kedatangan natta alexanders

13 3 0
                                        

Disekolah ahya tengah gencar dengan kabar murid baru pindahan dari jakarta. Kegemparan ini terjadi karena yang datang itu adalah cowo yang ganteng plus tajir. Natta, panggil saja namanya natta. Banyak siswa yang mendadak jatuh cinta padanya. Namun dia hanya senyum seolah tak berdosa dan mengenyahkan bualan gadis-gadis yang kayak kena serangan ulet bulu itu.
Rumah natta lumayan jauh dari sekolah, dan hebohnya lagi tetanggaan dengan ahya membuat ahya menjadi makin tidak nyaman. Sore itu ketika bel pulang sekolah berbunyi dan semua murid sudah meninggalkan sekolah menuju rumah, kini tinggallah hanya Natta dan Ahya yang sama-sama menunggu jemputan mereka datang.
Cuaca sore itu yang agak mendung, memancing sang gemuruh berkoar dan petir berkobaran, membuat Natta menjadi ketakutan.
Doooorrrrrrr.......
Bunyi petir seolah menggelegar pada atapan langit yang kembali disusul oleh gemuruh yang berbunyi laksana pukulan drum yang sama sekali tak diinginkan.
“ astaghfirullahhalazim lahaula walakuata illabillahialiyil azim” Ujar Ahya
“ bunda.. bunda bantuin dedek bun..” ujar natta bersamaan sehingga tubuhnya terduduk ditanah.
Melihat keadaan natta yang begitu, ahya dengan spontan mendekati natta dengan menanyakan keadaan nya.
“ are you okay ?” tanya ahya dengan menggunakan bahasa asing.
“ yes, im okey “ ujar natta dengan jutek dan cueknya.
“ alhamdulillah kalau begitu” ujar ahya yang langsung bergeser bak menjaga jarak dari natta.
“ ngapain lo nanya-nanya gua, salah satu fans atau gimana” ujar natta dengan sombongnya.
Ahya menahan tawanya, “ maaf, aku Cuma tanya, karna aku lihat kamu tampak gelisah dan ketakutan tadi” ujar ahya masih dengan nada lembutnya.
“ nih cewe, udah dikasarin masih aja jawab lembut, atau dia gak punya nada sol kali ya” ujar nattadalam batinnya.
“ kamu kenapa ?, kok ngelihatin aku kayak gitu banget ?” tanya ahya kembali.
“ gua gak pa pa kok. Sorry gua kasar tadi” ujar natta tulus.
“ iya ga pa pa kok, selow aja” ujar ahya
“ orang sini gak se norak yang gua pikir ya” ujar natta kembali memperpanjang percakapan.
“ maaf, maksud kamu apa ya nat ?” tanya ahya mengakrabkan diri.
“ ya gua kira orang disini pada norak semua, tapi lo beda,”ujar natta yang makin membuat ahya bingung.
“ ya kamu maklumin aja nat” ujar ahya seolah mengerti saja.
“ oh ya, lo udah tahu nama gua kan, tapi gua belum tahu nama lo, nama lo siapa?” tanya natta sambil mengulurkan tangan nya seolah akan berjabat tangan.
“ nama aku ahya, kamu bisa panggil aku yaya, tapi maaf sebelumnya untuk jabat tangan, aku minta maaf gak bisa balas, bukan mukhrim” ujar ahya yang membuat natta menarik kembali tangannya.
“ oh nama kamu ahya ya, lo tentanggaan kan sama gua?” ujar natta.
“ aku rasa iya” ujar ahya balas jutek.
Tak lama, bunda natta pun datang dengan mengendarai mobil mewah.
“ barengan aja yuk” ajak natta.
“ gak usah, terimakasih sebelumnya, takut ngerepotin” ujar ahya.
“ ga pa pa kali, lagian kan sejalan, lagipula kita tetanggaan kali” ujar natta yang kemudian membukakan pintu mobil.
“duh gimana ya nat” ujar ahya.
“bun, teman dedek boleh ikut kan?” tanya  natta ke bundanya.
“ ya boleh dong dedek, masuk aja nak,” ujar bunda natta.
“ terimakasih tante, “ ujar ahya yang langsung perlahan berjalan dan masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, natta yang sudah mulai paham dengan ahya, menjaga jarak duduk yang sudah seperti orang musuhan saja.
Bunda natta pun membuka percakapan diantara keheningan mereka.
“ siapa nama teman kamu ini dek ?“ tanya bunda.
“ ahya bun,” jawab natta singkat.
“ oh ahya, kamu sekelas dengan natta ahya ?” tanya bunda natta kepada ahya.
“ maaf tan, ahya gak tahu, soalnya tadi ahya sibuk diruang kepala sekolah” ujar ahya.
“ gua kelas 11 MIPA 2 “ ujar natta.
“ hmm, jadi kita sekelas ya,” jawab ahya.
“ dek, ubah kebiasaan kamu gih, jangan panggil lo gua disini, bunda lihat ahya gak suka dengan nada itu” ujar bunda natta pada anaknya yang biasa dipanggil dedek itu.
“ kok tante tahu ?” tanya ahya.
“ ya tahu lah nak, tadi tante udah stalking keadaan disini,” ujar bunda natta yang membuat ahya malu dan hanya menunduk.







dear ahyaWhere stories live. Discover now