untuk ke-dua kali, dan tak lama kemudian kau melukaiku untuk kedua kali-nya, Orang yang sama dan dengan hal yang sama, Namun ketahuilah aku masih mencintaimu. Dan aku berharap kau dapat membuka matamu, bahwa ada aku yang menerimamu walau hati ini tersakiti berkali-kali.

Namun itu hanya sebuah khayalanku saja.

Dan kembali terulang ketika lukaku lekas sembuh, harapku telah tumbuh, dan aku baik-baik saja, namun tak bisa melupakan semuanya.

Namun...
Dengan kau buat aku terluka dengan hal yang sama, dan dengannya kau terlihat bahagia, tanpa kau tau disini aku menderita, kau bahagia karena dia mampu memberikan sesuatu padamu yang tak mampu aku berikan.
Percayalah, aku tidak dendam denganmu, aku hanya iri kepada orang yang dapat membahagiakanmu dibanding aku, dia yang selalu punya waktu untukmu, aku hanya seorang pecundang yang berlari di dalam kegelapan, yang tidak berani menunjukkan jati diri, dia seorang yang gagah, orang berada, memang dialah yang pantas untukmu, dialah orang yang pantas menjadi sandaran saat kau merasa lelah, sedang kan aku bersembunyi di gelapnya malam.

Pecundang.!

Jika memang sedari dulu kau katakan padaku mungkin aku tidak semenderita ini, tidak ada gunanya lagi aku terlarut dalam kesedihan ini, karena hidup bukan tentangmu saja

Mantap..!
Izinkan aku undur diri.

Karena pepatah mengatakan "titik tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan"

Terima kasih untuk segala rasa.😄

MULANYAStories to obsess over. Discover now